Kadis PU Dumai Pimpin Petugas Bersihkan Sampah dan Bongkar Timbunan Drainase

Administrator Administrator
Kadis PU Dumai Pimpin Petugas Bersihkan Sampah dan Bongkar Timbunan Drainase
Kadis PU Dumai, Satrya Alamsyah (atas). Mesin pompa yang didatangkan untuk penanggulangan banjir (bawah).
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Dumai. Air mulai naik di jalan-jalan dan kawasan pemukiman. Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum langsung menurunkan tim dan alat guna mengecek kondisi aliran air pada drainase yang ada. Ini adalah potret pemerintah yang siaga di saat warga membutuhkan mereka, Sabtu-Ahad (26-27/09/26).

DINAS Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan belasan petugas untuk membersihkan sampah yang menyumbat aliran drainase serta menurunkan 1 unit pompa portabel dengan kapasitas mencapai 60 Liter per detik atau 3.600 liter per menit.

Pompa meraung di tengah hujan, menyedot genangan agar tidak masuk ke rumah warga. Selain itu, Dinas PU juga menghidupkan pompa yang tersedia di pintu air guna mempercepat laju aliran air dari drainase di perkotaan menuju ke arah lautan.

Ini adalah strategi yang cerdas dan terintegrasi. Sampah dibersihkan manual oleh belasan petugas, air disedot dengan pompa portabel 60 liter/detik, dan pintu air dibuka agar air dari kota bisa lari kencang menuju laut. Tujuannya satu, bagaimana air tidak lagi mengalir ke ruang tamu warga.

Penanganan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PU Dumai, Satrya Alamsyah didampingi Kepala Bidang SDA, Rachmond, dan Fungsional Bidang SDA, Wan Endrik.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat para petugas saling bahu-membahu mengangkat sampah rumah tangga, plastik, kayu, yang menyumbat gorong-gorong. Sampah yang seharusnya di tempat sampah, malah banyak menumpuk di drainase. Mereka membersihkan sampah yang bukan mereka yang buang.

Selain itu, tim Dinas PU juga menemukan beberapa sumbatan lain yang lebih memprihatinkan yakni penimbunan drainase menggunakan tanah untuk keperluan pribadi. Mungkin untuk perluasan halaman, untuk akses masuk, untuk bangunan liar. Akibatnya, air yang harusnya mengalir lancar terhenti dan membuat satu kawasan kebanjiran.

Kepala Dinas PU Dumai, Satrya Alamsyah yang akrab disapa Rio menyebut timnya terus berupaya agar aliran air pada drainase berjalan lancar dan dapat saling terhubung.

“ Dinas PU terus berupaya agar aliran air pada drainase ini bisa berjalan lancar melalui normalisasi secara rutin dan pengaktifan rumah pompa serta pembersihan drainase yang tersumbat sampah," ujar Rio kepada kupasberita, Ahad (27/09/26) tadi pagi.

Kalimat "agar bisa saling terhubung" itu sangat dalam. Artinya, Dinas PU sedang berjuang memastikan jaringan drainase Dumai itu konek, tidak terputus oleh sampah dan timbunan ilegal. Air dari Teluk Binjai harus bisa mengalir ke laut, air dari Sudirman harus bisa mengalir ke laut. Jika satu titik ditimbun, maka jaringannya putus.

Aksi heroik Sabtu hingga Ahad ini bukan aksi dadakan karena ingin dipuji. Ini adalah kelanjutan dari program panjang penanggulangan banjir yang disebar pada rentang waktu berbeda.

Sebelumnya, Pemko Dumai juga telah melakukan beberapa langkah, yakni gotong-royong akbar seluruh OPD pada 4 Kecamatan dengan fokus utama pada pembersihan aliran drainase.

Kemudian melakukan normalisasi drainase secara rutin menggunakan 2 unit alat berat berupa excavator dengan lokasi yang beragam seperti drainase Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Yos Sudarso, hingga drainase Jalan Datuk Laksamana.

Saat hujan mengguyur Dumai dengan intensitas tinggi, belasan petugas Dinas PU basah kuyup untuk memastikan bahwa setiap tetes air hujan punya jalannya sendiri menuju laut. Bukan menuju rumah warga Dumai. Mereka bekerja di tengah hujan, agar warga Dumai tidak lagi kebanjiran.(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html