Nasib Mandalika Jangan Seperti Stadion Utama Riau

Administrator Administrator
Nasib Mandalika Jangan Seperti Stadion Utama Riau
Sirkuit Mandalika
Puluhan ribu orang sudah meninggalkan Lombok, tempat ajang balap MotoGP Mandalika 2022. Gelaran perdana Pertamina Grand Prix of Indonesia telah tuntas dilaksanakan. Sirkuit Mandalika menjadi salah satu prestasi Indonesia yang pengerjaannya dilakukan dalam waktu relatif singkat. Pembangunan fasilitas pendukung seperti tribun umum dan tribun VIP juga dilakukan sangat cepat. Hal ini membuat para pakar asing terheran-heran.


MANDALIKA di Lombok, beberapa hari terakhir jadi pusat perhatian dunia. Jika sebelumnya banyak orang asing lebih mengenal Bali sebagai destinasi wisata tropis, kini mereka juga tahu potensi wisata lain di Mandalika. Namun ada kekhawatiran yang memuncak. Bagaimana nasib Sirkuit pasca usainya kegiatan balapan.


Biasanya setelah acara besar selesai, tempat atau infrastrukturnya akan dibiarkan begitu saja. Hal ini tidak jarang membuatnya jadi terbengkalai setelah digunakan untuk event tertentu. Sebelumnya banyak proyek pembangunan secara besar-besaran. Namun belakangan dibiarkan "lapuk" di makan zaman. Salah satunya adalah Stadion Utama Riau, yang pernah digunakan dalam event besar Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2012.


Detikcom pernah mengunjungi langsung tempat tersebut pada Oktober 2021. Hasilnya terlihat stadion utama yang berada di Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, itu terlihat tak diurus. Tembok dicoret-coret, sampah juga berserakan di sekitar pintu masuk menuju stadion dan tugu Perahu Lancang Kuning.


Akibatnya, lapak parkir dan lahan di sekitar stadion mulai ditumbuhi ilalang. Termasuk tanaman keras, seperti akasia dan sejenisnya yang mulai tinggi menjulang. Pintu masuk stadion di sisi kanan dan kiri terlihat sudah kumuh. Bahkan besi portal sudah mulai patah dan hanya dipalangkan agar tidak ada warga masuk dengan kendaraan ke stadion.


Warga bernama Abdullah mengatakan lokasi stadion tidak hanya dipenuhi semak belukar, namun kerap dijadikan lapak mesum oleh kalangan remaja.


"Bukan hanya semak, tapi juga dijadikan tempat mesum," kata Abdullah.


Seluruh masyarakat Indonesia pasti berharap agar Sirkuit Mandalika tidak bernasib sama seperti proyek yang terbengkalai lainnya. Apalagi dana triliunan rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah digelontorkan.


Berikut rincian penggunaan APBN untuk pembangunan Sirkuit Mandalika:


1. Rp 1,3 Triliun

Pemerintah memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,3 triliun yang diberikan kepada ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) dalam bentuk tunai yang berupa pembiayaan pembangunan infrastruktur dasar (jalan sirkuit dan fasilitas pendukung), serta non-tunai yang berupa lahan.


2. Rp 1,18 Triliun

Selain itu, APBN juga digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana di sekitar sirkuit Mandalika yang mencapai Rp 1,18 triliun. Seperti pembangunan jalan, jaringan penyediaan air, bantuan relokasi warga, pengadaan lahan sarana penunjang utama, pembangunan unit perhubungan transportasi darat, dan sebagainya.


3. Rp 12,75 Miliar

Kemudian APBN dikeluarkan sebesar Rp 12,75 miliar yang digunakan untuk Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan Perpajakan atas impor Barang Modal dalam rangka pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada tahun 2021-2022. Penetapan prosedur Kepabeanan dan Perpajakan ini juga mempermudah pelayanan dan pengawasan kepabeanan di Mandalika.

Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html