Untuk bisa "Berlayar" di Pilkada Dumai 2024, pasangan Ferdiansyah-Suparto Wiguno harus memastikan dukungan Partai Golkar guna menambah 2 kursi PPP yang sudah dikantongi sebelumnya. Jika gagal, maka sangat kecil kemungkinan pasangan itu bisa mengikuti kompetisi. Melihat peta politik yang ada, saat ini hanya tinggal Partai Golkar dengan 5 kursi yang tersisa. Hal ini menyusul telah diumumkannya arah dukungan Partai Demokrat dan PDIP yang mengusung pasangan Eddy A Mohd Yatim-Almainis, Kamis (22/08/24) siang tadi.
MENJELANG Tahapan Pendaftaran Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Dumai ke KPUD pada tanggal 27-29 Agustus mendatang, arah dukungan partai-partai politik sudah makin terang benderang. Satu persatu B1KWK Parpol mulai diserahkan kepada para pasangan bakal calon yang maju.
Namun dari sejumlah nama yang digadang-gadang bakal ikut bertarung, kini posisi pasangan Ferdiansyah-Suparto yang sebelumnya sudah mengantongi dukungan PPP seperti di ujung tanduk. Pasalnya untuk bisa mencalonkan diri, minimal mereka butuh tambahan 5 kursi lagi. Sementara Partai Golkar yang diharap ikut memberikan dukungan tak kunjung memberikan kepastian.
Namun ditengah situasi yang kurang menguntungkan itu, para petinggi Golkar Dumai tetap optimis pasangan Ferdiansyah-Suparto bakal maju di Pilkada Dumai 2024.
Hal ini sebagai diungkapkan Wakil Sekretaris DPD Golkar Dumai, Edison SH kepada Kupas Media Grup yang menegaskan komunikasi di tingkat DPP Partai Golkar semakin mengerucut untuk mengusung pasangan Ferdiansyah-Suparto di Pilkada Dumai 2024.
" Semuanya tengah berproses di DPP Golkar. Sejauh ini kita sangat optimis sekali," ujar Edison kepada Kupas Media Grup, Rabu (21/08/24) malam.
Lebih lanjut diungkapkan Edison yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Dumai ini, setelah agenda Rapimnas Golkar konsentrasi kembali menghadapi Pilkada Serentak 2024, termasuk Pilkada Dumai.
" Peluang Ferdiansyah untuk mengantongi dukungan Golkar sangat besar. Selain menjabat sebagai Ketua DPD Dumai, kepemimpinannya juga berhasil menambah perolehan kursi dari 3 menjadi 5 di DPRD Kota Dumai. Ini tentu akan menjadi pertimbangan DPP," ungkap Edison.
H Paisal-Sugiyarto Terima B1KWK NasDem
Pada sisi lain, pasangan H Paisal, SKM, MARS-Sugiyarto makin mengokohkan langkah politik mereka untuk maju sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota di Pilkada Dumai 2024. Hal ini menyusul telah diserahkannya SK B1KWK dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Kamis (22/08/24) pukul 16.00 WIB sore ini di Kantor DPW NasDem Riau Jalan Diponegoro No 24 Pekanbaru.
SK DPP Partai NasDem nomor: 292-Kpts/PPC/DPP-NasDem/VIII/2024 tertanggal 7 Agustus 2024 Model B Persetujuan Parpol.KWK yang ditandatangani di atas materai 10.000 oleh Ketua Umum, Surya Paloh dan Sekjen, Hermawi Franziskus Taslim itu diserahkan langsung Sekretaris NasDem Riau, H Yopi Arianto kepada H Paisal, SKM, MARS bakal calon walikota yang juga menjabat sebagai Ketua DPD NasDem Kota Dumai.
Selain Partai NasDem dengan 6 kursi, partai lainnya yang bergabung dalam koalisi pengusung pasangan H Paisal, SKM, MARS-Sugiyarto di Pilkada Dumai 2024 yakni PAN dengan 2 kursi, PKB 1 kursi, PKS 4 kursi, Perindo 1 kursi dan Partai Gerindra 5 kursi. Total kursi dari keseluruhan koalisi partai tersebut berjumlah 19 dari 35 kursi di DPRD Kota Dumai.
Sementara pasangan Eddy A Mohd Yatim-Almainis yang didukung Partai Demokrat dan PDIP memiliki kekuatan 9 kursi di DPRD Dumai. Masing-masingnya PDIP dengan 6 kursi, plus Partai Demokrat yang memiliki 3 kursi. Dengan total 9 kursi itu sudah memenuhi syarat minimal 20 persen untuk mendaftar ke KPUD.
Diluar itu tinggal 2 partai politik yang tersisa dengan jumlah 7 kursi. Masing-masingnya Golkar dengan 5 kursi dan PPP dengan 2 kursi. PPP sendiri sudah mengarahkan dukungan kepada pasangan Ferdiansyah-H Suparto Wiguno. Sedangkan Golkar masih belum memutuskan arah dukungan. Gagal mendapatkan dukungan Golkar, pasangan ini terancam tak bisa berlayar.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang