Kolaborasi Dinkes Dumai-PKBI Targetkan Capaian TPT Teratas di Riau

Administrator Administrator
Kolaborasi Dinkes Dumai-PKBI Targetkan Capaian TPT Teratas di Riau
Dinas Kesehatan Kota Dumai yang berkolaborasi dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Kota Dumai bertekad meraih capaian signifikan dalam pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Di sebuah ruang pertemuan validasi data yang mungkin terlihat biasa, lahir sebuah ambisi yang luar biasa. Dinas Kesehatan Kota Dumai yang berkolaborasi dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Kota Dumai bertekad meraih capaian signifikan dalam pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) dengan target menjadi juara di Provinsi Riau, Selasa (22/09/26).

KEPALA Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr Syaiful, MKM melalui Subkoordinator Seksi P3M, Santi Zen didampingi Wasor TB, Nadila Nusirwan menyampaikan pernyataan penuh percaya diri.

Ketika daerah lain masih berjuang mengejar target minimal, Dumai sudah bicara tentang menjadi yang teratas. Ini bukan soal gengsi. Ini soal keseriusan Pemko Dumai menyelamatkan warganya dari TBC.

Komitmen mencapai raihan tertinggi untuk pemberian TPT, ditegaskan Santi adalah wujud keseriusan Pemko Dumai memperkuat langkah pencegahan.

“ Capaian TPT Dumai per September masih dibawah 50 persen dari target. Namun, adanya kolaborasi dengan PKBI cabang Kota Dumai, kita sangat optimis meraih target. Bahkan memperoleh capaian tertinggi di Provinsi Riau. Dengan kolaborasi ini juga memperkuat komitmen untuk bersama-sama melakukan intervensi TB terutama dalam mengedukasi masyarakat pentingnya TPT dalam mencegah penularan TB,” ujar Santi dengan optimis.

Agar target juara itu bukan hanya mimpi, Dinkes Dumai menyiapkan strategi yang sangat memanusiakan kader di lapangan. Salah satunya menyiapkan stok logistik TPT yang cukup agar tidak ada kendala bagi kader PKBI atau layanan dalam pemberian TPT.

Artinya, Dinkes tidak hanya menyuruh kader PKBI bekerja, tapi memastikan amunisinya ada. Kader tidak akan kehabisan obat saat di tengah masyarakat. Ini adalah dukungan logistik yang membangun kepercayaan dan kolaborasi yang sehat.

" Selain itu, edukasi dan menumbuhkan kesadaran yang baik untuk melakukan TPT TB terus dilakukan. Ketika capaian TPT TB nya tinggi, tentunya akan mendorong terwujudnya Kota Dumai bebas TB pada tahun 2030," jelas Nadila.

Target Kota Dumai Bebas TB pada tahun 2030 sejalan dengan target Kementerian Kesehatan untuk eliminasi TBC nasional 2030. Saat ini sedang dilaksanakan giat dari program Kemenkes yang mengintegrasikan upaya penanggulangan TBC ke dalam program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG).

" Melalui integrasi ini, skrining aktif (Active Case Finding/ACF) dilakukan bersamaan dengan layanan CKG, baik di fasilitas kesehatan maupun komunitas. Strategi ini juga disertai pemberian TPT untuk kontak erat pasien," paparnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, hingga tanggal 22 September 2026 ini, telah dilaksanakan 37 lokus dari 67 lokus. Di kegiatan tracing TB terintegrasi CKG itu diperoleh target sebanyak 2000 melalui pemeriksaan X-Ray.

Dinkes tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng PKBI Cabang Kota Dumai, organisasi masyarakat yang memiliki kader militan di lapangan.

" Peran kader-kader PKBI sangat kami butuhkan untuk membantu,” ungkap Santi.

Dengan mengintegrasikan TBC ke dalam CKG dan menyiapkan stok logistik, serta menargetkan Dumai Bebas TB 2030, Pemko Dumai membuktikan ia bekerja sejalan dengan strategi nasional Kemenkes (deteksi dini, pengobatan komprehensif, kolaborasi lintas sektor).(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html