Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Dumai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pelaksanaan proyek peningkatan Jalan Soekarno-Hatta senilai kurang lebih Rp19 milyar. Selama pertemuan, sejumlah persoalan menjadi topik pembahasan, Rabu (07/10/26) mulai pukul 09.30 WIB.
RAPAT Dengar Pendapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Dumai, H Hasrizal didampingi Ketua DPRD, Agus Miswandi dan Wakil Ketua DPRD, H Johannes MP Tetelepta.
Selain itu juga tampak hadir Anggota Komisi III DPRD Dumai, yakni Luhut Harianja (PDIP), Rendi Firdaus (Golkar), Ismun (Golkar), Khairunnas (PKB), M Ibrahim (PKS), Antonius Nainggolan (Perindo) dan Yohannes Orlando Panjaitan (PDIP).
Sementara dari Pemko Dumai hadir Kadis PU, Riau Satrya Alamsyah didampingi Kabid Bina Marga, Yomi Idriansyah serta Nicholas selaku Pimpinan PT Cakrawala Monica Abadi dan Ketua Prodi Teknik Sipil ITB Riau Pesisir Kota Dumai.
Selama pertemuan, banyak persoalan yang mengemuka dan menjadi topik pembahasan. Termasuk menyangkut kualitas pekerjaan serta pengawasan agar proyek yang dananya bersumber dari APBD Dumai TA 2026 itu benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
" Proyek pembangunan ini menggunakan uang rakyat. Tidak boleh dikerjakan dengan asal-asalan. Kita akan minta pihak terkait dan kontraktor pelaksana untuk menjelaskan dalam forum RDP yang kita gelar pagi ini," ujar Ketua Komisi III, H Hasrizal dalam Forum RDP, Rabu (07/10/28).
Menyangkut adanya keretakan di sejumlah titik yang ditemukan saat agenda Turlap DPRD Dumai belum lama ini, Kadis PU Dumai Riau Satrya Alamsyah memaparkan pihaknya sudah melakukan pendataan dan disesuaikan spesifikasi di Bina Marga yakni retak ringan, retak sedang, dan retak berat.
" Jika terjadi retak berat, itu dilakukan pembongkaran atau melalui penyuntikan. Segala sesuatunya nanti kami diskusikan dengan tenaga ahli atau akademisi. Kalau memang wajib bongkar, tentu mesti dilakukan. Kita baru bayar uang muka, dan progres pekerjaan sekarang sudah 75 persen," jelas Kadis PU Dumai, Riau Satrya Alamsyah.
Pernyataan itu juga diperkuat oleh Kabid Bina Marga PU Dumai, Yomi Idriansyah yang menegaskan pihaknya mengacu pada hasil uji lab untuk memastikan kualitas pekerjaan.
" Pengujian tidak dilakukan pada satu lab saja, tapi beberapa sebagai pembanding. Itu dilakukan untuk memastikan hasil dan kualitas yang baik," ujar Yomi Idriansyah.
Sedangkan Akademisi, H Soni Aditya Putra, ST menyampaikan penyebab keretakan kemungkinan akibat kontur kepadatan tanah. Sebagaimana diketahui, pekerjaan jalan itu dengan membongkar tanah dasar yang tentu mempengaruhi kepadatan tanah. Mestinya jalan lama tidak dibongkar karena bisa dimanfaatkan untuk pondasi.
Selain itu, pengecoran yang dilakukan pada malam hari serta faktor cuaca hujan membuat hasilnya tidak sempurna. Ditambah lagi akibat getaran tanah saat mobil bertonase berat lewat di samping proyek yang sedang dikerjakan.
Pimpinan PT Cakrawala Monica Abadi, Nicholas selaku rekanan pelaksana proyek pada kesempatan itu menyampaikan rasa terimakasih atas sejumlah saran serta masukan selama RDP berlangsung. Pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
" Terimakasih atas sejumlah saran maupun pandangan yang bisa menjadi masukan berharga bagi kami untuk kedepannya. Memang ada beberapa kendala, tapi kami sudah lakukan penanganan serta berkoordinasi dengan BPJN maupun Dinas PU Dumai untuk menjamin jalan bisa berfungsi dengan baik," ujar Nicholas.
Ketua DPRD Dumai, Agus Miswandi yang turut hadir saat pertemuan juga menyampaikan terimakasih atas terlaksananya RDP yang diinisiasi oleh Komisi III DPRD Dumai.
" RDP yang dilaksanakan hari ini adalah dalam rangka menindaklanjuti hasil Turlap Komisi III belum lama ini. Dan sejatinya, inilah salah satu Tupoksi legislatif, yakni turut melakukan pengawasan. Tujuannya bagaimana uang rakyat yang digunakan untuk pembangunan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Agus Miswandi.(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang