Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XIX/Tuanku Tambusai, Brigjen TNI Rudi Hermawan, SE, MM melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Jembatan Garuda di Jalan M Saleh Kelurahan Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai. Kedatangan Kasdam bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang optimal, berkualitas serta tepat sasaran bagi masyarakat.
PEMBANGUNAN Jembatan Garuda sepanjang 44 meter yang menghubungkan Kelurahan Tanjung Penyembal dengan Kelurahan Basilam di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai mendapat perhatian khusus dari Komando Daerah Militer XIX/Tuanku Tambusai di Riau.
Saat ini tiang utama dan pondasi telah terpasang kuat sebagai struktur penting penopang jembatan. Pengerjaan jembatan yang dilakukan personil TNI AD tersebut progresnya sangat signifikan. Diharapkan dalam waktu dekat manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.
Peninjauan yang dilakukan Kasdam XIX/Tuanku Tambusai, Brigjen TNI Rudi Hermawan dalam rangka memastikan pembangunan berjalan sesuai target sekaligus melihat kondisi terkini di lapangan. Jembatan Garuda bagian dari upaya membantu masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang lebih baik dan bermanfaat dalam jangka panjang.
" Pembangunan Jembatan Garuda diharap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses transportasi dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan dengan baik dan hasilnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat," ujar Brigjen TNI, Rudi Hernawan, Rabu (03/06/26) kemarin.
Dalam kunjungannya Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI, Rudi Hermawan didampingi Kazidam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Czi Adang Purnama, Kakumdam XIX/Tuanku Tambusai Letkol Chk Raden Gustaman Wiradinata serta Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso, Danramil 03/Sungai Sembilan Kapten Inf Hendra Dharma dan personel Babinsa Koramil 03/Sungai Sembilan.
Sementara Dandim 0320/Dumai, Letkol Arm Herman Santoso, S.E., S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan kunjungan kerja Kasdam XIX/Tuanku Tambusai merupakan bentuk pengawasan sekaligus dukungan moril terhadap pelaksanaan pembangunan yang sedang berjalan.
" Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana, termasuk kualitas konstruksi. Selain itu, dengan kedatangan Kasdam XIX/Tuanku Tambusai tentunya juga menjadi penyemangat personil di lapangan," ujar Letkol Arm Herman Santoso.
Pada sisi lain, semangat gotong royong antara personel Koramil 03/Sungai Sembilan Kodim 0320/Dumai bersama masyarakat terus terlihat dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Jalan Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.
Meski harus berjibaku di bawah teriknya matahari dan kadang diguyur hujan, personel TNI AD bersama warga kompak mengerjakan pembangunan jembatan demi mempercepat terwujudnya akses penghubung. Selama ini, masyarakat setempat mengalami keterbatasan akses akibat terpisah aliran sungai dan kehadiran jembatan diharapkan mempermudah aktivitas warga serta membantu kelancaran mobilitas masyarakat. Terutama bagi anak-anak sekolah, petani, serta warga yang menjalankan aktivitas ekonomi.
“ Pembangunan jembatan bukan hanya tentang membangun infrastruktur, namun sekaligus membangun semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat. TNI akan terus hadir membantu kesulitan rakyat serta mendukung percepatan pembangunan di wilayah,” ungkap Danramil 03/SS, Kapten Inf Hendra Darma.
Salah seorang warga yang turut bergotong royong, Hasan mengaku bangga dapat bekerja bersama personel TNI AD dalam pembangunan jembatan tersebut.
" Kami sangat bersyukur dan bangga bisa bersama-sama dengan bapak TNI membangun jembatan ini. Semoga cepat selesai agar masyarakat lebih mudah beraktivitas,” ujar Hasan dengan senyum bahagia.
Program Jembatan Garuda (atau Jembatan Perintis Garuda) adalah inisiatif karya bakti dari TNI Angkatan Darat yang berfokus pada pembangunan dan pemulihan infrastruktur jembatan darurat, gantung, maupun modular di berbagai wilayah pelosok dan daerah terisolasi di Indonesia.
Program ini bertujuan untuk membuka keterisolasian desa, menghubungkan konektivitas antar-kecamatan, dan memperlancar mobilitas warga maupun distribusi hasil pertanian.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang