Terkait Kursi Wawako Dumai, IPMR Siap Kawal Kebijakan IKMR

Administrator Administrator
Terkait Kursi Wawako Dumai, IPMR Siap Kawal Kebijakan IKMR
Ketua Harian IPMR Dumai, Yuli Firdaus alias Bang Jek (memakai baju kemeja) saat bincang-bincang dengan KupasBerita.Com.

Ikatan Pemuda Minang Riau (IPMR) Kota Dumai siap mendukung dan mengawal kebijakan serta keputusan Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Dumai terkait pengisian kursi Wakil Walikota Dumai yang ditinggalkan Almarhum Amris, ninik mamak orang Dumai asal Minang.

KETUA HARIAN Ikatan Pemuda Minang Riau (IPMR), Yuli Firdaus yang akrab disapa dengan panggilan Bang Jek menyebutkan munculnya keinginan untuk melanjutkan kepemimpinan Almarhum Amris sebagai Wakil Walikota Dumai dari sebagian besar tokoh masyarakat Dumai asal Minangkabau merupakan hal yang sangat patut dan wajar sekali. Apalagi niatnya tetap dalam kerangka mewujudkan pembangunan Dumai yang lebih baik kedepannya.

" Ini harus disikapi secara arif dan bijaksana. Saudara-saudara kami yang lain diharap tidak menarik persoalan ini ke wilayah SARA atau kesukuan. Pemikiran dan keinginan (mengisi kursi Wawako Dumai) ini lahir dari semangat untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan, bukan karena haus kekuasaan. Almarhum Amris yang sebelumnya terpilih dan dilantik sebagai Wakil Walikota Dumai merupakan ninik mamak IKMR," ujar Bang Jek kepada KupasBerita.Com kemarin.

Lebih lanjut disampaikan Bang Jek, sebagai sebuah pemikiran dan keinginan bersama, tentunya langkah-langkah kedepan mesti dipersiapkan secara tepat dan matang. Termasuk memahami ranah maupun mekanisme yang sudah diatur oleh negara.

" Ada beberapa tahapan yang mesti dilalui tentunya. Termasuk pentingnya membangun komunikasi dengan partai pengusung, karena domain ini sebenarnya berada di wilayah mereka. Dan kita dari IPMR siap mendukung kebijakan serta langkah-langkah yang akan diambil oleh IKMR Dumai. Diantaranya membangun komunikasi dengan partai pengusung pasangan Paisal-Amris (PAS) di Pilkada Dumai 2020 lalu," jelas Bang Jek.

Dinamika politik memperebutkan kursi Wakil Walikota Dumai yang ditinggalkan almarhum Amris mulai menggeliat. Paling tidak dua partai politik pengusung, yakni Partai NasDem dan PPP sama-sama ngotot mendudukkan kadernya. Terbaru, Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Dumai juga merasa berhak atas kursi Wakil Walikota Dumai tersebut.

Tokoh Minang Kota Dumai, Syafrizal Djambak menyebutkan berpulangnya almarhum Amris ke Rahmatullah menjadi duka dan kehilangan mendalam bagi masyarakat Dumai, khususnya warga Dumai asal Minang. Almarhum meninggal dunia karena sakit yang dideritanya, berselang sekitar 2 bulan usai dilantik menjadi Wakil Walikota Dumai pada tanggal 26 Februari 2021 lalu.

Sejak kepergian almarhum, kursi Wakil Walikota Dumai kosong dan tidak ada yang mendudukinya hingga saat ini. Seiring perjalanan waktu, pemikiran untuk mengisi kursi yang ditinggalkan mulai muncul kepermukaan. Tidak hanya dari partai pengusung NasDem dan PPP, namun juga di kalangan masyarakat Minang yang ada di Dumai.

“ Ini bukan soal kesukuan atau masalah primordial. Ada keinginan dari masyarakat Dumai asal Minang untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan almarhum Amris yang merupakan ninik mamak IKMR Dumai. Saya pikir ini sangat wajar sekali,” ujar Syafrizal yang merupakan putra salah seorang pendiri Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kota Dumai ini.

Menurut Syafrizal, langkah penting yang mesti dilakukan yakni menyatukan sikap IKMR Dumai melalui duduk bersama. Melalui ajang musyawarah itu diharapkan bisa melahirkan sebuah rekomendasi sebagai representasi sikap IKMR terhadap pengisian kursi Wakil Walikota Dumai.***

Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html