Ribuan Warga Korban Gempa Mentawai Masih Mengungsi

Administrator Administrator
Ribuan Warga Korban Gempa Mentawai Masih Mengungsi
Lokasi titik gempa yang terdeteksi.
Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak dini hari diguncang gempa bumi dengan magnitudo yang cukup besar. Dari catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi empat kali gempa. Pertama pukul 00.04 WIB dengan kekuatan M 5.2, pukul 05.34 WIB dengan magnitudo 5.9, pukul 06.06 WIB dengan magnitudo 3.7 dan teranyar terjadi pada pukul 10.29 WIB dengan magnitudo 6.4.

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, merilis data terbaru jumlah pengungsi akibat gempa bumi yang mengguncang Tanah Sikerei, Senin 29 Agustus 2022.

Dari 494 kepala keluarga, terdata sebanyak 2.326 jiwa yang mengungsi. Dari 2.326 pengungsi itu, 1.138 diantaranya laki-laki dan 1.188 perempuan. Seluruh pengungsi yang terdata berasal dari tujuh dusun yang ada di wilayah Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat. Masing-masingnya Saboilogkat, Sute'uleu, Muara Selatan, Muara Utara, Betaet Utara, Betaet Selatan dan Sakaldhat. Rata-rata mereka yang mengungsi lantaran khawatir akan adanya potensi gempa susulan.

" Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, tim kita sudah bergerak ke lokasi untuk mendistribusikan bantuan. Tenda dan logistik sudah kita siapkan. Demikian juga dengan dapur umum juga sudah disediakan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Mentawai, Novriadi, Senin (29/08/22).

Gempa tektonik magnitudo 6.4 yang memiliki parameter update magnitudo 6.1 itu menimbulkan dampak kerusakan pada sejumlah bangunan fasilitas umum. Hasil asesmen sementara, terdapat 4 bangunan yang rusak akibat gempa tektonik dengan episenter terletak pada koordinat 0,99° Lintang Selatan dan 98,53° Bujur Timur pada kedalaman 24 kilometer itu.

" Keempat bangunan itu yakni, 1 unit gereja, 2 sekolah dan 1 puskesmas. Meski getaran gempa cukup kuat dan menimbulkan kerusakan, namun hingga kini tidak ada laporan terkait korban jiwa. Pemkab Mentawai mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada akan potensi gempa-gempa susulan," himbau Novriadi.**


Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html