Kendati tidak dilakukan secara terbuka, namun bisnis esek-esek terselubung lumayan marak di Kota Dumai. Hampir 2 minggu, kupasberita.com mencoba menelusuri dan menguak sisi gelap prostitusi.
TIDAK gampang untuk bisa masuk ke jaringan bisnis yang menawarkan kenikmatan sesaat itu. Apalagi Dumai yang identik dengan kultur budaya Melayu, sangat menentang keras segala bentuk praktek maksiat. Makanya, dalam beroperasi mereka sangat hati-hati. Sekilas tidak tampak jika mereka berprofesi sebagai wanita penghibur. Apalagi jika sedang berada diluar atau tempat umum, pakaiannya sopan dan tidak mengundang perhatian.
Menurut informasi yang dihimpun kupasberita.com, selain memanfaatkan jaringan pertemanan, para wanita malam itu menggunakan jasa online untuk mendapatkan pelanggan mereka. Bisnis prostitusi melalui online ini lumayan sulit untuk dilacak. Apalagi mereka tidak terpusat satu tempat. Sebagian besar menginap di kos-kosan, hotel kelas melati hingga hotel berbintang. Ironisnya, juga ada yang tinggal bersama orang tuanya.
Rata-rata mereka yang menawarkan jasanya via online ini menggunakan aplikasi dating. Ada tiga aplikasi dating yang cukup terkenal di kalangan penikmat dan penyedia jasa. Masing-masingnya yaitu MiChat, WeChat dan Beetalk yang cukup mudah diunduh di Play Store maupun App Store karena bukan aplikasi berbayar.
Baca juga : Tamu Karaoke Berburu LC Berpakaian Seksi
Setelah beberapa saat berselancar mencari penyedia jasa pemuas syahwat, kupasberita.com akhirnya bisa berkomunikasi dengan seorang wanita penghibur via aplikasi WeChat. Wanita itu memajang status Open BO yang maksudnya Open Booking Order. Artinya, bisa dipesan untuk melayani dan memuaskan birahi sang pemesan.
Setelah negoisasi harga, wanita yang sebut saja namanya Cinta itu memberikan nomor WhatsAppnya untuk dihubungi kupasberita.com. Tujuannya untuk menghindari tamu yang cuma sebatas iseng dan membuang-buang waktunya saja. Terlebih untuk menggunakan jasanya, selama ini Cinta tidak pernah meminta uang muka kepada calon tamunya.
Dalam sekali kencan, perempuan berusia 22 tahun itu kepada kupasberita.com mematok harga Rp400 ribu untuk 1 jam atau Short Time (ST). Sedangkan untuk Long Time (LT) atau durasi 5 jam harga yang dipatoknya Rp1,2 juta.
Awalnya Cinta kepada kupasberita.com mengaku takut bekerja seperti itu. Namun karena kondisi yang memaksa, mau tidak mau harus dilakoninya. Terlebih menurutnya, kesucian dirinya juga sudah direnggut oleh mantan pacarnya.
“ Langsung aja tanpa pikir panjang. Disisi lain aku memang butuh uang. Lagian masa depan aku juga sudah dirusak oleh mantan pacarku dulu,” katanya kepada kupasberita.com.
Lain Cinta, beda lagi praktek prostitusi yang dilakoni oleh wanita sebut saja namanya Bunga. Wanita berkulit putih dengan tubuh tinggi semampai ini lebih privasi lagi. Melihat penampilan serta pakaian yang dikenakannya, dipastikan orang tidak bakal mengetahui profesi yang dijalaninya.
Tidak semua pria bisa menggunakan jasanya. Tergantung rekomendasi dari seorang laki-laki yang menjadi orang kepercayaannya. Apalagi orangnya juga tidak sembarang memilih teman kencan. Namun jika sudah saling kenal, untuk pertemuan berikutnya tidak susah lagi.
“ Ini cuma sampingan dia saja, hitung-hitung happy gratis dan dapat uang lagi. Tapi tidak semua pria bisa mengencaninya. Namun kalau dia suka, besok-besok udah gampang,” ujar pria yang menjadi kepercayaan sambil memperlihatkan foto wanita itu kepada kupasberita.com.
Baca Juga : Dinihari di Dumai Wanita Malam Bertaburan
Untuk menghilangkan rasa penasaran, kupasberita.com meminta pria itu menghubungi wanita tersebut. Setelah berbicara sedikit lama melalui telepon genggam, pria itu kemudian mengacungkan jempolnya.
“ Ok bang, dia mau datang. Kebetulan hari ini dia tidak masuk kerja. Kalau untuk menemani karaoke, abang bayar saja 100 ribu perjam. Tapi kalau lanjut chek in, negoisasi aja langsung. Biasa tarifnya 1,5 juta sampai pagi,” ujar pria tersebut sambil tersenyum kepada kupasberita.com.
Hanya saja pertemuan itu tak sempat terjadi. Setelah cukup lama menunggu, pria penghubung itu dapat kabar orang tua wanita itu mendadak sakit.
“ Tadi dia sudah siap-siap berangkat. Tapi mendadak orang tuanya sakit. Sepertinya dia tak jadi datang bang,” ujarnya kepada kupasberita.com sembari menyebutkan wanita itu tinggal bersama orang tuanya di Dumai.
Maraknya praktek prostitusi terselubung di Kota Dumai sepertinya juga karena didukung tempat hiburan malam. Apalagi, saat ini tidak sedikit tempat hiburan malam yang bisa leluasa beroperasi tanpa mengantongi izin yang jelas. Untuk itu pemerintah harus bersikap tegas dan segera melakukan penertiban.***