Kakanim Dumai, Ruhiyat M Tolib Terima Penghargaan di "Panggung Nasional"

Administrator Administrator
Kakanim Dumai, Ruhiyat M Tolib Terima Penghargaan di "Panggung Nasional"
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Ruhiyat Muhammad Tolib menerima penghargaan dari Dirjen Imigrasi Kemen Imipas RI Hendarsam Marantoko. Foto:Antara
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Dumai, Ruhiyat M Tolib, naik ke panggung menerima piagam penghargaan. Bukan penghargaan seremonial. Tapi penghargaan atas pengungkapan kasus yang paling sulit dan paling sensitif di dunia keimigrasian, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

PENGHARGAAN Tersebut diserahkan oleh Dirjen Imigrasi Kemen Imipas RI, Hendarsam Marantoko pada forum nasional, yakni Rapat Koordinasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Rakorwasdakim) di Bandung, pada 13-15 Oktober 2026.

Rakorwasdakim merupakan forum paling bergengsi di Direktorat Jenderal Imigrasi. Di sinilah seluruh Kakanim se-Indonesia dikumpulkan, dievaluasi, dan diuji integritasnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi dan evaluasi bagi jajaran keimigrasian dalam menghadapi tantangan pengawasan, khususnya berkaitan dengan potensi tindak pidana perdagangan orang dan penyelundupan manusia.

Dan penghargaan diberikan kepada Dumai di forum integritas ini. Artinya, integritas jajaran Imigrasi Dumai diakui nasional. Tantangan pengawasan TPPO dan TPPM itu tidak mudah.

Modusnya licik, jaringannya internasional, korbannya warga asing yang tidak punya dokumen. Banyak Kanim yang ragu menindak karena sensitif. Tapi Dumai di bawah komando Ruhiyat M Tolib berani.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut menunjukkan pentingnya pelaksanaan pengawasan keimigrasian yang profesional, terukur, dan berintegritas.

Melalui koordinasi dan sinergi baik, jajaran Imigrasi diharap mampu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus pelanggaran serta memperkuat upaya pencegahan dan penindakan tindak pidana berkaitan dengan keimigrasian.

" Capaian ini mencerminkan komitmen jajaran Imigrasi Dumai dalam melaksanakan pengawasan keimigrasian serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran hukum keimigrasian sesuai dengan ketentuan berlaku," kata Tolib dalam keterangan, Rabu (14/10/26).

Penghargaan yang diterima merupakan bentuk apresiasi atas upaya dan kinerja jajaran Imigrasi Dumai dalam mengungkap kasus TPPO dan TPPM yang melibatkan 32 warga negara asal Myanmar dan Bangladesh.

Angka 32 itu bukan angka kecil. Itu adalah 32 nyawa manusia yang diduga menjadi korban perdagangan dan penyelundupan. 32 orang yang melintas di perairan Dumai, yang kalau tidak diawasi dengan ketat oleh Imigrasi Dumai, bisa jadi korban eksploitasi, bisa jadi pintu masuk kejahatan transnasional.

" Kantor Imigrasi Dumai berharap bisa terus berkontribusi dalam mewujudkan pengawasan dan penindakan keimigrasian yang efektif, akuntabel, serta responsif terhadap dinamika permasalahan keimigrasian," papar Kepala Kantor Imigrasi Dumai Ruhiyat M Tolib.

Dumai adalah pintu masuk Selat Malaka. Kalau Imigrasi Dumai lemah, penyelundupan manusia akan masuk lewat Dumai. Dengan mengungkap 32 WNA Myanmar-Bangladesh, Kakanim Ruhiyat Tolib sesungguhnya sedang menjaga kedaulatan negara.

Komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan penindakan yang efektif, akuntabel, responsif adalah komitmen untuk memastikan tidak ada satu pun manusia yang diperdagangkan lewat Dumai.

Penghargaan dari Bandung adalah motivasi untuk mempertahankan integritas dan meningkatkan profesionalisme demi penegakan hukum. Piagam yang diterima bukan hanya untuk Kantor Imigrasi Dumai, namun untuk Kota Dumai yang beranda depannya dijaga dengan profesional, terukur, dan berintegritas.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html