Massa Bakar Lokasi Hiburan Malam, 19 Orang Tewas di Sorong Papua

Administrator Administrator
Massa Bakar Lokasi Hiburan Malam, 19 Orang Tewas di Sorong Papua
Aparat Kepolisian melakukan pengamanan pasca bentrok yang berujung pembakaran tempat hiburan malam di Sorong Papua

Aksi saling serang antara 2 kelompok warga Sorong Papua menggunakan parang, panah dan bom molotov mengakibatkan 18 orang pengunjung lokasi hiburan malam Double O Sorong tewas terbakar dan 1 orang meninggal akibat bentrokan, Selasa (25/01/22) dinihari.

SUASANA di tempat hiburan malam Double O Sorong mendadak heboh. Dua kelompok massa saling serang menggunakan senjata tajam. Tidak hanya itu, massa juga membakar mobil yang sedang terparkir serta bangunan Double O Sorong.

Pengunjung yang berada di dalam sontak panik. Apalagi kobaran api menyala cepat dan melalap bangunan. Beberapa pengunjung langsung berlarian keluar. Namun juga tidak sedikit yang terjebak dan meregang nyawa karena terbakar api.

Kabag Ops Polres Sorong Kota, Kompol Edward Panjaitan dikutip dari TribunPapuaBarat.com awalnya mengatakan korban terbakar di Double O Kota Sorong, Papua Barat, bertambah menjadi 17 orang. Korban telah di bawa ke RSUD Sele Be Solu Sorong menggunakan tiga mobil ambulans dan dikawal oleh dua unit kendaraan patroli Polres Sorong Kota. Polisi sedang melakukan olah TKP di tempat hiburan malam Double O Sorong, Papua Barat.

“ Dokkes Polres Sorong Kota telah mengevakuasi 17 jenazah, mereka di lantai dua Double O Sorong," kata Panjaitan.

Lebih lanjut, Panjaitan mengatakan, pihaknya akan melakukan penyidikan terhadap 17 jenazah tersebut. Keseluruhan jenazah yang ditemukan di lokasi kebakaran, tidak ada ditemukan sama sekali identitas mereka.

“ Saat ini Polres Sorong Kota masih mencari identitas dan mengecek keluarga dari warga sekitar. Semua korban terbakar ini ditemukan di satu lokasi, yakni di lantai dua Double O Sorong," imbuhnya.

Berdasarkan laporan Jurnalis KompasTV, Flora Batlayeri, bentrokan berawal dari kesalahpahaman antar-dua kelompok yang terjadi, Sabtu (22/1/2022) malam lalu.

" Karena termakan informasi tidak benar, kemudian, kedua kubu saling menyerang pada Senin malam dan berlanjut hingga Selasa subuh dini hari. Massa yang terlibat bentrok juga membakar satu tempat hiburan malam dan mengakibatkan 17 orang meninggal dunia," ujarnya.

Sementara Karo Penmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, SH, MH, Msi menjelaskan akibat kejadian tersebut total 19 orang meninggal dunia. 1 orang meninggal dunia karena bentrok dan 18 orang meninggal dunia yang diduga terbakar di tempat hiburan malam.

Polda Papua Barat berserta jajaran langsung berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk mencegah tidak ada aksi balasan atau aksi lainnya.

“ Serta telah melakukan pertemuan kepada perwakilan kedua kelompok yang bertikai. Tujuannya untuk mencegah serta tidak melakukan aksi apapun di ketentuan aturan hukum yang berlaku,” ungkap Ahmad Ramadhan.

Sampai dengan saat ini Polri masih melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi dan menggelar olah TKP guna memproses tuntas kasus kejadian ini. Selain itu juga melakukam penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap aktor intelektual dan pelaku dari 2 kelompok masyarakat tersebut.***

Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html