Viencent M Yusuf yang mendapat dorongan kuat maju menjadi Ketua KONI Dumai memastikan dirinya untuk tidak ikut bertarung pada Musorkotlub KONI Dumai yang diagendakan pada tanggal 27 Agustus 2026 mendatang. Keputusan itu diambilnya setelah mendengarkan sejumlah saran dan masukan serta sudah melalui pertimbangan yang matang.
BURSA Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai dipastikan kehilangan satu nama. Viencent M Yusuf yang sebelumnya sempat digadang-gadang memiliki peluang besar dan dukungan kuat, secara tegas menyatakan tidak akan melanjutkan tahapan proses pencalonannya.
" Setelah mendengarkan berbagai saran dan masukan, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan tahapan proses pencalonan. Kepada yang sudah bersimpati dan sempat memberikan dukungan, saya mengucapkan terimakasih," ujar Viencent M Yusuf kepada kupasberita.com, Ahad (16/08/26) tadi siang.
Keputusan yang diambil menjelang pengembalian formulir pendaftaran dan penyerahan kelengkapan berkas tersebut, menurut Viencent sudah melalui pertimbangan yang matang. Bukan karena tekanan dari pihak manapun.
" Tidak ada tekanan, ini sudah saya pertimbangkan dengan matang," ujar Viencent tanpa mengurai pertimbangan apa saja yang membuatnya mundur dari proses pencalonan.
Meski tidak maju, Viencent M Yusuf menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal perkembangan olahraga Dumai dari luar struktur kepengurusan KONI.
Viencent berharap, siapapun Ketua KONI Dumai yang terpilih nantinya mampu membangun ekosistem olahraga yang sehat, memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, memperhatikan kesejahteraan dan masa depan atlet, mendorong peningkatan kualitas pelatih serta organisasi cabang olahraga.
" Hal terpenting yakni mampu membawa olahraga menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan Kota Dumai," harap Viencent.
Dengan mundurnya Viencent, otomatis hanya menyisakan 3 nama lainnya yang bakal bertarung di arena pertarungan pemilihan Ketua KONI Dumai. Ketiga nama yang sudah mengambil formulir pendaftaran yakni, Johannes MP Tetelepta, Edison dan Abdul Kadir Jailani.
Mereka diberi waktu untuk mengembalikan formulir dan melengkapi berkas pendaftaran hingga tanggal 19 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB mendatang.
Sebelumnya gelombang dukungan terhadap Viencent Morgasini Yusuf maju sebagai Ketua KONI Kota Dumai sempat mengalir deras. Dukungan paling lantang datang dari Riski Kurniawan, mantan Wakil Ketua KONI Kota Dumai 2 periode sekaligus mantan Ketua KNPI Kota Dumai.
Riski Kurniawan Tidak setengah-setengah memberi restu. Ia menyebut Viencent satu-satunya nama yang bisa mengembalikan marwah olahraga Dumai.
" Saya yakin 1000 persen beliau bisa dan pasti berhasil. Sosok Viencent sangat layak mengembangkan dunia olahraga Kota Dumai," tegas Riski kepada media, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, keunggulan Viencent bukan hanya di atas kertas. Karakter dan cara berkomunikasi jadi nilai jual utama.
" Karakter beliau sangat bersahaja. Komunikasi, literasi, dan bahasanya baik. Ini modal untuk mengembalikan marwah dunia olahraga Kota Dumai," ujarnya.
Hal sama juga diungkapkan salah seorang pelatih cabang olahraga yang secara lantang menyebutkan Viencent M Yusuf bukan orang baru di dunia olahraga..
“ Yang kita butuh sekarang bukan sekadar pengurus, tapi nahkoda yang paham perubahan zaman. Vincent sudah membuktikan itu lewat kerja nyata di e-sport, boxing, dan kickboxer,” ujar salah satu pelatih cabang olahraga di Dumai.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang