Dari kemarin ingin menulis. Namun, jari-jemari ini seakan tak mampu mengetik. Sahabatku Syafrizal Bin Mohd Kirak, aku bersaksi engkau orang baik. Dirimu pulang menghadap Allah usai Bulan Suci Ramadhan, dan ketika sedang melaksanakan puasa enam di bulan Syawal. Begitu teduh wajahmu saat dimandikan dan dikafankan. Kami berduka, selamat jalan kawan...
AHAD (05/03/26) pukul 01.30 WIB dinihari, telepon selulerku berdering. Istriku terbangun dan menjawab panggilan masuk. Terdengar suara putri almarhum yang mengabarkan ayahnya tak sadarkan diri setelah jatuh dari tempat tidur. Dinihari itu juga almarhum dibawa ke RS Awal Bros Dumai.
Seketika istriku membangunkan aku dan menyampaikan kabar itu. Kami langsung bersiap-siap menuju ke rumah sakit. Namun 15 menit kemudian, telpon seluler kembali berdering. Kali ini putri almarhum sambil terisak mengabarkan ayahnya sudah meninggal dunia.
Kabar itu membuat sekujur tubuh ku lemas. Aku terduduk. Tak menyangka janji Allah akan berlaku secepat itu. Kullu nafsin za ikaatul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan mati.
Kami dan anak-anak bergegas menuju ke rumah sakit. Dinihari itu benar-benar diselimuti suasana sedih dan haru. Tangis pecah tak dapat dibendung, kami semua berkabung. Tubuh almarhum terbujur kaku di ruang IGD.
Masih terngiang suara almarhum saat aku hubungi siangnya, Sabtu (04/03/26) ba'da dzuhur. Saya bersama Bobi Erlanda mengajaknya untuk makan siang bersama.
" Lanjutlah, ambo (saya,red) puaso 6. Alah (sudah) dua hari. Salam dengan Bobi yo, malamlah kito ngopi," ujar almarhum Bang Syaf.
Suaranya masih seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda sedang sakit. Ada hal lain juga yang kami bicarakan. Dan kami saling tertawa. Ternyata siang itu, menjadi komunikasi kami untuk terakhir kalinya. Dinihari kabar duka terdengar. Innalillahi wainna ilaihi raji'un. Almarhum yang lahir di Dumai, 1 April 1972 berpulang dalam usia 54 Tahun.
Raungan sirine mobil ambulance memecah keheningan. Rumah duka di Jalan Gunung Leuser Bumi Ayu Kota Dumai tampak ramai. Tenda terpasang, dan kursi tersusun. Kaum kerabat, tetangga dan teman-teman tampak berdatangan. Usai sholat subuh, lantunan Surat Yasin yang dibaca jamaah masjid terdengar di kediaman almarhum.
Saat pelaksanaan fardhu kifayah, memandikan dan mengkafankan jenazah, suasana di rumah duka makin ramai. Suasana kesedihan tidak hanya dirasakan keluarga, namun juga teman-teman dekat almarhum. Termasuk mantan Walikota Dumai, H Zulkifki AS bersama istri yang datang pagi itu. Juga tampak Datuk Timo Kipda dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Pelepasan jenazah dari rumah duka dilakukan Wakil Walikota Dumai, Sugiyarto. Sebelumnya, beliau turut menyaksikan proses pengafanan jenazah, dan ikut menenangkan anak-anak almarhum yang larut dalam kesedihan.
" Sedih boleh, tapi jangan larut dalam kesedihan. Harus kuat dan sabar. Istighfar, baca shalawat. Doakan ayahnya," ujar Sugiyarto mengingatkan anak-anak almarhum.
Dari rumah duka, jenazah almarhum kemudian dibawa ke Masjid Al Hijriyah Bumi Ayu untuk disholatkan ba'da Dzuhur. Jama'ah yang mensholatkan terlihat sangat ramai. Selain masyarakat setempat, juga tampak tokoh agama dan tokoh pemuda, teman-teman almarhum serta para pimpinan media dan wartawan di Dumai.
Termasuk ikut mensholatkan yakni Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS, Anggota DPRD Riau dr H Sunaryo (mantan Wakil Walikota Dumai), Kepala Dinas Kesehatan dr Syaiful, MKN, Kepala Dinas Perhubungan Said Effendi, SE, MM dan lainnya. Sholat jenazah diimami oleh putra almarhum, Sultan Al Khair. Usai di sholatkan, selanjutnya jenazah dibawa ke TPU di Bukit Cahaya untuk dikebumikan.
Bambang Prayetno, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai yang turut memberikan sambutan saat pelepasan jenazah menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian almarhum.
" Kami mewakili PWI dan atas nama pribadi, turut berdukacita yang mendalam atas kepergian Abang kami Syafrizal, ketua PWI Dumai Periode 2011 - 2013. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik, khususnya di Dumai. Dedikasi, integritas, dan karya-karya yang telah ditinggalkan akan selalu dikenang. Semoga Husnul Khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Bambang Prayetno, SH.
Kenangan bersama almarhum juga disampaikan wartawan senior di Dumai, Kambali yang pernah menjabat Ketua PWI Dumai periode 2013-2016 dan 2016-2019.
" Di mata saya beliau orang yang sangat baik. Kami menjalani karir di dunia jurnalistik di Dumai hampir bersamaan di pertengahan tahun 2000. Sama-sama di Koran Suara Kita (terakhir berganti menjadi Suara Riau). Beliau juga menjadi reporter dan perwakilan Tabloid Azzam," ungkap Kambali.
Kambali mengaku banyak kenangan bersama almarhum semasa awal dirinya tinggal di Dumai. Sebagai anak Dumai, almarhum banyak mengenalkan dirinya dengan narasumber serta sering memberikan gagasan liputan dan lainnya.
" Di awal menjadi wartawan masa itu, ekonomi saya cukup sulit. Beliau jugalah yang banyak membantu. Bahkan untuk sekilo beras pun kadang saya minta tolong ke dia. Selamat Jalan Sanak, engkau orang yang sangat baik. Semoga Allah SWT menempatkanmu bersama orang-orang soleh," tulis Kambali.
Kebaikan almarhum semasa hidupnya juga diungkapkan Muhammad Syahrul Aidi, yang mereka berdua sangat sering berinteraksi. Menurutnya, pertemanan dengan almarhum memberikan banyak nilai-nilai positif.
" Kalau duduk bersama almarhum ini, begitu terdengar adzan beliau langsung ke masjid. Mau tak mau kita ikut dengannya ke masjid. Perkara sholat berjamaah ini, beliau sangat istiqomah. Semoga Allah menempatkannya di Jannah," ujar Syahrul dengan mata berair.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, almarhum tengah melaksanakan puasa 6 di bulan syawal. Malam itu, sholat Isya berjamaah di Masjid Al Hijriyah, menjadi sholat terakhir yang ditunaikannya. Sebelum sahur dan kumandang adzan Subuh, Allah SWT menjemputnya.
Tiada yang lebih indah dari kematian, kecuali kematian yang husnul khotimah. Sebagaimana potongan surat Al Fajr ayat 27-30. Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah. Irji'i ila rabbiki radiyatam mardiyyah. Fadkhuli fi ibadi. Wadkhuli jannati.
"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!" (QS. Al-Fajr: 27-30).
Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa afihi wa'fuanhu. Duhai Rabb, Tuhan yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Kasihi dan sayangilah Abang kami, Syafrizal Bin Mohd Kirak.
Ampuni Segala Kesalahannya, Jadikanlah Kuburnya Menjadi Taman dari Taman SurgaMu, Kumpulkan Bersama Orang-orang Soleh, dan Berikan Tempat Terbaik di SisiMu. Amiin ya Rabbal Alamin.
Dumai, 7 Maret 2026
Tulisan
Faisal Sikumbang
Pemimpin Redaksi KupasBerita.Com