Dukungan partai politik, atau kerap juga diistilahkan dengan sebutan perahu menjadi syarat utama untuk bisa maju di Pilkada Dumai 2024. Kendati melalui non partai juga dibenarkan, namun sejauh ini belum tampak bakal calon yang muncul melalui jalur independen tersebut. Saat ini para bakal calon kabarnya tengah bersaing ketat untuk memperebutkan "restu" dari masing-masing partai politik di tingkat pusat.
KONDISI Peta politik jelang Pilkada Dumai 2024 masih mengambang. Hingga jelang penghujung Bulan Juni 2024 ini belum ada kepastian pasangan bakal calon yang maju sebagai Walikota dan Wakil Walikota Dumai. Termasuk partai mana saja yang bakal berkoalisi untuk menjadi perahu, atau kendaraan politik bagi pasangan calon.
" Sampai sejauh ini belum ada yang pasti. Kalaupun ada terdengar siapa bakal bergandengan dengan siapa, tapi belum ada yang pasti juga. Termasuk partai politik pengusungnya. Informasinya, para bakal calon masih memperebutkan dukungan DPP dari masing-masing partai politik," ungkap pemerhati politik Adrian Hadi kepada Kupas Media Grup, Senin (24/06/24).
Menurut desas-desus yang terdengar, perebutan dukungan partai politik di Jakarta lumayan menarik. Masing-masing bakal calon berupaya membangun komunikasi dan lobi-lobi. Hal ini juga dilakukan Petahana, H Paisal, SKM, MARS yang kembali maju untuk periode keduanya.
Kendati pada Pileg lalu Partai NasDem memperoleh 7 kursi di DPRD Dumai, atau sudah memenuhi syarat minimal 20 persen, namun komunikasi politik dengan partai lainnya tetap dilakukan. Selaku Ketua DPD NasDem Kota Dumai, H Paisal mendatangi dan bersilaturahmi dengan sejumlah petinggi partai politik di pusat.
" Setahu saya, diluar NasDem beliau (H Paisal,red) juga berkomunikasi dengan partai lainnya. Membangun koalisi yang kuat menjadi bagian penting untuk pemenangan Pilkada nantinya," ujar salah seorang sumber yang merupakan orang dekat H Paisal, SKM, MARS ini.
H Paisal sendiri sejauh ini dikatakannya sudah mengantongi rekomendasi Partai NasDem dan Partai Amanat Nasional. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) melalui surat nomor: 1-SI/RP/BPP-NasDem/V/2024 tertanggal 21 Mei 2024 yang ditandatangani Ketua Bappilu, Prananda Surya Paloh dan Sekretaris Bappilu, Willy Aditya telah menyetujui H Paisal, SKM, MARS sebagai Calon Walikota Dumai pada Pilkada 2024 ini.
Sedangkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) melalui surat bernomor: 1015/PILKADA/IV/2024 tertanggal 7 Juni 2024 yang ditandatangani Tim Pilkada DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, Yandri Susanto dan Pangeran K Saleh merekomendasikan pasangan Paisal dan Sugiyarto maju sebagai Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Dumai periode 2024-2029.
" Diluar NasDem dan PAN, komunikasi juga dilakukan dengan PKB, PKS, PPP, Demokrat, Gerindra dan lainnya. Termasuk Golkar," ujarnya menambahkan.
Sementara Ferdiansyah, Ketua DPD Golkar Dumai yang juga digadang-gadangkan maju sebagai bakal calon walikota kabarnya masih bolak-balik Jakarta untuk mendapatkan restu DPP Golkar. Selain itu komunikasi politik juga intens dilakukannya dengan PKS dan PDIP. Dari keseluruhan partai politik yang didekati, setakad ini informasinya Ferdiansyah belum mengantongi dukungan yang pasti.
Kondisi tidak jauh berbeda juga tampak dari pergerakan Ahmad Maritulius yang juga menyatakan maju sebagai Bakal Calon Walikota Dumai di Pilkada Serentak 2024. Pengusaha media yang juga salah satu tokoh pendiri Kota Dumai ini sedang berjuang untuk mendapatkan dukungan partai politik.
Beberapa partai politik yang didekati Ahmad Maritulius diantaranya PDIP, PKS dan PKB. Proses penjaringan bakal calon diikutinya mulai dari tingkat daerah di Dumai hingga pusat di Jakarta.
" Saya membangun komunikasi politik dengan beberapa partai. Diantaranya PDIP, PKB dan PKS. Minggu depan tahapan wawancara di DPP PKS," ujar Ahmad Maritulius.
Sedangkan Eddy A Moh Yatim yang namanya juga sempat muncul dan mendaftarkan diri ke beberapa partai politik di Dumai sebagai bakal calon walikota tampak mulai melambat pergerakannya. Kabarnya, anggota DPRD Riau yang juga petinggi Partai Demokrat Riau itu masih menunggu komposisi koalisi partai di Pilgubri.
" Kita yakin koalisi partai yang terbangun nantinya bakal linear antara Pilgubri dengan Pilkada di 12 kabupaten/kota di Riau. Kita menunggu arah koalisi partai Demokrat di Pilgubri. Saat ini kita wait and see dulu," ujar Iskandar, orang dekat Eddy A Moh Yatim kepada Kupas Media Grup di Dumai.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang