Ada Nama "Pemain Rupat" Dibalik Pengiriman 26 PMI Ilegal ke Malaysia

Administrator Administrator
Ada Nama "Pemain Rupat" Dibalik Pengiriman 26 PMI Ilegal ke Malaysia
PMI Non Prosedural saat berada di Polsek Sungai Sembilan Kota Dumai.
Keberangkatan 26 orang tujuan negara Malaysia yang berhasil digagalkan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bersama Polsek Sungai Sembilan membuka sedikit tabir gelap praktik pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural. Sedikitnya ada belasan agen penampung PMI Ilegal yang beroperasi di Kota Dumai. Pemain lama dari Pulau Rupat berinisial, SLH diduga ikut terlibat dalam sindikat pengiriman PMI Ilegal tersebut.

BERAGAM Informasi dan spekulasi publik berkembang pasca digagalkannya keberangkatan 26 PMI Ilegal yang melintas di Kecamatan Sungai Sembilan serta diamankannya 3 orang supir berinisial JS, MT dan AP pada, Rabu (14/01/26) dinihari lalu.

Sorotan mulai mengarah pada pengungkapan "aktor" dibalik praktik pengiriman PMI Ilegal tersebut. Hal itu dianggap penting dalam rangka membongkar jaringan sindikat pengiriman orang secara ilegal ke luar negeri.

Praktisi Hukum, Johanda Saputra menegaskan praktik yang terjadi menunjukkan pola perdagangan orang dan penyelundupan pekerja migran yang terorganisir. Para korban dijanjikan pekerjaan, namun justru ditempatkan pada situasi yang sangat rentan terhadap eksploitasi.

" Kita berharap pihak kepolisian Dumai benar-benar mengusut tuntas dan memberantas perdagangan manusia ini. Selama ini Dumai seolah menjadi surga bagi para pelaku karena akses keluar masuk ke Malaysia relatif mudah,” tegas Johanda Saputra, SH kepada media belum lama ini.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, keberangkatan 26 PMI Ilegal tujuan Malaysia itu kabarnya dikoordinir oleh seorang pemain lama berinisial SLH yang bermukim di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis.

Para agen atau pemain PMI Ilegal berkoordinasi dengan SLH untuk jadwal keberangkatan ke Malaysia. Termasuk kebutuhan transportasi darat maupun laut yang akan digunakan.

Setelah mendapat kepastian jadwal, para PMI Ilegal selanjutnya diberangkatkan dengan mobil sewa menuju titik pantai yang sebelumnya sudah di informasikan.

" 26 orang itu bisa jadi berasal dari sejumlah agen penampungan yang ada di Dumai. Setelah mereka mendapat informasi jadwal keberangkatan dari SLH, para PMI Non Prosedural itu kemudian diantar menggunakan mobil carteran ke lokasi atau titik pantai yang sudah ditentukan. Selanjutnya diberangkatkan menggunakan speedboat yang sudah menunggu di pantai" ujar salah seorang sumber, Senin (19/01/26).

Lebih lanjut disampaikan sumber yang meminta dirahasiakan identitasnya ini, fokus penegakan hukum seharusnya diarahkan kepada para agen yang menerima setoran dana dari para PMI ilegal.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, nilai setoran bervariasi, berkisar antara Rp 4juta hingga Rp5 juta per orang. Saat ini dikabarkan tidak kurang terdapat belasan agen penampungan PMI Ilegal yang "bermain" di Kota Dumai.

“ Para agen penerima uang harus dikejar. Di situlah kunci utama untuk membongkar jaringan ini secara menyeluruh. Praktik pengiriman PMI Ilegal melalui Dumai ini sudah berulang kali terjadi, kadang lewat Sungai Sembilan atau Selinsing,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Rinardi menyampaikan pengiriman 26 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) secara ilegal berhasil digagalkan berkat sinergi Kementerian P2MI bersama Polres Dumai, Rabu (14/01/26) dinihari.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari kecurigaan petugas terhadap 3 unit mobil yang melintas di wilayah Polsek Sungai Sembilan. Kecurigaan itu terbukti dimana saat dilakukan pemeriksaan terhadap satu unit mobil Toyota Fortuner ternyata membawa 8 orang perempuan. Selanjutnya dalam mobil minibus membawa 17 orang dan mobil Sigra membawa 1.

" Total ada 26 calon pekerja migran yang berhasil diamankan. Mereka hendak diberangkatkan secara non prosedural menuju Malaysia,” ujar Rinardi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/01/26).(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html