Musorkot Luar Biasa KONI Dumai, Luar Biasa Gaduhnya

Administrator Administrator
Musorkot Luar Biasa KONI Dumai, Luar Biasa Gaduhnya
Faisal Sikumbang, Pemimpin Redaksi KupasBerita.Com

Tarik ulur yang terjadi jelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Dumai yang rencananya digelar pada tanggal 27 Agustus 2026 mendatang makin tajam. Belakangan muncul suara yang menginginkan agar agenda Musorkotlub ditunda. Alasannya keras, yakni dugaan terjadinya pelanggaran AD/ART KONI dan adanya indikasi panitia pelaksana memihak salah satu kandidat calon ketua.

HANYA Saja di sisi lain, pengurus KONI Kota Dumai membantah mentah-mentah seluruh tudingan tersebut. Mereka menegaskan Musorkotlub tetap akan berjalan sesuai jadwal demi menyelamatkan pembinaan olahraga di Dumai.

Tarikan dua kubu ini membuat Musorkotlub yang seharusnya menjadi forum konsolidasi, justru berubah menjadi arena pertarungan politik olahraga paling panas dalam 5 tahun terakhir ini.

Desakan penundaan berangkat dari proses seleksi Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) serta verifikasi peserta Musorkotlub yang dinilai tidak transparan. Tudingan paling tajam mengarah ke panitia pelaksana.

Sejumlah pihak menuding panitia terlalu dekat dengan salah satu kandidat yang saat ini menjabat sebagai pengurus inti KONI Dumai. Bentuknya, mulai dari akses data pemilih, pengaturan tempat dan waktu penjaringan, hingga distribusi undangan yang tidak merata.

Mereka meminta Musorkotlub ditunda minimal 30 hari untuk membentuk panitia independen dan melakukan verifikasi ulang peserta.

Namun, Pengurus KONI Kota Dumai menolak seluruh tudingan itu. Mereka menegaskan seluruh tahapan sudah sesuai AD/ART dan sudah dikomunikasikan ke KONI Provinsi Riau.

Terkait isu keberpihakan, hal itu dianggap sebagai “politisasi biasa menjelang Musorkotlub”. Panitia dipastikan telah bekerja profesional dan semua kandidat diberi ruang yang sama untuk sosialisasi.

Sementara KONI Provinsi Riau hingga opini ini ditulis belum mengeluarkan sikap resmi. Namun sumber internal menyebut KONI Riau meminta Dumai “menyelesaikan secara internal terlebih dahulu”.

Dilanjutkan Atau Ditunda, Siapa Untung ?

Di balik memanasnya situasi yang terjadi, tentunya ada sisi lain yang juga menarik untuk dicermati. Pelaksanaan Musorkotlub yang tetap dilanjutkan, atau ditunda tentu masing-masing memiliki konsekwensi.

Kandidat yang saat ini dekat dengan mesin KONI tentu diuntungkan jika Musorkotlub tetap dilanjutkan. Mereka mengantongi struktur, data cabor dan logistik. Dalam politik organisasi, yang menguasai administrasi biasanya punya peluang lebih tinggi.

Namun resikonya, jika prosesnya dipaksakan dan terbukti cacat, hasilnya bisa digugat. Pemenang yang terpilih justru akan memimpin dengan legitimasi yang lemah dan potensi konflik berkepanjangan.

Sedangkan penundaan tentunya bakal menguntungkan kelompok penantang kubu yang saat ini "menguasai" KONI. Penundaan memberi mereka waktu untuk konsolidasi, melengkapi berkas, dan menggalang dukungan.

Kandidat yang merasa kurang akses ke mesin organisasi, akan punya ruang untuk mengejar ketertinggalan. Namun penundaan bisa berakibat terganggunya program pembinaan, dana hibah berpotensi tertunda pencairannya, dan Dumai bisa kehilangan momentum persiapan Porprov Riau.

Waktu terus berjalan. Tenggat pencairan dana pembinaan triwulan III sudah di depan mata. Sementara, para atlet Dumai hanya bisa menunggu, siapa pun yang akhirnya memimpin.

Musorkot Luar Biasa KONI Dumai ini, memang luar biasa gaduhnya. Dan di Kota Dumai, pertanyaannya sekarang bukan lagi “kapan”, tapi “dengan cara apa” agar hasilnya tidak melahirkan luka baru di dunia olahraga.

Ahad, 23 Agustus 2026

Ditulis Oleh

Faisal Sikumbang

Pemred KupasBerita.Com

Penulis
: Administrator
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html