4 Tahun PHR Kelola Blok Rokan, 14 Nyawa Menjadi Korban

Administrator Administrator
4 Tahun PHR Kelola Blok Rokan, 14 Nyawa Menjadi Korban
Agung Marsudi
Pertamina Hulu Rokan (PHR) tak perlu bangga, jika untuk genjot target produksi harus nyawa taruhannya. Jangan korbankan para roustabout, floorman, driller atau derrickman atas nama produksi. "Drill, baby drill!". Belum sebulan, ada Rig tumbang lagi. Satu nyawa melayang lagi.

MASIH Segar dalam ingatan, seorang pekerja dari perusahaan mitra Pertamina Hulu Rokan (PHR) inisial A(43) dilaporkan meninggal dunia. Sementara, dua pekerja lainnya mengalami patah tulang pinggang. Korban tewas diketahui sebagai derrickman (tukang derek) operator menara rig dari PT Arthindo Utama. Peristiwa kecelakaan kerja terjadi di area kerja PT. PHR lokasi Rig AU 17, HO-Duri pada Senin, (24/11/25).

Kini, insiden kerja maut kembali terjadi di wilayah kerja (WK) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Seorang floorman, berinisial M(44) pekerja mitra kerja PT Indrillco Bakti (IDB-07) dilaporkan meninggal dunia. Korban bekerja di lokasi Sumur Seruni-22, Pematang Ibul, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir Selasa, (23/12/25).

Tanggal 27 November 2025 lalu, saya menulis di media berjudul "Safety Violation". Kali ini saya tak bisa menutup kegeraman saya. Dunia migas yang terkenal dengan standar keselamatan tinggi, di era PHR keselamatan seperti dipandang sebelah mata.

Ini bukan perang. Ini bukan sekedar pelanggaran keselamatan kerja. Ini soal nyawa yang dipandang sudah tak berharga.

Alih kelola, beda gaya. Dari gaya Amerika ke ala Indonesia, tak menjamin meski orangnya sama. Karyawan Chevron yang pindah ke Pertamina (PHR) adalah orang yang sama. Kenapa nyawa begitu mudah melayang ketika WK Rokan dikelola Indonesia.

Setelah kejadian Rig-Rig tumbang yang makan korban, nyawa melayang. Orang baru sadar, ini beda gaya, antara Chevron dan Pertamina. Matematika yang paling sulit adalah menghitung nyawa yang telah melayang (selama Blok Rokan dikelola Pertamina).

Sejak empat tahun Blok Rokan (WK Rokan) dikelola oleh PT PHR total korban pekerja yang tewas di Blok Rokan sudah mencapai 14 orang. Do it safely or not at all! Lakukan dengan selamat atau tidak sama sekali.

Kita tak cukup hanya mengucapkan bela sungkawa, lalu mengibarkan bendera setengah tiang, untuk 14 nyawa yang sudah melayang.

Masihkah kita menutup mata.


Catatan Akhir Tahun Migas
25 Desember 2025

Agung Marsudi
Founder Duri Institute

Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html