Pasca Meledaknya Pipa Gas PT TGI, Pompa Ladang Minyak Duri Berhenti Operasi

Administrator Administrator
Pasca Meledaknya Pipa Gas PT TGI, Pompa Ladang Minyak Duri Berhenti Operasi
Agung Marsudi
Meledaknya pipa gas Grissik-Duri milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kebupaten Indragiri Hilir, Riau, Jumat (2/01/26) lalu ternyata berdampak luar biasa. Tidak sebatas menimbulkan kobaran api, tapi juga mengakibatkan terganggunya produksi migas nasional karena terputusnya suplai gas ke Cogen untuk pembangkit listrik tenaga gas turbine cogeneration MCTN di lapangan minyak Duri PT Pertamina Hulu Rokan.

KEJADIAN Tak biasa ini dipastikan mengganggu fasilitas produksi minyak WK Rokan, khususnya di Duri Steam Flood (DSF). Diprediksi produksi WK Rokan akan anjlok dan mengalami penurunan drastis.

Sudah berhari-hari ribuan pompa angguk di mati total. Tak hanya itu, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, DSF bakal dihadapkan pada potensi resiko terjadinya pembekuan minyak berat (congeal).

Belum diketahui secara pasti kerugian yang dialami Pertamina Hulu Rokan (PHR) akibat putusnya suplai gas ke Cogen, di Duri. Padahal lapangan minyak Duri masih menjadi tulang punggung bagi produksi minyak nasional.

"Unplanned downtime" seperti ini menyebabkan kerugian finansial yang luar biasa karena hilangnya produksi.

Seperti diketahui, pipa gas PT TGI Regional 2 Belilas juga meledak akibat kebocoran di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Jumat (9/1/2026) dini hari. Ledakan ini terjadi setelah pipa gas PT TGI yang sebelumnya meledak di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, baru selesai diperbaiki.

Peristiwa meledaknya jaringan pipa gas Grissik-Duri, DSF, dalam hal ini soal Cogen mengingatkan kita akan temuan audit BPK, terkait beberapa KKKS termasuk Chevron (2005).

Temuan BPK yang menonjol saat itu, adanya biaya listrik dan steam yang dimintakan kembali ke pemerintah sejak CPI bekerja sama dengan PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) diragukan kewajarannya dan merugikan pemerintah 210 juta dollar AS serta berpotensi merugikan negara sebesar 1,23 miliar dollar AS.

Kemudian akibat transaksi pertukaran duri crude (DSF) dengan gas dari ConocoPhillips yang merugikan Pemerintah Indonesia 4,22 juta dollar AS dan CPI 5,6 juta dollar AS.

Jika pidato presiden Prabowo yang gagah berani ingin menghentikan korupsi di Indonesia, maka kasus "gas" meledak dan Cogen layak untuk ditelisik lagi. KPK harus turun gunung. Ini soal mafia dan kerugian negara.

Catatan
Agung Marsudi
Founder Duri Institute
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html