Cabor Minim Perhatian, Forki Kritik Kinerja Pengurus KONI Dumai

Administrator Administrator
Cabor Minim Perhatian, Forki Kritik Kinerja Pengurus KONI Dumai
Foto:zonaberita.info
Pengurus Komite Olaharaga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai dinilai tidak mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik. Pasalnya, perhatian KONI terhadap pembinaan dan pengembangan prestasi atlet sangat minim sekali. Kegiatan maupun penggunaan anggaran dinilai juga lebih banyak untuk agenda lain.

PENGURUS Forki Dumai, Monang Maradongan menyampaikan kritikan secara terbuka terhadap kinerja pengurus KONI Kota Dumai pada agenda Rapat Kerja (Raker) KONI X Tahun 2022 di Ballroom Grand Zuri Hotel Jalan Sudirman Dumai.

" Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh teman kami dari panjang tebing, kami dari Forki Dumai juga merasakan hal yang sama. Banyak sekali bantuan-bantuan dari KONI yang tidak sejalan untuk kepentingan pembinaan dan pengembangan prestasi. Anehnya, bantuan untuk Forki tidak pernah diberikan," ungkap M Maradongan dikutip dari rekaman video yang beredar di media sosial, Jumat (01/07/22).

Menurut M Maradongan, Forki Dumai belum lama ini mengikuti Kejurprov yang diikuti 12 kabupaten/kota dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau.

" Saat kami mengajukan bantuan anggaran untuk mengikuti ivent itu, KONI Dumai tidak menanggapi sama sekali. Mengacu pada pasal 5, ini sudah sangat melanggar sekali. Kami melakukan pembinaan dari kota hingga pelosok, anak-anak binaannya jelas. Seharusnya diberikan prioritas," tegas M Maradongan.

Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Dumai X Tahun 2022 yang mengangkat tema “ Bergerak dan Bersinergi Menuju Prestasi Dumai Cemerlang pada Porprov ke-X Tahun 2022” itu dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Fridarson dan di hadiri unsur Forkopimda Kota Dumai, OPD Kota Dumai dan perwakilan Cabang olahraga (Cabor) yang tergabung dalam keanggotaan KONI Kota Dumai.

Ketua Panitia Raker KONI Kota Dumai X Tahun 2022 Kimlan Antoni, S.H dikutip dari zonaberita.info saat acara pembukaan menyampaikan Raker yang dilaksanakan diatur dalam pasal 36 AD/RT KONI. Tujuannya untuk menetapkan program KONI di setiap Cabor Tahun 2022, membahas persiapan menghadapi Porprov Tahun 2022 serta membahas perkembangan Cabor yang ada.

“ Peserta yang hadir dalam raker ini berjumlah lebih kurang 70 orang dan pendanaan kegiatan ini adalah dana KONI Dumai yang dialokasikan untuk kegiatan Raker,” tutup Kimlan.

Sementara Ketua KONI Kota Dumai H Khairuddin dalam sambutannya menyampaikan Tahun 2021 KONI Dumai mendapat dana hibah dari Pemko Dumai sebesar Rp1.6 miliar. KONI Dumai telah melaksanakan Kejurkot Dumai yang diikuti 18 cabang olahraga, sekaligus ajang seleksi dan evaluasi bagi atlet berprestasi guna mengikuti Porprov tahun 2022 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing)

“ Untuk Kegiatan Tahun 2022, KONI Dumai mendapatkan anggaran dana hibah sebesar Rp1.077.000.000, selain itu KONI Dumai fokus untuk mengikuti Porprov ke-X Tahun 2022 di Kabupaten Kuansing, yang mana pada Porprov tersebut mempertandingkan sebanyak 27 cabor,” terang Khairuddin.

Karena keterbatasan anggaran, KONI Dumai membatasi jumlah atlet yang akan diberangkatkan pada Porpov ke-10 di Kuansing.

“ Untuk itu, marilah kita sama-sama rapatkan untuk membahas kategori cabor unggulan, cabor prioritas dan cabor harapan,” tutup Khairuddin.

Ketua KONI Riau Iskandar Hoesin yang diwakilkan oleh Ketua Bidang Organisasi KONI Riau Kusworo pada kesempatan itu menyebutkan Raker KONI Dumai X ini sangat penting guna merumuskan kebijakan-kebijakan dalam meningkatkan prestasi olahraga di Kota Dumai 1 tahun ke depan.

" Prestasi olahraga tidak bisa dibangun secara instan, tentunya dilakukan melalui pembinaan, terprogram dan berkesinambungan. Semoga melalui Raker ini bisa tersusun sebuah program olahraga dalam peningkatan prestasi olahraga Kota Dumai pada Porprov Tahun 2022 di Kabupaten Kuansing, sehingga meningkatkan prestasi olahraga provinsi pada PON 2024 di Sumut dan Aceh yang akan datang,” harap Kusworo.

Terakhir Kusworo berpesan kepada seluruh peserta agar dapat melaksanakan Raker secara musyawarah untuk mencapai mufakat, dan tetap berpedoman kepada AD/ART KONI.*
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html