Pemerintah Kota Dumai tengah menata wajah perkotaan dengan konsep yang lebih menarik dan lebih segar. Ada sejumlah lokasi yang kini tengah dibangun, mulai Dumai Islamic Center (DIC) hingga kawasan pusat kegiatan pemuda dan olahraga, kebudayaan serta jajanan.
MENJELANG Penghujung tahun 2021, salah satu fokus Pemko Dumai yakni menata wajah kota. Targetnya, mewujudkan Dumai sebagai kota yang mampu memberikan keamanan dan kenyamanan guna mengundang wisatawan.
Salah satu yang tengah digesa pengerjaannya yakni pembangunan pusat jajanan atau kuliner dan menata kawasan Taman Bukit Gelanggang yang ditargetkan selesai menjelang akhir tahun 2021 ini. Disamping itu ada sejumlah spot yang diperindah, diantaranya Tugu Bundaran simpang empat Sudirman-Sultan Syarief Kasim, pembangunan pulau jalan di persimpangan Subrantas dan Sudirman serta simpang lampu merah Bumi Ayu.
Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS sejak awal kepemimpinannya memang memiliki keinginan kuat untuk merubah wajah kota dengan konsep berbeda. Tidak mudah memang untuk merealisasikannya. Apalagi ditengah keterbatasan anggaran. Belum lagi munculnya sikap pro kontra yang turut mewarnai pelaksanaan program yang dilakukan.
Pembangunan Dumai Islamic Center (DIC) sebagai cikap bakal pusat keagamaan serta ikon baru Kota Dumai juga tidak luput dari cibiran. Namun hal itu tidak mematahkan semangat walikota untuk mewujudkannya. Pekerjaan terus dilaksanakan dan kini menunjukkan progres yang cukup menggembirakan.
“ Kita sudah sampai ke tahap pembangunan pondasi. Insyallah bulan Februari 2022 sudah naik tiang. Mudah-mudahan bulan puasa mendatang kita sudah bisa sholat disana. Untuk itu dibutuhkan dukungan semua pihak agar berjalan dengan lancar,” ujar Walikota Dumai saat Rapat Teknis serta Sosialisasi Pembangunan Dumai Islamic Centre yang dihadiri Ketua Forum (TJSP) Tanggung Jawab Pembangunan Dumai Islamic centre, Ketua MUI, Ketua PMD, Ketua Baznas, Ketua Masjid dan Musholla se-Kota Dumai, Jumat (19/11/21) lalu di Gedung Sri Bunga Tanjung.
Pemko Dumai kini juga mengoptimalkan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terdapat di tengah pusat kota. Salah satunya yaitu Taman Bukit Gelanggang. Di lokasi ini masyarakat bisa menikmati kesegaran alam sambil bersantai dengan keluarga. Juga terdapat beberapa titik sarana olahraga yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Guna melengkapi fasilitas di lokasi itu, Pemerintah Kota Dumai tengah membangun kawasan “Kampoeng Kuliner”. Penataan yang dilakukan termasuk membuat bangunan permanen bagi para pedagang untuk menciptakan keindahan dan kenyamanan. Selama ini, lokasi tersebut memang digandrungi masyarakat untuk menikmati malam akhir pekan.
Pemerintah kota melalui Dinas Pariwisata Dumai bertekad menyulap kawasan yang sebelumnya kurang tertata dengan baik itu. Pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan bakal ditarik ke kios permanen yang sudah disediakan. Para pengunjung nantinya disediakan lokasi tempat santai yang luas.
“ Kampoeng Kuliner itu berada di Sebelah Barat Taman Bukit Gelanggang dan menghadap ke jalur dua Jalan Sudirman. Dari posisi kios hingga ke trotoar cukup luas. Itu akan kita paving block dan menjadi tempat duduk pengunjung,” ungkap Kadis Pariwisata Dumai, Reza Pahlevi, ST.
Penataan Taman Bukit Gelanggang juga akan dikonsep seperti hutan kota. Banyak pohon-pohon besar yang yang membuat suasana menjadi lebih rindang. Kawasan itu nantinya juga akan dibuat lebih menarik dengan pembuatan rumah-rumah pohon.
“ Di semua kota selalu bermasalah dengan air setiap tahunnya. Banjir saat hujan dan kekeringan saat kemarau. Dengan banyaknya pohon-pohon juga bisa sekaligus menjadi daerah resapan air,” ungkap Reza Pahlefi.
Reza menjelaskan, penataan Taman Bukit Gelanggang sebagai salah satu etalase kota nantinya akan terhubung langsung dengan kawasan Dumai Islamic Center yang lokasinya bersebelahan dan dibatasi oleh jalur dua Jalan Subrantas Kota Dumai. Selain itu juga terdapat beberapa perkantoran pemerintahan.
“ Kami sudah melaksanakan koordinasi dengan dinas atau instansi terkait, karena ini menyangkut dengan pembangunan yang tengah dikerjakan dalam menata wajah Kota Dumai agar lebih representatif dan indah,” ungkapnya.
Saat ini menurut Reza ada beberapa pekerjaan yang tengah digesa pengerjaannya agar bisa difungsikan menjelang akhir tahun 2021 ini. Diantaranya yakni “Kampoeng Kuliner” yang terdiri dari 40 kios permanen yang bisa ditempati pedagang nantinya. Diharapkan memasuki tahun baru 2022 mendatang juga bisa membawa semangat baru, energi baru, dan juga pemikiran baru. Muaranya berujung pada peningkatan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Dumai.
“ Penataan wajah kota tidak hanya pembangunan fisik semata. Tapi juga penataan sektor pelayanan publik. Wajah kota selalu berkaitan dengan beberapa aspek, antara lain manusia atau sosial, aspek ekonomi, aspek lingkungan mau pun aspek tata kelola birokrasi," terangnya sambil berharap dukungan dari segenap komponen masyarakat.
Terakhir disampaikan Reza Pahlefi pihaknya akan mendukung penuh program Walikota Dumai H Paisal, SKM, MARS dalam penataan wajah Kota Dumai dalam rangka mewujudkan Dumai Kota Idaman. Jika wajah kota tertata dengan baik dan nyaman, maka dapat menarik tingkat kunjungan wisatawan. Masyarakat juga diharapkan agar bersama-sama memelihara dan merawat kebersihan kawasan Taman Bukit Gelanggang.
“ Kita siap mendukung program dan kebijakan Walikota Dumai dalam rangka menciptakan keindahan dan kenyamanan melalui penataan wajah kota, khususnya kawasan Taman Bukit Gelanggang sebagai salah satu etalase Kota Dumai. Tentunya ini harus dilakukan bersama, dan tidak kalah pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang ada,” tutup Reza Pahlefi, ST.***