Puluhan Ribu Vaksin Covid di Riau Kadaluarsa

Administrator Administrator
Puluhan Ribu Vaksin Covid di Riau Kadaluarsa
Ilustrasi

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, terdapat puluhan ribu vaksin Covid-19 yang sudah kadaluarsa. Saat ini sedang dilakukan pendataan sebelum nantinya dilaksanakan pemusnahan.

PELAKSANA Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Masrul Kasmy mengakui adanya vaksin Covid 19 yang sudah dalam kondisi kadaluarsa. Namun pihaknya tidak merincikan berapa jumlah vaksin Covid-19 di Riau yang sudah melewati batas tanggal penggunaan tersebut.

" Untuk vaksin benar ada puluhan ribu yang kadaluarsa, dan datanya juga ada," ucap Masrul, Senin (3/1/2022).

Masrul sebagaimana dikutip dari halloriau.com juga menyampaikan puluhan ribu vaksin Covid-19 yang kadaluarsa itu tidak bisa lagi dipakai atau disuntikan kepada masyarakat mengingat batas tanggal penggunaan sudah melewati batas.

" Nanti puluhan ribu vaksin Covid-19 yang kadaluarsa itu juga akan dibuatkan berita acaranya sebelum dilakukan pemusnahan, sebab vaksin ini tak boleh lagi dipakai," jelasnya singkat.

Selain itu juga disampaikan Masrul, kedepan pihaknya akan memberlakukan pola baru untuk penggunaan vaksin Covid-19 agar hal seperti ini tidak terulang kembali.

Adapun pola yang akan dipakai yakni dengan pola relokasi, yang mana vaksin Covid-19 yang sudah mendekati masa kadaluarsa akan lebih dulu disuntikkan kepada masyarakat.

" Jadi nanti ada instrumennya. Vaksin yang sudah lama, atau sebelum masa berlaku vaksin yang lama habis, itu yang akan disuntikkan terlebih dahulu ke masyarakat," tuturnya.

Pada sisi lain, Pengamat Kebijakan Publik dari UIN Suska Riau, Elfiandri sangat menyayangkan banyaknya vaksin Covid-19 di Riau yang kadaluarsa.

"Ini sangat disayangkan. Pasalnya mendapatkan vaksin ini sendiri sangat sulit, dan kita juga tengah menggesa atau mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Dan setelah vaksin di dapatkan malah tidak bisa direalisasikan dengan baik," ujarnya.

Seharusnya, menurut Elfiandri seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota harus mempunyai perencanaan yang matang untuk pelaksanaan dan pengawasan.

" Artinya kejadian ini merupakan keteledoran dari Dinas Kesehatan (Diskes). Dan bahkan ini tidak hanya rugi di uang, tetapi ini juga di kesehatan masyarakat sendiri," tegasnya.

Selain itu, Elfiandri juga mengharapkan agar hal ini jangan sampai terulang lagi di Riau.

"Makanya Diskes harus mempunyai perencanaan yang matang dan harus dilihat juga kemampuan suatu daerah untuk melaksanakan vaksinasi ini berapa, supaya tidak ada yang kadaluarsa," tukasnya.(*)

Penulis
: Administrator
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html