Perusahaan Saling Buang Badan, DLH Telusuri Cairan Limbah di Laut Dumai

Administrator Administrator
Perusahaan Saling Buang Badan, DLH Telusuri Cairan Limbah di Laut Dumai
Yuda Pratama Putra, Kadis DLH Kota Dumai
Cairan berwarna hijau di perairan Laut Dumai yang diduga kuat berasal dari limbah perusahaan bakal ditelusuri oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai. Saat ini sejumlah perusahaan masih saling buang badan. Cairan itu sendiri pertama kali terlihat saat air pasang di kawasan pelabuhan PT Meredan Sejati Surya Plantation (MSSP). Namun anak perusahaan First Resources Grup membantah cairan itu berasal dari lokasi mereka.

KEPALA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai, Yuda Pratama Putra, S.STP menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus cairan diduga limbah di perairan laut Dumai. Hal ini guna memastikan status cairan dan dampaknya terhadap lingkungan.

" Kita akan turunkan tim untuk memastikan dan memeriksa cairan itu. Termasuk pengambilan sampel dan lainnya," ujar Yuda Pratama Putra kepada media, Rabu (28/02/26).

Menurut Yuda dikutip dari sekilasriau, pengambilan sampel untuk kepentingan uji laboratorium. Selain itu pihaknya juga akan menelusuri sumber cairan yang diduga limbah tersebut.

" Kami meminta perusahaan-perusahaan di sekitar kawasan pelabuhan agar kooperatif dan transparan apabila mengetahui adanya sumber tumpahan. Jangan sampai ada yang menutup-nutupi," tegas Yuda Pratama Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Kasatpol PP Dumai ini.

Pada sisi lain, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Riau sebagaimana diberitakan tribunriau meminta Pemerintah dan penegak hukum agar segera melakukan pemeriksaan terkait temuan cairan hijau di perairan Dumai pada, Selasa (27/1/26) sore.

" Temuan cairan hijau di perairan Dumai harus ditindaklanjuti segera. Pemerintah dan penegak hukum harus segera melakukan pemeriksaan,” ujar Direktur Eksekutif Daerah WALHI Riau, Eko Yunanda, Rabu (28/01/26).

Apabila ditemukan limbah yang mencemari laut, lanjut Eko, pihaknya meminta penegak hukum untuk memberikan sanksi tegas terhadap pelaku penjahat lingkungan.

Terkait dugaan pencemaran laut itu juga sempat mengarah ke perusahaan PT Agro Murni. Namun pihak PT Agro Murni juga membantah dengan keras.

" Lokasi perusahaan kami sangat jauh dari titik penemuan limbah," ujar C Rambe kepada sekilasriau.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html