Menghadapi Pilkada Dumai 2024, Ferdiansyah sepertinya bakal menghadapi jalan terjal. Ketua DPD Golkar tersebut terancam tak berlayar. Selain belum mengantongi kepastian dukungan partai pengusung, saat ini Golkar juga tengah diincar untuk bergabung dalam koalisi pengusung H Paisal-Sugiyarto (PAS). Hal ini sebagaimana diungkapkan Ketua DPD PAN Dumai, H Hasrizal kepada media beberapa hari yang lalu.
DINAMIKA Politik jelang Pilkada Dumai 2024 makin panas dan tajam. Komunikasi dan lobi-lobi di tingkat partai juga mulai mengerucut. Namun dari sekian nama yang sempat muncul, baru pasangan H Paisal-Sugiyarto (PAS) yang bisa dipastikan maju. Sementara nama-nama lainnya justru “tenggelam” di tengah jalan. Nasib sama sepertinya juga bakal dialami Ketua DPD Golkar Kota Dumai, Ferdiansyah yang digadang-gadang menjadi penantang kuat Petahana.
Pernyataan terbuka Ketua DPD PAN Dumai, H Hasrizal yang mengungkapkan kemungkinan bergabungnya Golkar dalam koalisi partai pengusung H Paisal-Sugiyarto lumayan membuat suasana politik tersentak. Apalagi menurutnya komunikasi intens sedang dilakukan di DPP Partai Golkar di Jakarta.
“ Deklarasi Paisal-Sugiyarto dijadwalkan tanggal 3 Agustus. Diluar partai politik yang sudah memberikan dukungan, kita masih menunggu Gerindra dan Golkar. Komunikasi sedang berjalan, dan kita sudah bertemu langsung dengan Pak Airlangga” ujar H Hasrizal kepada Kupas Media Grup, Jumat (19/07/24) pekan kemarin.
Menyikapi situasi politik yang berkembang, Ketua DPD Golkar Dumai Ferdiansyah, SE saat dihubungi tadi malam, Ahad (21/07/24) enggan berkomentar banyak. Termasuk menanggapi pernyataan yang disampaikan Ketua DPD PAN Dumai, H Hasrizal tersebut.
“ Kita menghormati segala keputusan tertinggi DPP Golkar,” tulis Ferdiansyah melalui pesan WA yang dikirim ke redaksi Kupas Media Grup.
Jalan berliku yang dilewati Ferdiansyah kabarnya tidak sebatas soal kepastian dukungan DPP Golkar. Namun juga termasuk dukungan partai pengusung lainnya untuk mencukupi syarat minimal 7 kursi atau 20 persen dari total 35 kursi di DPRD Dumai. Partai Golkar sendiri hanya memiliki 5 kursi dan wajib menambah 2 kursi melalui partai koalisi.
Tiga partai politik yang sempat diincar untuk koalisi, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya lepas dari tangan. Hal itu dipastikan setelah ketiga partai itu bergabung dalam kaolisi H Paisal-Sugiyarto (PAS).
Selain soal partai koalisi, rencana Fediansyah untuk berpasangan dengan dr H Ferianto juga putus di tengah jalan. Tenaga medis yang juga tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kota Dumai itu kabarnya memilih mundur dari arena pertarungan. Menurut desas-desus terdengar, pilihan tersebut terpaksa diambil dokter yang akrab disapa dengan panggilan Feri itu setelah melihat hasil survey yang tidak signifikan.
“ Tak mungkin dipaksakan, hasil surveynya tidak mengangkat,” ungkap salah seorang ketua partai politik di Dumai.
Pada sisi lain, Partai Golkar pada Pileg lalu berhasil meraih 5 kursi dan sekaligus mengantarkan Ketua DPD Golkar, Ferdiansyah SE ke kursi DPRD Kota Dumai. Adapun total suara yang berhasil di peroleh dari 4 Daerah Pemilihan (Dapil) di Kota Dumai berjumlah 20.003 pemilih.
Perolehan suara itu tersebar di Dapil I Dumai Kota-Dumai Selatan sebanyak 7.633, Dapil II Dumai Timur-Medang Kampai sebanyak 2.879 suara, Dapil III Bukit Kapur sebanyak 2.903 dan terakhir Dapil IV Dumai Barat-Sungai Sembilan sebanyak 6.588 suara.(**)