Puluhan Masyarakar Hukum Adat Dumai (MHAD) mendatangi seluruh lokasi Gelanggang Permainan (Gelper) yang ada di Kota Dumai. Massa mensinyalir keberadaan Gelper sarat aroma perjudian. Aksi demonstrasi itu mendapat pengawalan ketat dari aparat, Sabtu (04/03/23) sekitar pukul 15.00 WIB.
MASYARAKAT Hukum Adat Dumai mendatangi lokasi Gelper Golden yang berada di Jalan Hasanuddin/Ombak Kota Dumai. Puluhan massa menunggangi kendaraan roda dua dan empat. Mereka juga membentangkan spanduk dan pamflet berisi penolakan terhadap aktifitas Gelper di Kota Dumai.
Orator Aksi, Ismunandar secara tegas meminta aparat agar menutup seluruh Gelper yang ada di Kota Dumai. Pasalnya, keberadaan Gelper telah meresahkan masyarakat.
" Gelper ini sudah meresahkan masyarakat. Kita minta aparat segera menutup seluruh Gelper yang ada di Dumai karena terindikasi menjadi arena judi," tegas Ismunandar.
Aksi massa di Gelper Golden mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan Satpol PP Kota Dumai. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto. Juga tampak Wakapolres Kompol Josina Lambiombir, Kasat Reskrim Iptu Bayu Ramadhan, Kasat Sabhara AKP Saudi, Kasat Intel AKP S Sijabat dan sejumlah perwira lainnya.
Dua lokasi Gelper lainnya juga didatangi oleh massa Masyarakat Hukum Adat Kota Dumai. Namun Gelper Good Hunter yang berada di Hotel Wisata Jalan Merdeka Dumai dalam kondisi ditutup. Aksi berjalan dengan damai, dan massa membubarkan diri setelah aspirasi mereka diterima oleh Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto.
Sebelumnya MasyarakatHukum Adat Dumai melalui surat pemberitahuan nomor: 01/MHAD/DUM/III/2023 kepada Kapolres Dumai menegaskan kehadiran Gelanggang Permainan (Gelper) yang berbau perjudian itu sudah sangat meresahkan. Padahal beberapa waktu lalu sudah sempat berhenti operasi. Namun belakangan tumbuh subur kembali.
Dalam surat itu juga dijelaskan, titik kumpul massa sebelum bergerak yakni di areal kolam renang Taman Ceria Jalan Bukit Datuk Lama Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan. Adapun yang menjadi target aksi yakni Gelper Good Hunter Zone di Hotel Wisata Jalan Merdeka Sukajadi, Gelper Golden Jalan Ombak Kelurahan Rimba Sekampung dan Gelper 21 Zone jalan Budi Kemuliaan Kelurahan Rimba Sekampung.
Koordinator aksi, Ismunandar atau akrab disapa Ngah mrnegaskan kehadiran Gelper telah merusak kehidupan banyak rumah tangga di Kota Dumai. Tidak jarang pasangan suami istri cekcok karena keberadaan Gelper. Ditengah situasi ekonomi yang sulit, Gelper makin membuat mereka menjerit.
“ Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Banyak masyarakat kita yang hancur rumah tangganya akibat Gelper. Ekonomi sulit, tapi karena sudah kecanduan Gelper mereka nekat mempertaruhkan uang yang sedikit. Akhirnya sampai di rumah ribut,†papar Iskandar.
Pada kesempatan itu, Ismunandar juga membeberkan sejumlah poin tuntutan yang akan disampaikan nantinya saat aksi demonstrasi. Diantaranya, meminta pemerintah kota untuk meninjau ulang perizinan yang diberikan kepada pengelola Gelper di Dumai. Jika terbukti ada indikasi judi, pemerintah diminta untuk segera mencabut izin Gelper tersebut.
“ Kita minta Walikota dan DPRD Kota Dumai agar memberikan perhatian khusus terhadap aktifitas Gelper yang terindikasi berubah fungsi menjadi arena judi. Tinjau izin mereka, kapan perlu cabut izinnya. Kita juga berharap Gelper ini bisa menjadi atensi Kapolres Dumai,†harap Ismunandar.
Sementara salah seorang pengelola Gelper di Dumai membantah adanya aktifitas perjudian sebagaimana yang dituduhkan. Menurutnya, pengelola Gelper tidak membenarkan lagi adanya penukaran koin menang dengan uang. Sebagai gantinya, disediakan hadiah dalam bentuk rokok.
" Tidak ada lagi hadiah dalam bentuk uang. Bagi yang menang, koin mereka kita ganti dengan rokok. Hal ini seperti permainan yang ada di mall-mall. Dimana kertas yang dikumpulkan pemain bisa diganti dengan boneka, jam dinding atau hadiah lainnya," ujar salah seorang pengelola Gelper di Dumai.(***)
Penulis
: Faisal Sikumbang