Penyanyi dangdut Bella Angelica meminta maaf kepada masyarakat terkait aksi jogetnya yang dianggap tak senonoh dan tersebar di media sosial. Bella meliuk-liukkan tubuhnya di atas meja sambil dikelilingi sejumlah laki-laki saat penutupan Turnamen Golf Piala Gubernur Riau di Pekanbaru.
BELLA Angelica menjadi viral setelah aksi joget erotisnya saat acara penutupan Turnamen Golf Piala Gubernur Riau pada Minggu (21/8/2022) lalu.
Bella Angelica melalui kuasa hukumnya, Feriyawansyah secara khusus meminta maaf pada masyarakat Riau dan Gubernur Riau, Syamsuar.
" Kami sebagai kuasa hukum (mewakili untuk) meminta maaf dan meminta ampun pada masyarakat Riau. Dan khusus pada Gubernur Riau, kemudian kepada masyarakat seluruh Indonesia," ucapnya, dikutip dari YouTube Seleb Oncam News, Jumat (26/8/2022).
Pihaknya menjelaskan aksi Bella Angelica berjoget di atas meja bukan kemauannya. Kliennya hanya berniat untuk menghibur dalam acara tersebut. Namun juga tidak ada unsur keterpaksaan terkait aksi Bella tersebut.
" Sebenarnya ini bukanlah kemauan dari klien kami. Klien kami hanya menghibur, dalam keadaan yang mungkin bukan karena keterpaksaan. Niat untuk menghibur, tidak ada niat untuk membuat (aksi) tidak senonoh," jelasnya.
Di sisi lain, Bella menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran. Ia berharap ke depan ia bisa bernyanyi dengan penuh sopan santun.
" Ini sebagai pembelajaran juga untuk klien kami, Bella Angelica mudah-mudahan ke depannya bernyanyi yang baik. Lebih bersahaja lagi penuh dengan sopan santun," tandasnya.
Pengurus Golf Indonesia (PGI) Provinsi Riau juga sudah meminta maaf kepada publik dan melayangkan surat permintaan maaf kepada Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar terkait video viral joget erotis pada acara penutupan turnamen Golf Piala Gubernur Riau XXX 2022, Ahad (21/8/2022) kemarin.
Permohonan naaf yang disampaikan melalui surat nomor: 045/PGI.Riau/VII/2022 tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Pengurus PGI Riau Kahirul Istiqmal dan Sekretaris PGI Riau Iskandar Zulkarnain.
"Peristiwa tersebut murni keteledoran kami sebagai Panitia dan Pengurus PGI Riau dalam sesi acara Penutupan Turnamen Golf Gubernur Riau Cap XXX - 2022 tersebut," jelas Kahirul Istiqmal, Senin (22/08/22).
Surat permohonan maaf tersebut juga ditembuskan kepada Kapolda Riau, Danrem 031 WB, Ketua DPRD Riau, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, dan Lembaga Adat Kampar (LAK).
Aksi yang dipertontonkan artis dangdut itu sebelumnya sempat menuai beragam komentar dari masyarakat Riau. Sejumlah tokoh tak urung angkat bicara. Diantaranya Ketua Fraksi PKS DPRD Riau, Markarius Anwar yang meminta Gubernur Riau, H Syamsuar agar memberikan sanksi tegas kepada panitia penyelenggara turnamen tersebut.
" Fraksi PKS DPRD Riau sangat mengecam adanya tarian erostis yang terjadi saat agenda pembukaan turnamen golf memperebut piala Gubernur Riau H Syamsuar. Apa yang dipertontonkan itu tidak sesuai dengan budaya di daerah ini yang kental dengan nilai-nilai Islami. Kami harapkan Gubernur Riau agar memberi sanksi tegas terhadap panitia,†ujar Markarius.
Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Fraksi PKS DPRD Riau, dr Hj Arnita Sari menyebutkan tarian erotis itu tidak hanya bertentangan dengan norma adat, agama dan budaya. Namun juga bisa dikategorikan sebagai bentuk pelecehan terhadap perempuan dan bentuk eksploitasi pada perempuan.
" Kami berharap pemerintah dapat melindungi perempuan dari tindakan eksploitasi, baik secara individu, maupun kelompok para pelaku kesenian. Kita harus wariskan pendidikan positif kepada generasi muda, jangan sampai oendidikan kita hilang arah,†tegas Anggota Komisi V DPRD Riau tersebut.
Sementara Panglima Tinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Penggawa Melayu Riau (PMR) Afrizal Anjo, MSi menegaskan apa yang terjadi saat acara pembukaan yang turnamen golf Piala Gubernur Riau tersebut sangat disesalkan. Apalagi, Riau merupakan Tanah Melayu yang menjunjung tinggi nilai adat budaya dan agama Islam.
" Dari video tari menebar aurat itu, kami menilai sudah masuk unsur pidana pelanggaran undang undang IT, dan ini disengaja. Jadi, polisi harus memeriksa panitianya,†ungkap Anjo, Senin (22/08/2022).
Secara terpisah, Kadis Infokomtik Riau Erisman Yahya menjelaskan, bahwa turnamen golf merebut piala Gubernur Riau bukan kegiatan Pemprov Riau tapi Cabor PGI dab Pemprov Riau hanya supporting.
“ Banyak Cabor yang meminta Piala Gubernur Riau, lalu diakomodir. Namun jika dalam pelaksanaannya pihak panitia melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya, apalagi Gubernur sama sekali tidak tahu-menahu, tentulah tidak bisa mengaitkannya dengan gubernur. Ini murni kerja panitia dan tak ada hubungan dengan gubernur,†jelas Erisman.
Atas nama Pemprov Riau, sambung Erisman, pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut, apalagi ini Negeri Melayu yang kental dengan nilai-nilai keislaman.
" Kami berharap ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini,†pintanya.**
Penulis
: Faisal Sikumbang