Wawancara Kepala UPT Perparkiran, M Hamidi

Administrator Administrator
Wawancara Kepala UPT Perparkiran, M Hamidi
H Hamidi,

Ditengah kesibukan pelaksanaan tugas di lapangan, Kepala UPT Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Dumai, M Hamidi meluangkan waktu untuk wawancara khusus bersama Koran Kupas. Banyak hal yang disampaikan, termasuk program dan peluang pendapatan daerah.

Berikut petikan Wawancara Khusus Kepala UPT Perparkiran M Hamidi dengan Koran Kupas :

Selamat siang, apa kabar Anda hari ini ?

Alhamdulillah baik. Sedikit terlambat dari janji wawancara kita, karena tadi ada rapat bersama Plt Kadis Perhubungan. Apa kira-kira yang mau disampaikan (sambil tersenyum)

Bagaimana Anda menyikapi amanah yang diberikan selaku Kepala UPT Perparkiran ?

Tentunya ini menjadi sebuah tantangan. Apalagi selain memastikan berjalan baiknya pelaksanaan Tupoksi, kita juga punya beban terkait target pendapatan daerah. Artinya, dalam mengemban tugas kedepan tentunya harus mampu memberikan kinerja yang baik melalui program-program terarah. Semoga amanah ini bisa saya laksanakan dengan baik, dan saya akan berupaya bekerja maksimal.

Pasca penerapan E Money di Terminal Barang yang dilaunching Walikota Dumai beberapa waktu lalu , apa dampak positif yang dirasakan ?

Sebagai Kepala UPT Perparkiran saya merasakan banyak dampak positifnya. Saatnya kondisi Terminal barang itu sangat jauh berbeda, terutama dari sisi pendapatannya. Selain itu anggota-anggota yang ada juga terkoordinir dengan baik.

Sejauhmana perubahannya dan sebesar apa peningkatan pendapatannya ?

Dibanding yang lama, perubahannya sekitar 60 persen. Pada tahun-tahun sebelumnya mungkin sekitar 18 milyar rupiah, atau setiap bulannya sekitar 1,2 hingga 1,3 milyar rupiah. Setelah penerapan E-Money kurang lebih 2 milyar rupiah perbulan.

Selama pelaksanaan E Money ada tidak kendala yang dihadapi ?

Karena ini baru diterapkan, tentu ada beberapa kendala. Namun disitulah peranan kita dituntut untuk mampu mengelola dan menyelesaikannya dengan baik. Misalnya keluh kesah supir dan lainnya yang tidak terbiasa dengan penggunaan E-Money. Untuk mengejar trip kadang tidak sempat mengisi kartu mereka.

Berapa target pendapatan retribusi yang ingin dicapai pada tahun 2022 mendatang di Terminal Barang?

Target kita sekitar 27 milyar rupiah. Dan pada tahun 2021 ini sekitar 22 milyar rupiah.

Diluar Terminal Barang titik mana lagi yang memiliki potensi pendapatan daerah melalui retribusi parkir ?

Untuk UPT Perparkiran ada sekitar 3 titik lagi. Rawa Panjang dan 2 di Bukit Timah. Untuk masing-masing pos itu sekitar 250 juta perbulan. Dan nantinya juga termasuk di Pos Pelintung yang baru buka dengan target pendapatan sekitar 60 juta rupiah setiap bulannya.

Berapa jumlah personil yang bertugas di lapangan ?

Untuk keseluruhan berjumlah sekitar 112 orang honorer ditambah 18 orang PNS yang terbagi di beberapa titik yang ada.

Apa terobosan lain yang akan dilakukan kedepan ?

Kita akan lebih kepada pengawasan di lapangan terhadap personil yang bertugas. Tidak kalah pentingnya juga bagaimana menciptakan kenyamanan dan keamanan mereka dalam bekerja. Dengan begitu diharapkan terbangun rasa tanggungjawab dalam pelaksanaan tugas serta tercipta kinerja maksimal

Dari pencapaian pendapatan yang sangat signifikan pasca penerapan E Money, apakah ada reward yang diterima oleh petugas di lapangan ?

Kalau itu tergantung pimpinan (hahahaha). Kami orang lapangan ini mengikut saja, dan sampai sejauh ini belum ada. Mudah-mudahan ini bisa jadi perhatian pimpinan. Apalagi resiko kerjanya lumayan berat.(**)

Penulis
: Faisal Sikumbang

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers kupasberita.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online www.kupasberita.com Hubungi kami: redaksi@kupasberita.com
Berita Terkait
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html