Bezuk Ikhsan Ramadhan di RSUD, Tim Dinas Sosial Dumai Lakukan Pendampingan

Administrator Administrator
Bezuk Ikhsan Ramadhan di RSUD, Tim Dinas Sosial Dumai Lakukan Pendampingan
ROMBONGAN Tim Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat turun langsung membezuk dan melihat kondisi rumah yang ditempati Ikhsan Ramadhan bersama neneknya, Senin (12/10/26) tadi pagi.
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Dumai memberikan perhatian khusus terhadap Ikhsan Ramadhan, anak yatim piatu berusia 10 tahun yang saat ini tengah menjalani pengobatan infeksi hati di IRNA C Lantai III RSUD dr Suhatman, MARS Kota Dumai. Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Ikhsan juga harus menghadapi keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan.

ROMBONGAN Tim Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat turun langsung membezuk dan melihat kondisi rumah yang ditempati Ikhsan Ramadhan bersama neneknya, Senin (12/10/26) tadi pagi.

Adapun pihak yang terlibat dalam melakukan respon terdiri dari JF Pensos Ahli Muda Dian Ekawati, Pendamping Rehasos Nora Lisda, Pendamping PKH Multisari Fatra, TKSK Jefri, Lurah Purnama Amrianis, Kapus Dumai Barat dr Diana Rabia, Bhabinkamtibmas Hendra, Polpp Faisal dan Ketua RT 002 Rusli.

Berdasarkan hasil asesmen pendamping rehabilitasi sosial bersama JF Pensos Ahli Muda serta pendamping PKH dan TKSK, diperoleh gambaran Nuraisah (76 tahun) adalah seorang lanjut usia yang sehari-hari mengurus 3 (tiga) orang cucu yatim piatu.

Pada tahun 2024 Dinsos PM Kota Dumai pernah turun ke rumah Nuraisah dan cucunya serta menawarkan agar cucu-cucunya kembali melanjutkan pendidikan (PSPA / Panti Sosial Pengasuhan Anak) milik Dinsos Riau. Namun saat itu Nuraisah menolak dengan alasan tidak bisa berada jauh dari cucu-cucunya.

Nuraisah merupakan penerima PKH tahun 2023 akhir hingga awal 2025 penyaluran melalui pos. Namun saat migrasi ke atm penyaluran melalui BRI, data exclude ( KKS Tidak terdistribusi) dikarenakan hasil dtsen merupakan pemadanan data dr kemensos dan bank BRI.

Untuk biaya makan sehari hari lansia dibantu oleh anak-anak dan masyarakat sekitar lingkungan dan Ketua RT. Setelah dilakukan Pengecekan DTSEN, diketahui bahwa lansia tersebut termasuk dalam desil 1, mendapatkan bantuan BPJS Kesehatan PBI.

Pada saat melakukan respon kasus dan penjangkauan ke rumah Nuraisah, pendamping dan Dinsos PM Kota Dumai juga telah menginput data Nuraisah melalui Perlinsos untuk usulan bantuan (namun menunggu verifikasi dari kemensos untuk tindak lanjut usulan tersebut).

Pada kesempatan itu, ⁠juga diberikan bantuan pemenuhan hidup layak berupa beras sebanyak 10 kg, gula 2 kg, ikan kaleng 2 kaleng, mie instan 1 kotak, teh 2 bungkus, minyak goreng 2 liter, roti/kue kering .

Untuk langkah lebih lanjut, Nuraisah bakal diusulkan sebagai penerima bantuan PKH atau BPNT karena saat ini tinggal di rumah sangat sederhana dan merawat 3 (tiga) orang cucu yatim piatu. Selain itu, Ikhsan Ramadhan akan mendapatkan perawatan dan pengobatan intensif di RSUD Kota Dumai sampai benar-benar pulih dan dapat kembali pulang keasuhan keluarga.

Sementara Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Dumai, drg Hermiyati menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal proses pendampingan.

Pendamping sosial di lapangan terus melakukan koordinasi untuk memproses persoalan administrasi bantuan sekaligus mengupayakan langkah terbaik bagi keluarga tersebut.

Hanya saja menurut Hermiyati persoalan yang dihadapi keluarga Ibu Lansia Nuraisah tidak dapat diselesaikan sendiri oleh DinsosPM.

" Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami juga memerlukan kehadiran OPD terkait lainnya untuk membantu. Selain itu, peran aktif RT, pihak kelurahan dan kecamatan sangat dibutuhkan agar bantuan dapat diberikan secara komprehensif,” ujar Hermiyati.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html