Plt Ketua KONI Dumai Mencalonkan Diri, Riski: Buka Data Cabor, Netralitas TPP Diuji

Administrator Administrator
Plt Ketua KONI Dumai Mencalonkan Diri, Riski: Buka Data Cabor, Netralitas TPP Diuji
Riski Kurniawan TS, ST, MIP
Jelang Musyawarah Olahraga Kota Luarbiasa (Musorkotlub) KONI Kota Dumai, aroma keberpihakan mulai tercium. Dugaan itu bukan tanpa alasan. Apalagi Plt Ketua KONI Kota Dumai saat ini ikut mencalonkan diri. Di titik inilah netralitas pengurus maupun Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI dipertaruhkan.

RISKI Kurniawan TS, ST, MIP, mantan Wakil Ketua KONI Dumai mendesak Tim TPP Musorkotlub segera membuka seluruh data Cabang Olahraga (Cabor) ke publik. Bukan menunggu detik-detik hari H.

“ Pengurus hari ini atau TPP Musorkotlub yang ditunjuk wajib membuka data Cabor yang bergabung di KONI kepada publik dan para kandidat. Jangan bukanya saat hari H Musorkotlub nanti. Itu sama saja bohong dan terkesan memang sengaja diseting untuk memenangkan salah satu kandidat,” tegas Riski Kurniawan, Kamis (20/08/26).

Menurut Riski, menutup akses data Cabor, jumlah atlet, dan hak suara sama dengan mematikan demokrasi di rumah besar olahraga Dumai. Keterbukaan sejak awal adalah kunci agar kontestasi tidak berubah jadi transaksi dan akal-akalan.

Desakan ini ditegaskan Riski Kurniawan punya landasan hukum kuat. UU No 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan Pasal 24 mewajibkan organisasi olahraga menjunjung prinsip demokratis, transparan, dan akuntabel. AD/ART KONI juga mengamanatkan pengurus bersikap netral dan melayani semua Cabor tanpa diskriminasi menjelang Musda.

“ KONI itu rumah besar semua Cabor. Jangan sampai jadi alat kepentingan satu kelompok. Buka data sekarang, biar semua kandidat dan Cabor bisa mempersiapkan diri dengan baik,” papar Riski.

Terakhir disampaikan Riski Kurniawan, jika TPP dan pengurus KONI masih memilih bungkam, maka publik berhak curiga. Musorkotlub bukan lagi forum memilih pemimpin, melainkan panggung pengesahan pemenang yang sudah disiapkan.

" Pertanyaannya sederhana, KONI Dumai mau jujur atau mau main kucing-kucingan dengan data," tutup Riski Kurniawan.

Adanya kejanggalan dalam pelaksanaan Musorkotlub KONI Dumai ini sebelumnya juga sempat disuarakan Muhammad Aderman, pengurus salah satu Cabor pemilik suara sah di KONI Dumai.

Menurutnya, TPP yang saat ini berjalan tidak sah karena tidak dibentuk melalui mekanisme yang benar. Berdasarkan Pasal 37 AD/ART KONI Tahun 2026, TPP hanya bisa dibentuk melalui Forum Musyawarah Kerja Kota (Muskerkot) atau Musyawarah Kerja Kota Khusus (Muserkotsus).

Faktanya, kata Aderman, yang terjadi di KONI Dumai hanyalah "rapat dadakan" yang tiba-tiba dinaikkan statusnya menjadi Forum Rakor.

" Apalagi hanya sebatas rapat yang tiba-tiba menjadi Forum Rakor. KONI Dumai harusnya taat terhadap AD ART KONI. Bagaimana mau tertib dan maju jika di awal saja sudah mengangkangi aturan yang ada," tegas Aderman kepada media, Ahad (16/08/26).

Bagi Aderman, AD/ART adalah "kitab suci" organisasi. Melanggarnya di tahap awal sama saja menanam bom waktu untuk konflik di masa depan.

"Jangan dipaksakan Musorkotlub sepanjang belum mengikuti aturan yang ada. AD/ART itu kitab sucinya organisasi. Kalau itu dilanggar, sampai ke depannya bakal memicu persoalan," ujarnya.

Ketika aturan dasar diinjak sejak awal, dikatakan Aderman kepemimpinan yang lahir dari proses itu akan kehilangan legitimasi. Keputusan-keputusan setelahnya akan selalu dibayangi gugatan. Anggaran, pembinaan atlet, hingga distribusi bantuan, semua bisa dipersoalkan karena "rahimnya" cacat.

" Musorkotlub seharusnya menjadi ruang koreksi dan perbaikan. Tapi dengan TPP yang terbentuk tidak sah, jadwal yang dipersingkat, dan sosialisasi yang disembunyikan, Musorkotlub justru berpotensi menjadi ajang konsolidasi kekuatan lama untuk mempertahankan kursi," papar Muhammad Aderman.

Kritik juga datang dari Anggota DPRD Dumai, H Hasrizal. Ia menyoroti kinerja TPP yang dinilai tidak bekerja maksimal. Buktinya, sosialisasi minim dan jadwal pengambilan formulir pendaftaran Calon Ketua hanya dibuka 2 hari.

" Sosialisasi yang dilakukan TPP KONI Dumai tidak maksimal. Banyak yang tidak tahu, dan jadwal pengambilan formulir hanya 2 hari. Kita perlu pertanyakan juga kinerja TPP yang ditunjuk itu. Kita minta agar pendaftaran dan pengambilan formulir dibuka kembali," tegas Hasrizal.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html