Beragam sorotan miring terkait hibah lahan Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tidak membuat Junaidi Zhang, atau akrab disapa Ayu Junaidi goyang. Menurutnya semua orang berhak memberikan penilaian, namun kebenaran tak akan pernah bisa dikalahkan. Tak ada kepentingan lain bagi Ayu Junaidi dibalik hibah lahan, kecuali ingin mencatatkan sebuah sejarah untuk masa depan.
SENIN 22 Desember 2025 pagi, mengalir obrolan santai bersama Ayu Junaidi, sosok yang belakangan menjadi salah satu trending topik pemberitaan. Tidak ada yang berubah dari Tokoh Masyarakat Tionghoa Dumai yang saat ini sudah berusia 72 tahun tersebut. Bercelana pendek, ditemani secangkir kopi, dan duduk di ruang belakang kedai kopi Murni.
Tidak mudah untuk memintanya bicara. Apalagi terkait lahan yang sudah dihibahkannya bagi kepentingan negara. Pihaknya mengaku tidak ingin berpolemik. Termasuk menanggapi beragam tudingan miring yang tak beralasan. Menurutnya, kadang tidak semua niat baik mendapat tanggapan yang baik.
Namun setelah diyakinkan bahwa penjelasannya sangat dibutuhkan untuk meluruskan seluruh praduga, Ayu Junaidi akhirnya berkomentar.
" Biarkan sajalah mereka mau bicara apa. Hal terpenting, apa yang saya lakukan hari ini didasari kecintaan saya terhadap negeri ini. Di usia saya yang sudah 72 tahun, saya ingin mencatatkan sebuah sejarah. Kalau warisan untuk anak, tak akan bertahan lama. Tapi kalau sejarah yang saya tinggalkan untuk kepentingan negara, mudah-mudahan akan dikenang sepanjang masa," ungkap Ayu Junaidi dengan mimik serius, Senin (22/12/25).
Ditambahkan Ayu Junaidi, lahan di RT 11 Kelurahan Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan yang dihibahkan tersebut sangat besar nilainya secara materi. Apalagi posisinya sangat strategis dan dekat dengan laut. Namun saat berbicara untuk kepentingan negara, maka kepentingan lain tak ada lagi harganya.
" Ketika dihibahkan untuk kepentingan negara, tanah itu tak ternilai lagi harganya. Ada kepuasan bathin saat saya bisa memberikan kontribusi untuk negeri ini. Sekarang lahan itu bukan milik saya lagi. Terhitung 22 November 2025, lahan itu sudah jadi milik Kopassus," jelas Ayu Junaidi.
Lokasi lahan yang dihibahkan Ayu Junaidi untuk Markas Pasukan Elit Baret Merah itu memang sangat strategis. Berada di bibir pantai untuk akses laut, sekaligus nantinya bakal dibangun landasan pacu untuk pesawat tempur. Selain itu, Kopassus kabarnya juga sudah berkomunikasi dengan Pemkab Bengkalis untuk pemanfaatan Pulau Ketam bagi sarana pertahanan.
" Lokasi itu akan jadi kawasan pertahanan yang sangat strategis. Bakal dibangun juga landasan pacu untuk pesawat tempur. Saya bersyukur diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk ikut andil membantu kepentingan negara dan bangsa," ungkap Ayu Junaidi penuh haru.
Sementara Ketua RT, Bukhori memastikan tidak ada permasalahan terkait lahan yang dihibahkan Ayu Junaidi untuk pembangunan Markas Kopassus tersebut. Lahan seluas 245,5 hektar itu sudah dimiliki Ayu Junaidi pada kisaran tahun 2003 hingga 2006 lalu. Lahan itu sendiri diapit oleh Sungai Buluhalo dan Sungai Teras.
Menurut Bukhori, semenjak lahan itu dibeli dari sejumlah masyarakat belum pernah dikelola Ayu Junaidi. Apalagi berdasarkan data BPN dan Tata Ruang, dari total tanah yang sudah dibeli, hanya 161 hektar yang sudah berstatus putih. Sedangkan sisanya masih kawasan hijau atau mangrove.
" Saya tahu persis mengenai lahan yang dihibahkan Pak Ayu itu. Selama ini saya juga yang menjaganya. Lahan itu belum pernah digarap dan dijadikan perkebunan sawit. Apalagi Pak Ayu tahu sebagian lahan itu ada yang masuk kawasan hijau" papar Bukhori.
Lebih lanjut disampaikan Bukhori, dari total lahan yang dihibahkan untuk kepentingan Markas Kopassus, sisa lahan yang masih berstatus hijau akan diurus oleh Kemenhan RI bersama Kemenhut RI.
Pernyataan Bukhori itu sekaligus mematahkan tudingan yang menyebut Ayu Junaidi punya kepentingan terhadap sisa lahan yang dihibahkan kepada Kopassus.
" Hibah itu bukan hanya terhadap 141 hektar, tapi untuk keseluruhan lahan seluas 245,5 hektar. Saya melihat apa yang dilakukan Pak Ayu ini sangat luar biasa. Belum pernah ada orang yang saya lihat mau berkorban seperti yang beliau lakukan. Dan saya pastikan, tidak ada kepentingan beliau dibalik hibah tanah ini," jelas Bukhori.
Penandatanganan hibah lahan langsung dilakukan Junaidi Zhang sebagai pemilik dengan Komandan Grup 3 Kopassus, Brigjen TNI Bram Pramudia dengan disaksikan Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS, Sabtu (22/11/25) lalu di rumah dinas Walikota Dumai Jalan Putri Tujuh.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang