Kejaksaan Negeri Dumai mulai mengintensifkan pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Moduler Operation Theater (MOT) di RSUD dr Suhatman, MARS yang diperkirakan merugikan uang negara hingga belasan milyar rupiah. Pasca dinaikkannya status kasus dari penyelidikan ke tahap penyidikan, sejumlah pejabat RSUD Dumai, termasuk pihak terkait lainnya mulai diperiksa ulang oleh kejaksaan.
BELASAN Miliar. Bukan jutaan. Belasan miliar uang negara yang seharusnya jadi ruang operasi modular canggih untuk menyelamatkan nyawa warga Dumai, diduga dikorupsi.
Selama ini status kasusnya penyelidikan. Artinya masih mencari apakah ada pidana. Sekarang naik ke penyidikan. Artinya pidana korupsinya sudah ditemukan. Tinggal cari siapa pelakunya.
Dan Kejari Dumai mulai intensifkan pemeriksaan ulang. Pejabat RSUD Dumai dipanggil lagi. Pihak terkait dipanggil lagi. Rekanan dipanggil lagi.
" Statusnya sudah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan. Tahap ini mengarah untuk penetapan tersangka. Sejumlah pihak yang pernah diperiksa, akan dipanggil kembali untuk pemeriksaan ulang. Selain pejabat terkait di RSUD, termasuk pihak rekanan," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Sigit Waseso, SH, MH melalui Kasi Intel, Carles Aprianto, SH, MH kepada kupasberita.com, Kamis (15/10/26) kemarin.
Status naik penyidikan. Tahap ini mengarah untuk penetapan tersangka. Kalimat pendek, tapi tajam. Tidak ada lagi "dugaan". Ini sudah mengarah ke penetapan tersangka. Sejumlah pihak yang pernah diperiksa, akan dipanggil kembali untuk pemeriksaan ulang.
Pemeriksaan ulang artinya sama dengan pendalaman. Pendalaman untuk mencari peran masing-masing dalam kasus dugaan korupsi itu.
Hanya saja, pada kesempatan itu Carles Aprianto enggan buka suara terkait siapa saja pihak-pihak, atau pejabat RSUD Dumai yang berpotensi menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan MOT tersebut.
" Pasti bakal ada tersangkanya. Namun kita belum bisa buka sekarang. Nanti mereka bakal kita periksa ulang dulu. Pokoknya begitu penetapan tersangka, kita pasti lakukan ekspos," tegas Carles Aprianto.
Menurut Carles Aprianto, terdapat sekitar 25 nama yang bakal dipanggil untuk menjalani pemeriksaan ulang. Kendati jumlah personil di kejaksaan sangat terbatas, namun penuntasan kasus itu masuk skala prioritas.
Pada sisi lain, penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara ditaksir mencapai belasan miliar rupiah itu sudah berjalan 1 tahun lebih.
Perkara ini semula ditangani Kejati Riau, dan kemudian dilimpahkan ke Kejari Dumai. Sebanyak 8 orang pejabat maupun staf di RSUD Dumai, termasuk Direktur PT Hetech Nusantara, Hanif Faddini selaku rekanan pelaksana proyek sebelumnya sudah dipanggil dan dimintai keterangan.
Kasus ini bukan kasus kaleng-kaleng. Ini kasus besar yang butuh waktu lama karena jejaknya panjang. Taring Kejaksaan Negeri Dumai sepertinya benar-benar diuji dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi di RSUD dr Suhatman MARS Kota Dumai. Ini akan menjadi pertaruhan nama baik institusi, apalagi kasus itu mendapat perhatian luas di tengah masyarakat.
Kejaksaan wajib mempertajam "penciumannya" agar mampu mengendus setiap potensi tindak pidana korupsi. Apalagi informasinya terdapat aliran uang miliaran rupiah ke sejumlah pihak. Kejaksaan tentunya tidak boleh berleha-leha, apalagi sampai berkompromi dengan mereka pelaku "maling uang negara".
Berdasarkan data sirup.lkpp.go.id tertera paket Belanja Modal Alat Kedokteran Bedah-MOT dengan Pagu 14.000.000.000 pada Februari 2024 serta paket MOT tanpa pendan alkes dengan Pagu 5.800.000.000 pada Maret 2025.
Pada dua tahun anggaran sebelumnya, Pemko Dumai juga menganggarkan pengadaan MOT untuk RSUD Dumai. Masing-masing APBD 2022 dan 2023 dengan nilai yang dikabarkan mencapai puluhan milyar rupiah untuk 5 Modular Operating Theatre (MOT) di RSUD dr Suhatman, MARS Kota Dumai.
Masyarakat butuh jawaban cepat, bukan janji ekspos nanti. Taring Kejari Dumai di bawah Kajari baru, Sigit Waseso benar-benar diuji di sini.
Sekarang bola ada di Kejari Dumai. Personil terbatas, tapi kasus ini skala prioritas. Aliran miliaran sudah terendus, tinggal dibuktikan. Siapa tersangka MOT RSUD dr Suhatman MARS yang maling belasan miliar uang negara ?.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang