Pasaman Diguncang 62 Gempa Susulan, Rentan Terjadi Likuifaksi

Administrator Administrator
Pasaman Diguncang 62 Gempa Susulan, Rentan Terjadi Likuifaksi
Tanah yang bergerak saat terjadi Gempa Pasaman 6,2 Magnitudo di daerah Malampah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat setelah gempa 6,2 magnitudo menggoyang Pasaman Barat, Jumaat pagi (25/2/2022), telah terjadi 62 aktivitas gempa susulan.

GUNCANGAN gempa susulan ini telah membuat warga yang berada di tenda-tenda pengungsian dihantui trauma dan tak bisa beristirahat dengan tenang.

Gempa susulan ini, disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung membuat daerah di sekitar Pasaman Barat rentan mengalami likuefaksi.

Usai gempa yang terjadi pada Jumat pagi ini, muncul fenomena semburan lumpur panas. BNPB menyebut itu merupakan dampak likuefaksi.

epala PVMBG Andiani mengatakan, berdasarkan atlas peta kerentanan likuefaksi yang diterbitkan Badan Geologi, daerah sekitar pusat gempa berada pada dua zona kerentanan likuifaksi yaitu zona kerentanan tinggi dan zona kerentanan sedang.

"Kejadian gempa bumi ini berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan berupa retakan tanah, penurunan tanah, dan gerakan tanah. Oleh karena itu penduduk agar waspada dengan gejala tersebut," katanya.

Andiani menjelaskan zona kerentanan likuefaksi tinggi umumnya berada di pesisir pantai. Mulai dari Pantai Sikarbau, Sikiliang, hingga Cangking.

Tipe kerusakan struktur tanah yang terjadi berupa likuefaksi aliran, pergeseran lateral, penurunan tanah dan semburan pasir. Sedangkan daerah zona kerentanan likuefaksi sedang berada pada daerah yang lebih jauh dari pantai dengan tipe endapan pasiran.

"Rekomendasi agar penduduk mewaspadai retakan tanah pada bagian atas perbukitan yang dapat berpotensi berkembang menjadi gerakan tanah dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan atau curah hujan tinggi," tutur Andiani.

"Hingga Sabtu, 26 Februari 2022 pukul 15.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 62 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,1," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/2/2022).

Ia menjelaskan gempa utama Magnitudo 6,1 yang sebelumnya terjadi didahului 1 kali kejadian gempa bumi pendahuluan (foreshock) dengan Magnitudo 5,2.

Menurutnya, gempa Pasaman Barat tersebut merupakan gempa bertipe II, yaitu jenis gempa yang diawali Gempa Pembuka (foreshocks), kemudian terjadi Gempa Utama (mainshock), dan diikuti serangkaian Gempa Susulan (aftershocks).

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," katanya.

Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 6,1 sebelumnya mengguncang wilayah Sumatera Barat pada Jumat pagi. BMKG mencatat gempa terjadi pukul 8.39 WIB.

Sementara hingga Sabtu dini hari, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total warga yang meninggal dunia akibat gempa itu berjumlah 9 orang dan 6.002 warga mengungsi.(*)

Penulis
: Administrator
Editor
: RIDHA
Sumber
: CNNIndonesia.com
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html