7 Partai Non Seat Ramaikan Pilkada Dumai 2024

Administrator Administrator
7 Partai Non Seat Ramaikan Pilkada Dumai 2024
Ketua-ketua partai non seat menggelar pertemuan untuk menghadapi Pilkada Dumai 2024.
Tujuh partai non seat (tidak memiliki kursi di legislatif, red) bakal meramaikan Pilkada Dumai 2024. Selain berencana mengusung bakal calon sendiri, juga terbuka peluang untuk berkolaborasi dengan partai pemilik kursi di DPRD Dumai. Ke 7 partai politik tersebut berhasil meraih 13.071 suara sah pada Pileg 2024. Masing-masingnya adalah Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Hanura, Partai Gelora, Partai Kebangkitan Nasional, Partai Bulan Bintang dan Partai Solidaritas Indonesia.


KORDINATOR Partai Non Seat Kota Dumai, Arwansyah dalam keterangan pers usai pertemuan partai non seat di Caffe Haja Kota Dumai menyampaikan sudah terbangunnya kesepakatan bersama dengan 7 partai politik untuk menghadapi Pilkada Dumai 2024. Hal ini menindaklanjuti keputusan Mahkamah Konstitusi nomor 60 yang membuka ruang bagi partai-partai yang tidak memiliki kursi di legislatif.

" Menindaklanjuti putusan MK, kita dari 7 partai non seat bertemu dan bersepakat untuk ikut berpartisipasi di Pilkada Dumai 2024. Kita membuka ruang komunikasi dan siap berkolaborasi dengan partai pemilik kursi untuk mengusung pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota di Pilkada Dumai 2024," ujar Arwansyah, EXCO Partai Buruh Kota Dumai, Kamis (22/08/24) sore tadi.

Pertemuan 7 partai non seat itu dihadiri langsung oleh masing-masing ketua partai, diantaranya Syafrizal Ketua Partai Ummat, Bambang Irawan Ketua Partai Gelora, Despi Prianto Ketua PBB, Anggraini Ketua PSI. Sedangkan Ketua Partai Hanura, Takbir dan Ketua PKN, Ibnu Chalid yang berhalangan hadir ikut mendukung hasil pertemuan.

Sementara Ketua Partai Ummat Kota Dumai, Syafrizal Djambak kepada Kupas Media Grup mengungkapkan partai non seat juga membuka ruang komunikasi dengan sejumlah nama bakal calon yang sudah muncul di Pilkada Dumai.

Masing-masingnya adalah pasangan Paisal, SKM, MARS-Sugiyarto, Ferdiansyah-H Suparto dan Eddy A Mohd Yatim-Almainis.

" Dengan total suara sah yang kurang dari 8,5 persen, partai non seat wajib berkolaborasi dengan partai parlemen. Kita membuka ruang komunikasi dengan pasangan yang sudah muncul untuk berkolaborasi menghadapi Pilkada 2024 ini," ujar Syafrizal.(**)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html