Ketua Komisi III DPRD Dumai, Hasrizal menumpahkan kekesalannya terhadap arogansi PT Pelindo (Persero) Regional I Dumai. Menurutnya, Pelindo Dumai bisa dianggap sebagai penjahat lingkungan yang telah merugikan masyarakat tempatan. Pihaknya juga menegaskan dinas maupun instansi terkait lainnya agar tidak bersikap lunak lagi terhadap Pelindo Dumai.
RAPAT Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Dumai menindaklanjuti hasil Turun Lapangan (Turlap) ke Kawasan Pelindo Dumai sempat berjalan lumayan panas, Selasa (16/12/25) mulai pukul 10.00 WIB tadi pagi.
Apalagi GM Pelindo Dumai, Jonathan Ginting dan Kepala KSOP Dumai, Capt Diaz yang diundang tidak menghadiri kegiatan tersebut. Padahal kedua pihak itu paling terkait dengan pembahasan yang dilakukan. Mereka hanya mengutus staf masing-masing untuk mengikuti pertemuan.
" Sebenarnya pertemuan ini mau saya batalkan karena GM Pelindo maupun Kepala KSOP Dumai hanya mengutus staf yang tidak berkompeten mengambil keputusan. Namun karena pertemuan ini dihadiri oleh pihak BWSS III Riau yang datang jauh-jauh dari Pekanbaru, tidak enak juga kalau tidak dilanjutkan. Saya minta perwakilan Pelindo maupun KSOP untuk melaporkan hasil pertemuan ini kepada pimpinannya masing-masing," tegas Wakil Ketua DPRD Dumai, H Johannes MP Tetelepta, SH, MM dengan nada sedikit kecewa.
Lebih lanjut disampaikan Politisi Partai Gerindra yang akrab disapa dengan panggilan Aci itu, mesti ada pembahasan lanjutan yang bisa menghasilkan sebuah keputusan.
" Hubungi pimpinan Anda, kapan waktunya," perintah Aci.
Staf Pelindo Dumai yang hadir saat itu, usai menghubungi pimpinannya, mengaku GM Pelindo Dumai siap hadir pada hari, Kamis (18/12/25) lusa.
" Hari Kamis lusa Pak GM siap hadir Pak," ujarnya dihadapan forum rapat.
Sedangkan Ketua Komisi III DPRD Dumai, H Hasrizal dihadapan Forum Rapat Dengar Pendapat secara tegas menyampaikan Pelindo Dumai bisa dicap sebagai penjahat lingkungan.
" Seolah-olah mereka itu negara dan memonopoli. Jangankan masyarakat, DPRD saja tidak pernah mau didengar," tegas Hasrizal menggelegar dan membuat suasana langsung panas.
Ditegaskan Hasrizal, jangan ada yang mau dikasih "angin surga" lagi oleh Pelindo. Pihak BWSS III Riau perlu tahu bahwa Pelindo merupakan perusak lingkungan. Hal itu tak perlu ditutup-tutupi dan mesti dibuka kepada publik.
" Bapak dari BWSS, Pelindo ini perusak
alam. Tak perlu kita tutup tutupi. Memang ada anak sungai yang mereka timbun. Mereka melakukan reklamasi. Mereka tidak akan merasakan dampak buruk lingkungan. Habis masa tugas Dumai mereka tinggalkan. Kami di Dumai ini yang menanggung akibatnya," papar Politisi PAN yang dikenal vokal ini.
Hasrizal meminta BWSS III Riau agar fokus dalam membantu kerja-kerja positif untuk kepentingan masyarakat. Saat ini ada kawasan yang menjadi "kampung hantu" akibat bangunannya rusak karena sering terendam banjir.
" Pelindo Dumai pernah mengakui mereka menimbun 5 anak sungai dan diganti dengan 8 drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Belum lagi saluran air yang di atasnya berdiri bangunan gudang dan tanki timbun. Kondisi ini harus disikapi secara serius. Anggap ini amal jariah bagi Pak Daniel (BWSS III Riau). Tak ada gunanya Pelindo ini bagi masyarakat Dumai," beber Hasrizal.
Hasrizal meminta Staf Pelindo Dumai yang hadir agar menyampaikan pernyataannya tersebut kepada petinggi Pelindo di Dumai maupun Medan. Selain itu pihaknya juga secara tegas meminta OPD terkait di Pemko Dumai bersikap tegas terhadap Pelindo.
" Sampaikan apa yang saya sampaikan ini kepada GM Pelindo Dumai, termasuk Direksi di Medan. Mereka jangan main-main lagi. Saya juga meminta OPD terkait, hari ini ada Kadis PUPR, Kadis Pertanahan dan Tata Ruang, Kadis Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup, jangan lunak-lunak dengan Pelindo itu. Kalau mereka (Pelindo,red) salah, katakan salah. Jangan mau diatur-atur. Terutama Lingkungan Hidup, jangan diam saja," ujar Hasrizal.
Sementara perwakilan GM Pelindo Dumai yang menghadiri RDP pada kesempatan itu menyampaikan pasca agenda turun lapangan (Turlap) Lintas Komisi DPRD Dumai ke kawasan Pelindo, pihaknya sudah membangun pintu air di sekitar bibir pantai. Selain itu saat ini sedang berlangsung pembersihan parit atau drainase yang berada di dalam kawasan Pelindo Dumai.
" Kami sudah bangun pintu air dan membersihkan parit. Kami setuju penyampaian Pak Farid (Kadis Petaru, Muhammad Mufarizal,red) dan pihak BWSS untuk melihat data primer dan sekunder. Kami tunduk dan patuh dengan aturan yang ada," ujar Staf Pelindo Dumai.
Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin H Johannes MP Tetelepta itu dihadiri Lintas Komisi DPRD Dumai, Aliansi Rakyat Untuk Keadilan, Perwakilan GM PT Pelindo Dumai, Perwakilan Kepala KSOP Dumai, Kepala BWSS III Riau, Kepala Dinas PUPR Dumai, Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Dumai, Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Kabid Dinas Lingkungan Hidup Dumai dan Kapolres Dumai diwakili Kapolsek KP3, AKP Hardianto.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang