Melalui Mesin PANTAS, Politisi PAN Dumai Hasrizal Tancap Gas

Administrator Administrator
Melalui Mesin PANTAS, Politisi PAN Dumai Hasrizal Tancap Gas
H Hasrizal, Politisi PAN Kota Dumai
Di saat banyak politisi masih sibuk menghitung peta dan menunggu tahun politik, H Hasrizal justru sudah tancap gas. Mesin politiknya mulai dihidupkan. Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) itu memilih cara yang berbeda. Bukan dengan baliho besar, bukan dengan janji manis di panggung. Kabut asap kiriman akibat Karhutla yang menyesakkan napas warga, menjadi momentum pembuktian. Ia turun langsung ke jalan, saat Dumai sedang tidak baik-baik saja.

MELALUI Penggerak Aspirasi Tim Hasrizal (PANTAS), Hasrizal membagikan ribuan masker gratis kepada pelaku UMKM, ojek online, buruh pelabuhan, pekerja luar ruangan, dan masyarakat yang tetap harus mengais rezeki di tengah udara kotor.

Bagi Hasrizal, politik bukan soal pencitraan musiman. Sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Dumai dari Fraksi PAN dan legislator lima periode, ia tahu betul kapan rakyat butuh negara hadir, dan kapan politisi harus hadir.

" Upaya dalam pembagian masker kepada pekerja luar ruangan adalah bentuk perhatian kecil kita dengan kondisi dan kualitas udara kota kita saat ini yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan di sebagian wilayah Riau," kata Hasrizal, lugas dan tanpa retorika berlebihan.

Kalimat sederhana, tapi menghujam. Di tengah kabut asap, warga tidak butuh pidato panjang. Mereka butuh masker, butuh perhatian nyata. Dan itu yang dilakukan Hasrizal.

Ia juga tampil sebagai sosok bapak yang mengayomi. Ia tidak hanya membagi masker, tapi mengingatkan.

" Untuk kaum lansia dan anak-anak, kita mengingatkan agar menjaga diri dan mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar, gunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan," ujarnya.

Pesan itu sekaligus menempatkan Hasrizal bukan sebagai politisi yang jauh di gedung dewan, tapi sebagai pemimpin yang peka.

Sementara Koordinator Tim PANTAS, Putra menegaskan gerakan ini bukan gimmick politik lima tahunan.

" Kegiatan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Aksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya PANTAS untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Mari sama-sama kita berdoa agar kabut asap ini cepat berlalu sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan kondisi udara yang lebih baik," tambahnya.

Dan di lapangan, sambutan warga adalah survei paling jujur. Dari pantauan media, warga yang menerima masker melemparkan senyum tulus dan ucapan terima kasih. Tidak ada sekat antara tim dan rakyat.

Dan inilah yang membedakan Hasrizal. Jika politisi lain baru akan muncul saat baliho naik di 2028, Hasrizal sudah bekerja sejak 2026. Jika yang lain menjual visi-misi di atas kertas, Hasrizal menjual kepedulian di jalanan.

Lima periode duduk di DPRD bukan kebetulan. Itu bukti bahwa gaya politik merakyat, kerja senyap tapi nyata, masih dicintai warga Dumai.

Hasrizal bukan sedang kampanye, dia sedang menunjukkan kelasnya sebagai calon pemimpin Dumai masa depan.

Mesin PANTAS sudah panas. Dan kali ini, yang dihidupkan bukan hanya mesin politik, tapi harapan warga Dumai bahwa masih ada politisi yang peduli saat udara mereka sesak.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html