Para Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda, Ketua Pembina Posyandu dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota berkumpul di Hotel Bidakara Jakarta Selatan. Di antara mereka, ada satu sosok dari ujung timur Riau, yakni Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Dumai, Hj. Leni Ramaini Paisal, Senin (21/09/26).
ISTRI Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS itu tidak datang sendirian sebagai formalitas. Ia datang dengan formasi lengkap sebagai bukti Dumai serius. Bersamanya ikut mendampingi Kepala Bappeda Kota Dumai Budhi Hasnul, Kepala Dinsos PM Hermiyati, serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Dumai.
Mereka bukan sekadar menghadiri undangan. Ini adalah komitmen lintas sektor Pemko Dumai. Bappeda (perencana), Dinsos PM (pemberdayaan), dan PKK (penggerak) datang satu paket. Sinergi sudah dimulai dari Dumai, sebelum berangkat ke Jakarta.
Agendanya sangat strategis, Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu se-Indonesia Bagian Barat.
Di sela-sela kegiatan nasional itu, Hj Leni Ramaini menyampaikan komitmen yang membuat nama Dumai menonjol.
" Penguatan tata kelola dan sinergi antara TP PKK, Dekranasda, serta TP Posyandu sangat penting. Di Kota Dumai, kami berkomitmen untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan mengintegrasikan peran penggerak ekonomi, pemberdayaan keluarga, dan pelayanan dasar agar dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat kelurahan dan RT," ujar Hj Leni Ramaini Paisal.
Kalimat itu sederhana, tapi menghantam inti persoalan banyak daerah. Selama ini di banyak daerah, PKK sibuk dengan pemberdayaan keluarga, Dekranasda sibuk dengan kerajinan UMKM, Posyandu sibuk dengan layanan kesehatan. Semua jalan sendiri-sendiri, dan program tumpang tindih.
Ternyata, apa yang dibawa Hj Leni Ramaini Paisal dari Dumai persis dengan apa yang diinginkan pemerintah pusat.
Pelaksana kegiatan sekaligus Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud menegaskan tujuan forum ini adalah menyamakan pemahaman mengenai kedudukan, peran, fungsi, hubungan kerja, dan akuntabilitas ketiga lembaga tersebut.
" Kegiatan ini juga untuk memperkuat peran masing-masing lembaga yaitu Dekranas dalam pengembangan perajin UMKM, kerajinan produk unggulan berbasis potensi dan kearifan lokal, TP PKK terutama dalam mengoptimalkan jejaring untuk pemberdayaan ekonomi keluarga, perubahan perilaku, dan penguatan partisipasi masyarakat serta TP Posyandu untuk memperkuat transformasi Posyandu khususnya pada enam bidang standar pelayanan minimal," jelas Restuardy Daud.
Ia menambahkan tantangan hari ini bukan lagi membuktikan ketiga lembaga ini penting. Tantangannya adalah bagaimana memastikan kelembagaan tertata, pembagian peran jelas, program tidak tumpang tindih, dukungan perencanaan dan penganggaran memadai, serta hasil yang dapat diukur.
Restuardy berharap dari kolaborasi tersebut keluarga dapat berdaya, masyarakat sehat, dan ekonomi lokal bisa bertumbuh.
Acara dibuka resmi oleh Ketua Harian Dekranas, Ketua Umum TP PKK, sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Pusat, Tri Tito Karnavian. Ia mengajak semua daerah untuk memperkuat sinergi.
" Melalui sinergi yang erat antara Dekranas, Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu, bukan berarti menyamakan tugas dan fungsi masing-masing lembaga, tapi justru sebaliknya memperkuat pembagian peran dan kolaborasi berdasarkan tugas serta keunggulan masing-masing," kata Tri Tito Karnavian.
Ia menegaskan, tata kelola yang baik harus mampu memastikan bahwa setiap program memiliki tujuan yang jelas, direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara akuntabel, serta memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat.
" Sinergi bukan berarti menyamakan tugas tapi saling melengkapi berdasarkan keunggulan masing-masing, kolaborasi yang kuat akan mendapatkan hasil yang lebih luas," ujar Tri Tito.
Ia juga berharap forum Indonesia Bagian Barat ini menjadi ajang berbagi best practices. Daerah dengan karakteristik beragam bisa saling belajar.
Kepulangan Hj Leni Ramaini Paisal dari Hotel Bidakara Jakarta bukan hanya membawa sertifikat hadir. Dirinya membawa 3 oleh-oleh besar untuk Dumai.
Pertama, Dumai kini memiliki model tata kelola nasional dengan panduan langsung dari Kemendagri dan TP PKK Pusat tentang bagaimana menata kelembagaan PKK, Posyandu, dan Dekranasda agar tidak tumpang tindih, jelas anggaran dan akuntabel.
Kedua, memiliki jaringan pasar nasional untuk UMKM Dumai melalui Dekranas yang berpeluang dihubungkan dengan warisan budaya dan ekonomi kreatif untuk pasar nasional lewat inovasi dan pasar Dekranas Pusat.
Terakhir, Posyandu Dumai tidak lagi hanya timbang bayi. Tapi akan ditransformasi untuk 6 bidang Standar Pelayanan Minimal, menghadirkan layanan dasar sedekat mungkin dengan kehidupan masyarakat di kelurahan dan RT.(infotorial)
Penulis
: Faisal Sikumbang