Namanya Ikhsan Ramadan. Umurnya baru 10 tahun dengan status yatim piatu. Ketika anak lain sibuk minta uang jajan, main bola sore, dan pilih bekal sekolah, Ikhsan sibuk melawan infeksi hati di RSUD Dumai. Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Ikhsan juga harus menghadapi keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan.
IKHSAN RAMADHAN Tinggal bersama neneknya di Gang Stel, RT 02, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau. Alamat yang seharusnya sudah lama ada di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial Kota Dumai.
Hendra Isolihin, tokoh pemuda di daerah setempat menyampaikan kondisi Ikhsan pada, Ahad (11/10/26).
Hendra dikutip dari catatanriau.com mengaku prihatin melihat kondisi Ikhsan yang harus berjuang melawan penyakit di usianya yang masih belia.
Menurutnya, perhatian dan bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar Ikhsan mendapatkan perawatan yang layak.
" Anak ini tinggal bersama neneknya. Kami berharap ada yang peduli, ada dermawan yang mau membantu," ungkap Hendra dengan nada haru.
Keprihatinan serupa disampaikan Ketua RT 02, Rusly yang menjelaskan bahwa Ikhsan mengalami infeksi hati dan memiliki riwayat autisme sehingga membutuhkan perhatian serta pendampingan khusus.
"Anak ini menderita infeksi hati karena pola makannya tidak teratur. Ia juga memiliki riwayat autis," ujar Rusly.
Persoalan yang dihadapi Ikhsan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Rusly turut menyoroti kondisi rumah yang selama ini ditempati Ikhsan bersama neneknya.
Menurutnya, rumah tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai tidak layak huni. Terlebih, lahan tempat bangunan itu berdiri bukan milik keluarga, melainkan masih menumpang di tanah milik orang lain.
" Rumahnya sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Tanah yang mereka tempati pun masih menumpang di tanah orang lain," tambah Rusly.
Rumah tidak layak huni dan tanah numpang itu bukan kondisi yang muncul tiba-tiba pada hari ini. Kondisinya sudah menahun. Bertahun-tahun Ikhsan dan neneknya hidup di rumah memprihatinkan, di tanah orang lain di Gang Stel RT 02 Purnama.
Lalu di mana program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) Dinas Sosial. Di mana program bantuan permakanan, PKH, BPNT, dan bantuan untuk anak yatim piatu.
Jika RT 02 tahu, tokoh pemuda tahu, warga Purnama tahu, bahwa ada anak yatim piatu 10 tahun autis tinggal di rumah tidak layak huni di tanah numpang, kenapa Dinas Sosial tidak tahu. Atau jangan-jangan ada yang salah dalam sistem pendataan selama ini.
Anak dengan riwayat autisme dan yatim piatu adalah kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang paling prioritas untuk didampingi. Harusnya sudah ada pendampingan khusus, pemenuhan gizi, dan rujukan medis sejak lama. Bukan setelah infeksi hati dan terbaring di RSUD.
Melihat kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Kota Dumai melalui dinas sosial, dinas kesehatan, serta instansi terkait dapat segera melakukan peninjauan dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan Ikhsan.
Bantuan yang tidak hanya berupa dukungan untuk pengobatan, tetapi juga pendampingan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, serta perhatian terhadap kondisi tempat tinggalnya.
Penanganan yang berkelanjutan dinilai penting agar Ikhsan tidak hanya memperoleh perawatan selama berada di rumah sakit, tetapi juga mendapatkan dukungan setelah menjalani pengobatan.
Koordinasi antara pihak rumah sakit, pemerintah daerah, pekerja sosial, dan keluarga yang merawatnya diperlukan untuk memastikan kebutuhan anak tersebut dapat teridentifikasi dan ditangani dengan tepat.
Kisah Ikhsan Ramadan bukan semata potret pilu yang menyentuh hati, tapi juga menjadi cermin kinerja Dinas Sosial Kota Dumai.
Kisah Ikhsan menjadi pengingat bahwa anak-anak yang kehilangan kedua orang tua dan hidup dalam keterbatasan membutuhkan perhatian bersama.
Warga berharap kepedulian terhadap Ikhsan tidak berhenti pada rasa iba. Langkah nyata dari pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat membantu meringankan beban yang dihadapi anak tersebut beserta neneknya.
Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, Ikhsan masih memiliki kesempatan untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik.
Dukungan terhadap kesehatan, kebutuhan dasar, dan tempat tinggal yang layak menjadi hal penting agar ia dapat menjalani kehidupannya dengan lebih aman dan bermartabat.
Langkah nyata itu harus dimulai dari Dinas Sosial Kota Dumai. Hari ini juga, bukan besok. Turun ke Gang Stel RT 02 Purnama. Lihat rumahnya yang memprihatinkan itu. Temui neneknya.
Asesmen Ikhsan yang autis dan infeksi hati itu. Masukkan dalam DTKS jika belum. Berikan PKH Anak Yatim, BPNT, bantuan permakanan, rujuk ke program RTLH, dan dampingi dengan pekerja sosial.
Ikhsan tidak butuh iba. Ikhsan butuh negara hadir di Gang Stel, sebelum infeksi hatinya semakin parah. Sebelum rumah tidak layak huninya roboh. Dan negara itu, bernama Dinas Sosial Kota Dumai.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang