Pagi Ini, BPBD Riau Semai 1 Ton Garam di Langit Dumai

Administrator Administrator
Pagi Ini, BPBD Riau Semai 1 Ton Garam di Langit Dumai
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di wilayah Dumai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau rencananya akan menyemai 1 Ton NaCI atau garam dalam rangka Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Dumai, Minggu (23/04/23) mulai pukul 08.00 WIB pagi ini.

KEPALA Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal kepada media menyampaikan saat ini masih dilakukan proses pemadaman terhadap Karhutla yang terjadi di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.

Api yang berkobar sejak 5 hari lalu itu belum berhasil dipadamkan secara total karena yang terbakar merupakan lahan gambut, dan lokasi dipenuhi semak belukar.

" Besok kita akan upayakan TMC ke Dumai dengan bahan semai 1.000 Kg. TMC akan dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB," ujar M Edy Afrizal, Sabtu (22/04/23) kemarin.

Kathutla yang terjadi itu tak urung membuat petugas kalang kabut. Tim gabungan yang juga melibatkan TNI dan Polri sudah berada di lokasi sejak 5 hari yang lalu. Pada saat orang lain sibuk berlebaran, mereka harus ber-Idul Fitri di tengah kobaran api.

Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto saat dihubungi kupasberita.com mengaku sedang berada di lokasi. Pihaknya bersama personil sudah berada di lokasi sejak beberapa hari yang lalu.

" Saya di Perbatasan Dumai-Bengkalis memantau Karhutla Mas. Ini sedang dilakukan upaya pemadaman," ujar AKBP Nurhadi Ismanto melalui sambungan telpon seluler.

Kabut asap akibat Karhutla yang terjadi di wilayah Dumai informasinya juga tampak di Bandara Sultan Syarief Kasim (SKK) II Pekanbaru. Selain itu, kabut asap juga tampak jelas di perairan Kota Dumai.

Pada hari raya pertama Idul Fitri, kabut asap lumayan tebal memenuhi langit Kota Dumai. Jarak pandang di lintas Dumai-Pakning berkisar 300 meter. Bahkan, partikel akibat kebakaran lahan terlihat berterbangan. Tidak sedikit warga yang perih matanya saat mengendarai sepeda motor.

" Aroma asapnya sangat terasa sekali. Tidak hanya itu, partikel debu akibat kebakaran juga banyak yang menempel di atas atap rumah warga," ujar Fauzi yang tinggal di daerah Pelintung Kota Dumai.

Pada sisi lain, Kepala Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai, Ismail Hasibuan menyatakan tim gabungan langsung melanjutkan pemadaman usai salat Idul Fitri pagi tadi. Setelah pulang ke rumah untuk sekedar bersalam-salaman dengan keluarga, mereka bergegas menuju lokasi Karhutla.

" Tadi pagi kami Salat Id dulu. Setelah itu kumpul keluarga sebentar, salam-salam, terus menuju lokasi karhutla. Jam 10kami mulai pemadaman," kata Ismail, Sabtu (22/4/2023).

Ismail mengatakan, kawasan yang terbakar itu merupakan semak belukar tanah gambut. Kedalaman gambut mencapai dua sampai tiga meter, dan itu menyulitkan petugas melakukan pemadaman. Selain itu, tiupan angin yang sering berubah arah membuat petugas terpaksa "makan" asap.

" Di lokasi angin kencang dan sering berputar arah," ujar Ismail.(**)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html