Sempena HPN 2025, PWI Dumai Gelar Pelatihan Jurnalistik di SMAN 1

Administrator Administrator
Sempena HPN 2025, PWI Dumai Gelar Pelatihan Jurnalistik di SMAN 1
Wakil Ketua PWI Dumai, Megi Alfajrin (Kemeja Hitam) menyampaikan materi saat pelatihan jurnalistik. Turut mendampingi Bendahara HPN Dumai 2025, Faisal Arif di SMAN 1 Dumai.
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai menggelar Pelatihan Dasar Jurnalistik sempena Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2025 yang diikuti oleh siswa SMAN 1 Dumai. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Rafles, SPd itu juga dihadiri Ketua PWI Dumai Faisal Sikumbang, Bendahara HPN Dumai 2025 Faisal Arif dan Megi Alfajrin Wakil Ketua PWI sekaligus pemateri, Kamis (12/06/25) mulai pukul 08.00 WIB tadi pagi.

KEPALA SMAN 1 Dumai, Rafles, SPd pada kesempatan itu menyambut baik kegiatan PWI Go To School yang ditaja sempena Hari Pers Nasional 2025. Apalagi sekolah yang dipimpinnya dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.

" Terimakasih sudah memilih SMAN 1 sebagai tempat pelatihan jurnalistik. Tentunya ini memberikan pengalaman baru dan bisa menambah wawasan para siswa kami. Kami sangat mengapresiasi kegiatan positif ini, semoga bisa bermanfaat bagi anak-anak kami untuk kedepannya," ujar Rafles.

Pada kesempatan itu, Rafles juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan momen tersebut dengan baik. Pihaknya juga berharap kegiatan yang dilaksanakan bisa berkelanjutan untuk kedepannya.

" Momen ini harus dimanfaatkan dengan baik. Gali dan serap ilmu melalui pelatihan ini. Melalui tulisan, anak-anak sekalian kedepannya bisa dikenal oleh banyak orang," para Rafles.

Sementara Pelaksana Tugas Ketua PWI Dumai, Faisal Sikumbang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak SMAN 1 yang sudah memberikan kesempatan dan jamuan hingga kegiatan PWI go to school dapat terlaksana dengan baik.

" Kita siap berkolaborasi dalam pendidikan dan penyebarluasan informasi. Semoga kegiatan semacam ini dapat kita lakukan secara rutin. Kepada peserta diharapkan mampu menimba ilmu dan pengalaman terkait penulisan pemberitaan serta bagaimana perusahaan media bekerja dalam memproduksi serta penyebarluasan berita," ujar Faisal Sikumbang.

Dipaparkan Faisal Sikumbang, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas menempatkan pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Fungsi pers bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi membentuk kesadaran publik, mengedukasi warga negara, menjadi alat kontrol kekuasaan, dan merawat keutuhan bangsa.

Hari ini tampak bagaimana riuhnya informasi yang beralih ke media sosial: YouTube, TikTok, Instagram, Facebook serta berbagai platform lainnya yang tidak tunduk pada UU Pers. Tidak mengenal verifikasi fakta, dan tidak memiliki tanggung jawab etis sebagaimana dituntut pada insan pers.

Untuk itu, menjadi poin penting memberikan pelatihan dasar jurnalistik dalam rangka memastikan lahirnya estafet penerus profesi wartawan ini. Tanpa media dan wartawan profesional, publik akan kehilangan sumber informasi kredibel.

" Terimakasih kepada Pak Rafles yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Melalui pelatihan yang dilaksanakan, diharapkan mampu memberikan dasar-dasar jurnalistik bagi adik-adik. Semoga ada yang tertarik untuk terjun ke dunia wartawan. Dan tidak menutup kemungkinan nantinya ada wartawan hebat yang lahir dari SMAN 1 Dumai," ujar Faisal Sikumbang.

Sedangkan Wakil Ketua PWI Dumai, Megi Alfajrin dalam materi yang disampaikan hampir dua jam mengulas tentang pengenalan jurnalistik, jenjang karir jurnalis, pengenalan produk berita, teknik wawancara hingga cara penulisan berita dan produksi sebuah perusahaan media.

" Menjadi jurnalis bukan sekadar menulis, tapi tentang menyampaikan fakta dengan jujur dan bertanggung jawab. Kami ingin adik-adik di sekolah ini mulai memahami bahwa informasi itu harus dikaji secara kritis,” tutur Megi Alfajrin, pemegang Kartu UKW Utama dari Dewan Pers ini.

Ditambahkan Megi Alfajrin, kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari program PWI Dumai untuk menjangkau kalangan pelajar dan mendorong tumbuhnya generasi muda yang melek media.

" Di tengah maraknya informasi di media sosial, kemampuan memilah berita dan memahami proses jurnalistik sangat penting. Kami ingin siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tapi juga bisa menjadi produsen informasi yang bertanggung jawab,” harap Megi Alfajrin.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Banyak di antara mereka yang menyampaikan minat untuk mendalami dunia jurnalistik lebih jauh. Bahkan ada yang mengaku ingin menjadi jurnalis profesional di masa depan.

Kegiatan pelatihan juga diwarnai tanya jawab dan interaksi dua arah antara pemateri dan peserta. Kemudian ditutup dengan foto bersama pihak sekolah, pengurus PWI dan para siswa.(*)
Penulis
: Adong Sinaga
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html