Razia Hiburan Malam Jangan "Hangat-hangat Tahi Ayam"

Administrator Administrator
Razia Hiburan Malam Jangan "Hangat-hangat Tahi Ayam"
Foto: instagram satpolppdumai_official
Sejak beberapa waktu belakangan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai tampak lumayan agresif melakukan penertiban lokasi hiburan malam. Hal ini menjadi pemandangan yang sudah lama tak tampak di lapangan. Pasca menggantikan Yuda Pratama Putra sebagai Kasatpol PP, Eko Wardoyo langsung tancap gas. Banyak pihak berharap razia yang dilakukan bukan hanya sebatas "hangat-hangat tahi ayam". Apalagi jika tujuannya untuk negoisasi "jatah bulanan".

SEPAK TERJANG Mantan Kepala Kesbangpol Dumai, Eko Wardoyo yang kini menjabat sebagai Kasatpol PP Dumai lumayan garang terhadap lokasi hiburan malam. Seluruh tempat hiburan di datangi tanpa pilih kasih. Targetnya memastikan bahwa tidak ada satupun pengelola melanggar jam operasional sebagaimana aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.

" Kita melihat Satpol PP hari ini luar biasa. Tidak ada kompromi, hiburan malam yang membandel langsung didatangi. Semoga ini bisa dilakukan secara berkelanjutan. Zaman Kasatpol PP sebelumnya bisa dikatakan operasi serupa tak pernah dilakukan. Kita patut beri aplus kepada Kasatpol PP Dumai yang baru," ujar Pemerhati Sosial, Adrian Hadi kepada Kupas Media Grup, Jumat (23/01/26).

Hanya saja di tengah pujian tersebut, dikatakan Adrian Hadi juga ada yang meragukan keseriusan dan komitmen Satpol PP Dumai untuk secara bersungguh-sungguh menertibkan hiburan malam di Dumai. Apalagi aktivitas di tempat hiburan malam kabarnya kembali berjalan pasca operasi penertiban yang dilakukan.

" Begitu petugas pergi, mereka beraktivitas lagi. Kita berharap razia yang dilakukan bukan sebatas menjadi pencitraan Satpol PP semata. Apalagi jika tujuannya untuk mengatur "uang setoran". Namun kita yakin Kasatpol PP yang baru tidak begitu orangnya," ungkap Adrian Hadi.

Terkait asumsi negatif itu, menurut Adrian Hadi bisa dilihat dari aktivitas hiburan malam pasca operasi yang dilakukan oleh Satpol PP. Jika pihak pengelola tetap buka melebihi jam operasional yang sudah ditetapkan, maka keseriusan polisi penegak Perda itu patut diragukan.

" Gampang saja mengukurnya. Kalau tempat hiburan itu masih melanggar jam operasional pasca operasi penertiban yang dilakukan, maka patut diduga ada apa-apa antara Satpol PP dengan pihak pengelola," ujar Adrian Hadi sambil tertawa.

Sementara Kasatpol PP Dumai, Eko Wardoyo saat dihubungi menegaskan tidak ada proses negoisasi dan kepentingan lain dibalik operasi penertiban yang dilakukan.

" Ini murni penegakan Perda, tidak ada negoisasi dan kepentingan lain. Untuk karaoke jam operasionalnya hingga pukul 12 malam, sedangkan Pub hingga pukul 01 dinihari. Lewat jam itu wajib tutup," tegas Eko Wardoyo, Jumat (23/01/26) tadi siang.

Menyikapi informasi kegiatan hiburan malam tetap berjalan usai razia yang dilakukan, Eko Wardoyo mengaku pihaknya tidak bisa juga melakukan pengawasan secara terus menerus.

" Tidak mungkin juga kita mengawasinya 24 jam," dalih Eko Wardoyo.

Namun pihaknya menegaskan akan terus memantau aktivitas hiburan malam. Jika kedepannya masih ada yang melanggar jam operasional, pihaknya akan memanggil pengelola untuk membuat pernyataan.

" Setelah mereka membuat pernyataan tapi masih melanggar, tindakan tegas pasti kita lakukan," ujar Eko Wardoyo.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html