Pemko Dumai Raih Penghargaan Sanitasi Terbaik dari Kementerian PU

Administrator Administrator
Pemko Dumai Raih Penghargaan Sanitasi Terbaik dari Kementerian PU
Kota Dumai dinobatkan sebagai yang terbaik di Provinsi Riau untuk kategori Peningkatan Kinerja Keberfungsian Infrastruktur Sanitasi Tahun 2026 oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Prestasi luar biasa kembali ditorehkan Pemerintah Kota Dumai. Kali ini Kota Dumai dinobatkan sebagai yang terbaik di Provinsi Riau untuk kategori Peningkatan Kinerja Keberfungsian Infrastruktur Sanitasi Tahun 2026 oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Penghargaan bergengsi ini diserahkan pada acara FGD II Pemantauan Keberfungsian Infrastruktur Sanitasi se-Riau yang digelar 16-17 September 2026 di Hotel Pangeran Pekanbaru.

KEPEMIMPINAN Walikota dan Wakil Walikota Dumai, H Paisal-Sugiyarto tidak hanya membangun jalan dan gedung, tapi juga mengurus hal paling dasar dan paling vital, yakni menyangkut kesehatan dan kebersihan lingkungan warga. Komitmen dan keseriusan itu akhirnya berbuah manis dengan diraihnya penghargaan dari pemerintah pusat.

Kisah di balik penghargaan ini sangat inspiratif dan menunjukkan kelasnya manajemen Pemko Dumai melalui Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (Dispertaru) Kota Dumai yang menaungi UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD).

Menurut catatan, PLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja) Dumai dibangun oleh Kementerian PU pada tahun 2020 dengan kapasitas 10 m3/hari. Akibat keterbatasan anggaran, IPLT sempat belum bisa beroperasi optimal.

Titik balik terjadi pada 11 November 2025, saat UPT PALD yang baru terbentuk berdasarkan Perwali No.48 Tahun 2025 tanggal 1 September 2025 mulai mengoperasikan IPLT secara serius.

Tugasnya berat, yakni menyusun, mengelola, memelihara, hingga melakukan penyedotan, pengangkutan dan pengolahan lumpur tinja warga Dumai. Setiap bulan, Kementerian PU melalui Balai melakukan evaluasi ketat. Dan setiap bulan, kinerja UPT PALD Dispertaru Dumai terus naik.

Kerja keras itu berbuah hasil membanggakan. Pada penilaian 2026, Dumai meraih nilai fantastis, yakni Keberfungsian 97,50 (Hampir Sempurna), Kebermanfaatan 57,50, Keberlanjutan 71,25 serta Rata-rata 75,41 atau melonjak jauh dari tahun sebelumnya yang hanya 68,75.

Nilai keberfungsian 97,5 adalah nilai tertinggi di Riau. Artinya, IPLT Dumai yang dulu mangkrak, kini berfungsi hampir 100 persen sempurna mengolah limbah tinja warga menjadi tidak berbahaya bagi lingkungan.

Penghargaan ini sekaligus membangun pencitraan positif Pemko Dumai yang sangat kuat, karena dampaknya langsung ke rumah warga.

Dengan IPLT yang berfungsi optimal, lumpur tinja dari septic tank warga tidak lagi dibuang sembarangan ke parit atau sungai. Lingkungan bebas dari pencemaran bakteri E-coli, warga terhindar dari diare dan penyakit sanitasi.

Dari keterbatasan anggaran, Pemko mampu membentuk UPT PALD Kelas A, mengoperasikan IPLT, dan dalam waktu kurang dari setahun langsung menjadi yang terbaik se-Riau. Ini adalah efisiensi dan efektivitas birokrasi yang patut diacungi jempol.

Penghargaan dari Kementerian PU adalah stempel nasional bahwa Dumai mampu mengelola infrastruktur yang dibangun pusat dengan sangat baik. Ke depan, Dumai akan lebih mudah mendapatkan bantuan infrastruktur sanitasi lagi.

Di tangan Dispertaru Kota Dumai, urusan yang sering dianggap jorok (lumpur tinja) justru diolah menjadi prestasi yang mengharumkan nama kota. Dispertaru tidak hanya urus sertifikat tanah, tapi juga urus sanitasi sebagai bagian dari penataan ruang kota yang sehat dan layak huni. Ini adalah visi Kota Idaman yang sesungguhnya.(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html