PHK Sepihak Security di PT Wilmar, LAMR Dumai Turun Tangan

Administrator Administrator
PHK Sepihak Security di PT Wilmar, LAMR Dumai Turun Tangan
Tenaga security PT Wilmar korban PHK sepihak mengadukan nasibnya ke LAMR Kota Dumai.
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai turut prihatin terhadap nasib belasan anak tempatan Dumai yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dari tenaga security di PT Wilmar Nabati Indonesia. Dalam waktu dekat, LAMR Dumai akan memanggil pihak managemen perusahaan. Selain itu Komisi I DPRD Dumai diminta agar tidak tinggal diam.

KETUA Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, Datuk Sri Drs H Zamhur Egap, MM menghimbau perusahaan yang beroperasi di Dumai agar menghormati kearifan lokal, termasuk memberikan peluang pekerjaan bagi anak tempatan. Terkait PHK sepihak terhadap belasan anak tempatan yang menjadi tenaga security sangat disayangkan sekali.

" Mereka yang diberhentikan itu sebelumnya juga sudah bekerja sebagai tenaga security disana. Tapi karena ada penggantian perusahaan penyedia jasa pengamanan di Wilmar dari PT Baruna ke PT GPN, mereka kemudian diberhentikan. Ini tentu sangat kita sayangkan, apalagi mereka yang diberhentikan itu semuanya anak tempatan," ujar Datuk Sri Zamhur Egap saat menerima kehadiran para tenaga security yang menjadi korban PHK, Jumat (03/01/25) tadi siang.

Datuk Sri Zamhur Egap yang saat itu juga didampingi Datuk Jailani dan Datuk Ahmad Khadafi menambahkan iklim investasi yang baik harus dijaga bersama. Pihaknya menghimbau para pihak agar saling menghargai dan menghormati. Untuk itu, dalam waktu dekat LAMR akan memanggil pihak PT Wilmar untuk mendengarkan penjelasan secara langsung.

" Kita dalam waktu dekat akan memanggil PT Wilmar untuk mengetahui duduk masalahnya. Termasuk PT Ganda Prabu Nusantara selaku perusahaan penyedia jasa keamanan," jelas Datuk Sri Zamhur Egap.

Pada kesempatan itu, Datuk Sri Zamhur Egap juga meminta Komisi I DPRD Kota Dumai dan Dinas Ketenagakerjaan bisa memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang terjadi.

" Kita minta Komisi I DPRD Dumai dan Dinas Ketenagakerjaan ikut memberikan perhatian terhadap persoalan yang ada. Semoga ada solusi terbaik," harap Datuk Sri Zamhur Egap.

Sebelumnya diberitakan, Panglima Tameng Adat LAMR Kota Dumai, Tengku Dedek Iskandar didampingi Sekretaris Riski Randa secara tegas menyampaikan PHK sepihak yang dilakukan PT Ganda Prabu Nusantara (GPN) selaku perusahaan pemenang tender jasa security di PT Wina Nabati Indonesia sangat disesalkan. Apalagi yang menjadi korban PHK merupakan anak-anak Dumai.

" Kapan perlu kita hitamkan lokasi PT Wilmar Dumai itu dengan pasukan Tameng Adat. Jangan seenaknya mereka membuang putra tempatan kelahiran Dumai. PT GPN selaku perusahaan penyedia jasa securty jangan berbuat sekehendak hati. Kita tidak melarang perusahaan berinvestasi, tapi jangan mendzalimi anak-anak negeri ini," tegas Tengku Dedek Iskandar dengan nada keras, Jumat (03/01/25) sore tadi.

Dipaparkan Tengku Dedek, PT Ganda Prabu Nusantara merupakan perusahaan security pemenang tender di PT Wilmar Nabati Indonesia menggantikan PT Bahana Naluri Nusantara (Banusa). Saat peralihan perusahaan, dari 36 orang tenaga security sebelumnya, hanya 14 orang yang kembali dipekerjakan.

" Sedangkan sisanya diberhentikan tanpa ada penjelasan. Kita minta PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Ganda Prabu Nusantara menghormati kearifan lokal. Kami dari Tameng Adat LAMR Dumai tidak akan mendiamkan persoalan yang menyangkut nasib anak-anak Dumai," tegas Tengku Dedek Iskandar.

Pada sisi lain, persoalan PHK sepihak yang dialami putra tempatan itu juga menyimpan catatan hitam. Diduga oknum perusahaan penyedia jasa security mengutip uang senilai Rp4 hingga Rp5 juta dari karyawan yang ingin bekerja. Hal itu disampaikan saat proses wawancara di Pekanbaru.

" Kita sudah memegang bukti pengiriman uang yang diminta oknum perusahaan. Selain itu juga ada bukti percakapan permintaan uang. Jika ini bagian dari Pungli, kita meminta aparat hukum untuk menindaklanjutinya," papar Tengku Dedek.(***)
Penulis
: Faisal Sikumbang

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers kupasberita.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online www.kupasberita.com Hubungi kami: redaksi@kupasberita.com
Berita Terkait
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html