Polda Riau Kantongi Sejumlah Nama Pemasok Narkoba Asal Malaysia

Administrator Administrator
Polda Riau Kantongi Sejumlah Nama Pemasok Narkoba Asal Malaysia
KAPOLDA Riau, Irjen Pol Arman Achdiat
Sudah bukan rahasia, wilayah Pesisir Riau merupakan pintu masuk narkoba dari Malaysia melalui seputaran Dumai, Rupat, Bengkalis, dan lainnya. Saat ini pihak kepolisian telah memetakan pola pergerakan jaringan internasional tersebut. Selain itu, sejumlah nama juga telah dikantongi untuk didalami guna mengungkap jaringan pemasok narkotika tersebut.

KAPOLDA Riau, Irjen Pol Arman Achdiat menyampaikan dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 34.965,91 gram atau sekitar 34,9 kilogram di wilayah Bengkalis, pihaknya masih melakukan pengembangan kasus yang diduga melibatkan jaringan internasional.

" Kita telah memetakan pola pergerakan jaringan internasional tersebut. Selain itu, sejumlah nama juga telah dikantongi untuk didalami guna mengungkap jaringan pemasok narkotika," tegas Irjen Pol Arman Achdiat saat kegiatan Konferensi Pers di Aula Tribrata Lantai 5 Mapolda Riau, Selasa (27/10/26).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi, Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Riau Dwijo Muryono, serta perwakilan BNNP Riau.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Riau dibantu Bea Cukai mengungkap peredaran sabu asal Malaysia seberat 34,9 kilogram. Lima orang tersangka ditangkap.

Barang bukti tersebut ditaksir bernilai Rp62,9 miliar. Dengan gagalnya peredaran narkotika itu, berhasil menyelamatkan 175 ribu jiwa.

Arman mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari program quick wins yang diperintahkan Kapolri, khususnya melalui Operasi Sarang Narkoba. Riau menjadi salah satu pintu masuk narkoba yang jadi prioritas.

Pengungkapan ini ditegaskan Arman sekaligus menjadi alasan bagi kepolisian untuk memperkuat penindakan dan menutup jalur masuk narkoba dari wilayah timur Riau. Pihaknya berharap ada upaya bersama untuk menghentikan jalur keluar narkotika dari wilayah Malaysia, khususnya di bagian barat Selat Malaka.

“ Saya nyatakan perang, khusus narkoba tidak ada ampun buat Riau,” tegasnya.

Sabu seberat 34,9 kilogram tersebut rencananya diedarkan ke wilayah Riau, Medan, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Selatan (Sumsel). Arman menegaskan, penyidik masih mendalami perkara tersebut untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat, termasuk jaringan di Malaysia.

Selain penindakan, Polda Riau menyiapkan langkah pencegahan dengan membentuk satuan tugas yang akan ditempatkan di sejumlah sekolah. Program ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan BNN dan BNN Provinsi Riau, terutama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Arman juga menekankan pentingnya sinergi kepolisian, Bea Cukai, BNN, pemerintah provinsi, Forkopimda, dan masyarakat dalam memberantas peredaran narkotika.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html