Pipa Minyak PT BSP Meledak, 3 Terluka dan 1 Pekerja Tewas

Administrator Administrator
Pipa Minyak PT BSP Meledak, 3 Terluka dan 1 Pekerja Tewas

Empat orang pekerja terimbas ledakan pipa minyak milik PT Bumi Siak Pusako (BSP) di Area Bekasap 02, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Tiga orang terluka dan satu orang pekerja tewas.

KASUS meledaknya pipa minyak PT BSP ini langsung ditangani Polres Siak dengan menurunkan Tim Satuan Reserse dan Kriminal menyelidiki kecelakaan kerja di perusahaan milik daerah ini.

Kapolres Siak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ronald Sumaja mengatakan tim Satreskrim Polres Siak sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

"Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Siak sudah menyelidiki dan cek tempat kejadian perkaradi sana," katanya singkat.

Peristiwa meledaknya pipa minyak PT BSP ini terjadi pada Kamis (26/1/2023) menyebabkan tiga orang terluka dan satu pekerja yang diketahui bernama Anton (36) meninggal dunia.

Dari lokasi kejadian, dikatakan Kapolres, diamankan sejumlah barang yang digunakan korban saat kejadian dan memasang garis polisi di TKP untuk keperluan penyelidikan.

Peristiwa ledakan itu bermula saat pekerja akan mengambil gate valve dari pipa minyak di sumur yang sudah tidak aktif di Bekasap 02 Dayun. Pipa itu akan digunakan ataudipindahfungsikan ke pipa sumur yang masih aktif.

Pekerja memotong pipa tersebut dengan peralatan las hingga percikan api memicu terjadinya ledakan karena diduga masih adanya sisa gas di dalam tabung pipa.

Sekretaris Perusahaan PT BSP Riki Hariansyah mengatakan korban ledakan pipa minyak merupakan pekerja dari mitra perusahaan, yaitu PT Daya Tama Pola Nusantara.

Berdasarkan keterangan dari Humas SKK Migas Sumbagut, tambah Riki, kejadian tersebut bukan ledakan sumur, melainkan ledakan dari fasilitas pipa yang sudah tidak dipakai di Area Bekasap 02 Dayun saat kegiatan pemeliharaan rutin dan pemanfaatan aset.

Peristiwa terjadi saat akandibukanya dam valve yang tersambung dengan pipa tersebut, sementara di dalam pipa masih ada gas hidrokarbon yang masih terperangkap.

"Total ada empat korban, bukan lima. Tiga korban luka ringan dan satu orang meninggal setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Awal Bros. Seluruh korban luka sudah ditangani dengan baik," ujar Riki dikutip dari Antara.(*)

Penulis
: ridha
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html