Pemerintah Kota Dumai terus bergerak cepat merespons pesatnya pertumbuhan kawasan industri dengan memperkuat sektor ketahanan pangan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemko Dumai secara resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Produktivitas Pertanian Kota Dumai, Kamis (21/05/26) di MaxOne Hotel Dumai.
WALIKOTA Dumai, H Paisal, SKM, MARS membuka langsung kegiatan strategis yang melibatkan perwakilan kelompok tani dari seluruh wilayah Kota Dumai. Dalam arahannya, H Paisal menegaskan sektor pertanian menempati posisi yang sangat strategis dalam menopang ekonomi daerah. Pertumbuhan masif di kawasan industri dan pelabuhan Dumai secara otomatis memicu ledakan permintaan pangan yang sangat besar.
" Pertanian bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan penentu tegaknya ekonomi daerah. Ini adalah peluang emas bagi para petani kita. Dumai memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok pangan utama di wilayah Sumatera, bahkan membuka peluang ekspor hortikultura ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura," ujar Walikota H. Paisal.
Pada kesempatan itu, Walikota H Paisal mengingatkan target besar tersebut tidak akan tercapai jika pola pertanian masih dilakukan secara konvensional. Saat ini, petani dihadapkan pada tantangan nyata, mulai dari fluktuasi harga, tingginya biaya produksi, penurunan kesuburan lahan akibat pupuk kimia, hingga minimnya minat generasi muda.
" Melalui Bimtek ini, Pemko Dumai mendorong perubahan paradigma total menuju sistem agribisnis modern yang berbasis teknologi dan orientasi pasar. Pertanian bukan lagi tentang cangkul dan lumpur. Akan tetapi tentang teknologi, data, pengelolaan pasar, dan keberanian untuk berubah. Kita harus bertransformasi menjadi agripreneur modern," tegas Walikota Dumai.
Sebagai langkah konkret, Pemko Dumai telah menyusun peta jalan pengembangan sektor pertanian berdasarkan potensi wilayah kecamatan:
Kecamatan Bukit Kapur:
Diarahkan sebagai sentra semangka dan palawija dengan dukungan teknologi irigasi modern dan penggunaan mulsa.
Kecamatan Medang Kampai:
Difokuskan pada pengembangan hortikultura (cabai, timun, nanas, dan gambas) melalui sistem greenhouse dan irigasi tetes.
Kecamatan Sungai Sembilan:
Diarahkan pada pengembangan sawit rakyat yang terintegrasi langsung dengan sektor peternakan.
Selain fokus pada produktivitas hulu, Pemko Dumai juga mendorong hilirisasi produk pascapanen. Komoditas seperti nanas diharapkan tidak lagi dijual mentah, melainkan diolah menjadi produk turunan bernilai jual tinggi seperti keripik, jus, selai, hingga dodol. Hilirisasi ini diyakini mampu meningkatkan nilai jual produk hingga dua kali lipat demi kesejahteraan petani.
Sementara Kepala DKPP Kota Dumai, Elywarti, SKM menjelaskan Bimtek yang dilaksanakan merupakan komitmen nyata dinas dalam mengimplementasikan kebijakan strategis Walikota Dumai di sektor ketahanan pangan.
" Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan kemampuan petani dalam mengelola usaha pertanian modern yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," jelas Elywarti.
Untuk memastikan transfer ilmu berjalan optimal, DKPP Kota Dumai menghadirkan 5 orang narasumber kompeten yang berasal dari kalangan akademisi serta perwakilan dunia usaha/perusahaan di Kota Dumai yang bergerak di bidang agribisnis. Jalannya diskusi dipandu langsung oleh Sekretaris DKPP Dumai, Agus Winarno selaku moderator.
Melalui standarisasi dan pelatihan ini, Pemko Dumai berharap dapat membangun sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, akademisi, dan sektor swasta demi mewujudkan visi besar Dumai sebagai pusat pertanian modern dan agribisnis pesisir Sumatera.(infotorial)
Penulis
: Faisal Sikumbang