Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 pada tanggal 22 Oktober menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan dan kontribusi para santri serta ulama dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Lebih dari itu, Hari Santri juga menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam meneruskan perjuangan bangsa melalui pendidikan, pengabdian, dan pembentukan karakter yang berlandaskan akhlak mulia.
DIREKTUR Utama PT Pelabuhan Dumai Berseri (Perseroda), Lukman, S.E., M.IP., menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026 sekaligus mengajak generasi muda dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai keagamaan, menjaga persatuan, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan daerah.
" Santri merupakan bagian penting dari kekuatan bangsa. Dengan bekal ilmu agama, pendidikan, kedisiplinan, serta semangat pengabdian, para santri diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan budaya bangsa," ujar Lukman kepada media, Jumat (23/10/26).
Menurut Lukman, perkembangan teknologi dan arus globalisasi saat ini menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan yang lebih luas. Baik dalam bidang pendidikan, keterampilan, maupun penguasaan teknologi.
Namun, kemajuan tersebut harus tetap diimbangi dengan keimanan, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.
" Generasi muda adalah harapan masa depan bangsa. Karena itu, anak-anak muda termasuk para santri, harus terus meningkatkan ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, menjaga akhlak, serta menanamkan semangat cinta Tanah Air," jelas Lukman.
Lukman menegaskan, generasi yang diinginkan bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Generasi atau santri yang tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri di berbagai bidang.
Santri memiliki kesempatan yang sama untuk berperan dalam dunia pendidikan, ekonomi, sosial, teknologi, hingga kepemimpinan. Dengan semakin terbukanya akses terhadap pendidikan dan informasi, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan kualitas diri.
Santri juga diharapkan dapat menjadi pelopor dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, toleran, berpendidikan, dan memiliki daya saing. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, seperti perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, serta derasnya arus informasi, karakter dan kemampuan berpikir kritis menjadi hal yang sangat penting.
Nilai-nilai yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan pesantren, seperti kedisiplinan, kesederhanaan, kemandirian, penghormatan kepada guru, dan semangat menuntut ilmu, dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui nilai-nilai tersebut, para santri diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat luas.
Selain memberikan perhatian kepada generasi muda, Lukman juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Hari Santri Nasional sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan semangat gotong royong.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.
Lukman berharap generasi muda Dumai dapat mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan. Mereka perlu dibekali pendidikan yang memadai, keterampilan yang relevan, serta karakter yang kuat agar mampu menghadapi persaingan dan memanfaatkan peluang di masa depan.
" Peringatan Hari Santri Nasional 2026 hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi yang unggul secara intelektual, kokoh secara moral, dan memiliki kepedulian sosial," tutup Lukman, SE, MIP.(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang