Waspada Kabut Asap, Kadiskes Dumai dr Syaiful: Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Administrator Administrator
Waspada Kabut Asap, Kadiskes Dumai dr Syaiful: Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr Syaiful, MKM.
Hasil data pemantauan IQAir pada 7 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Kota Dumai menyentuh angka 102 atau masuk dalam kategori Tidak Sehat. Masyarakat dihimbau agar menggunakan masker, atau mengurangi aktivitas di luar ruangan.

KEPALA Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr Syaiful, MKM mengingatkan masyarakat agar membatasi kegiatan di luar ruangan jika tidak terlalu mendesak. Terutama saat kualitas udara memburuk atau kabut asap sedang tebal.

Jika mengalami gejala seperti sesak napas, batuk persisten, iritasi mata, atau nyeri dada, masyarakat diminta segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

" Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, wajib memakai masker standar, seperti masker bedah atau N95/PM2.5. Untuk kelompok rentan seperti lansia, balita dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah," ujar dr Syaiful, Rabu (07/10/26) pagi.

Langkah tersebut penting dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko paparan udara buruk yang dapat memicu gangguan kesehatan.

" Perbanyak minum air putih serta menjaga daya tahan tubuh. Jika mengalami gejala dari paparan kabut asap, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.,” kata dr Syaiful

Pada kesempatan itu, dr Syaiful meminta Puskesmas meningkatkan pemantauan harian terhadap kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pneumonia, asma, PPOK, iritasi mata serta keluhan kesehatan lainnya yang berkaitan dengan paparan asap.

" Kita minta agar Puskesmas melakukan deteksi dini terhadap peningkatan kasus dan segera melaporkannya kepada Dinas Kesehatan apabila ditemukan kenaikan yang signifikan. Termasuk memetakan kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak kabut asap, terutama bayi dan balita, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta penderita asma, PPOK, penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya," kata dr. Syaiful

Puskesmas juga diminta memperkuat pencatatan dan pemantauan kasus penyakit yang diduga berkaitan dengan kabut asap serta melaporkan perkembangan kondisi kesehatan masyarakat secara berkala atau setiap hari apabila situasi memburuk.(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html