H Paisal, SKM, MARS Titipkan Provinsi Riau Pesisir ke Anies Baswedan

Administrator Administrator
H Paisal, SKM, MARS Titipkan Provinsi Riau Pesisir ke Anies Baswedan
Capres RI, Anies Rasyid Baswedan menyalami masyarakat saat kampanye di Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai
Setelah lumayan lama tenggelam dari pembahasan maupun pergerakan, perjuangan pembentukan Provinsi Riau Pesisir kembali digaungkan. Tak tanggung-tanggung, yang menyuarakannya kali ini adalah H Paisal, SKM, MARS Ketua Partai Nasdem yang juga menjabat sebagai Walikota Dumai saat kampanye Capres RI, H Anies Rasyid Baswedan, Sabtu (27/01/24) kemarin di Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai.

KAMPANYE Akbar Calon Presiden Nomor Urut 1, H Anies Rasyid Baswedan di Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai menyisakan banyak catatan menarik. Selain ada relawan yang datang berjalan kaki dari Duri ke Dumai dengan jarak kurang lebih 80 kilometer, antusias gelombang massa juga sangat luar biasa. Puluhan ribu orang tumpah ruah memadati "alun-alun" Kota Dumai itu.

Namun dari sekian banyak catatan menarik, ada satu momen yang cukup mendapat perhatian publik. Yakni, ketika H Paisal, SKM, MARS menitipkan 3 hal kepada pasangan Anies-Muhaimin jika nantinya mereka terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI.

" Saya tidak panjang-panjang, hanya meminta tiga hal. Pertama agar nanti Mas Anies memperhatikan terkait pembagian hasil ekspor dan Migas untuk Dumai. Kemudian mendukung terbentuknya Provinsi Riau Pesisir dan terakhir terkait penyelesaian tanah konsesi di Dumai," ujar H Paisal.

H Paisal, SKM, MARS pada kesempatan itu juga mengingatkan masyarakat agar tidak saling bergesekan karena beda pilihan.

" Pemilu bukan untuk berpecah belah, tapi untuk sebuah ibadah. Beda pilihan jangan sampai menimbulkan gesekan," ujarnya mengingatkan.

Sementara Anies Baswedan yang datang bersama istrinya itu menegaskan bahwa Anies-Muhaimin (AMIN) berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan dan kesetaraan terkait berbagai persoalan yang menyangkut masyarakat.

Anies Baswedan dalam sambutannya juga menegaskan dan meyakini bahwa yang hadir pada saat itu tentu menginginkan sebuah perubahan.

” Kita kumpul di sini tentu untuk suatu perubahan. Barusan kita dengar keluhan. Permasalan ini bukan masalah rumit untuk diselesaikan, cuma selama ini karena tidak ada perhatian dan tidak serius untuk membereskan hal itu,” tegas Anies.

Anies mengatakan ketimpangan pada pendidikan, nelayan, lapangan pekerjaan dan sektor lainnya mungkin karena wilayah itu termasuk desa terpencil lalu tidak diperhatikan. Padahal mereka punya kemampuan tapi tidak diberi kesempatan.

" Penghasilan tak ado, padahal bumi kami kayo, dan pekerjaan tak ado,” ujar Anies berbicara logat aslimelayu Dumai.

Anies menyebutkan, untuk melakukan perubahan itu perlu wewenang. Anies berjanji akan membenahi semua itu, dan 100 hari pertama akan prioritaskan menyelesaikan permasalahan yang sifatnya penting.(**)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html