Kebakaran Hari di Riau: 15 Unit Ruko Ludes Dilalap Sijago Merah

Administrator Administrator
Kebakaran Hari di Riau: 15 Unit Ruko Ludes Dilalap Sijago Merah
Belasan unit Rumah Toko (Ruko) di depan Taman Syarifah 9 Jalan Hang Jebat Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit ludes terbakar, Ahad (6/8/23) sore. Kejadian itu sontak mengagetkan warga sekitar.

CUACA sangat panas dan angin kencang, diduga membuat penjalaran api sangat cepat karena bangunan banyak terbuat dari kayu.

Pemilik ruko bertungkus lumus menyelamatkan barang-barang berharga. Warga juga terlihat membantu pemilik ruko untuk mengeluarkan barang-barang dari dalam.

Lurah Sungai Apit Ilyas mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, yang berasal dari salah satu ruko di deretan yang terbakar.

"Tidak ada korban jiwa. Alhamdulillah, api sudah berhasil dipadamkan, sekitar pukul 17.00 WIB, karena ruko ini ada sebagian dari kayu, sehingga api dengan mudah untuk membakar bangunan tersebut," kata Ilyas.

Ia mengatakan, personel dari unit Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak, damkar PT BSP area Pedada, damkar PT Arara Abadi ikut membantu memadamkan api.

"Untuk penyebab kebakaran, belum bisa dipastikan, pihak berwenang masih dalam tahap penyidikan," kata Ilyas.

Ilyas mengatakan, saat ini korban yang tidak memiliki saudara, pihaknya mengungsikan di kantor kelurahan.

"Kita sudah koordinasi dengan bupati, Insya Allah besok pagi beliau turun meninjau ke sini," tutur Ilyas.

Sementara itu Kepala Bidang Damkar BPBD Siak Irwan Priyatna mengatakan, pihaknya menurunkan 3 unit mobil damkar, yang masing-masing mobil 5.000 liter air 2 unit dan 10.000 liter air 1 unit.

"Ditambah 1 unit mobil dari BSP Pedada dan 1 unit mobil damkar dari PT Arara Abadi," kata Irwan.

Irwan mengatakan sumber air baku damkar berasal dari Reservoir (bak air bawah tanah) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Syarifah, dan satu unit yang lainnya langsung mengambil air dari laut melalui pelabuhan.

"Sumber air sulit, makanya kita ambil dari laut melalui pelabuhan, butuh selang yang panjang. Kami membentang 300 meter lebih selang per unit mobil karena sumber air dari laut melalui pelabuhan, dan kemudian membagi cabang pada selang guna melakukan pengengepungan dalam pemadaman dan pendinginan api," kata Irwan.

Irwan mengaku, untuk proses pemadaman, personel agak kesulitan, karena cuaca yang panas dan angin yang kencang, sehingga penjalaran api sangat cepat karena bangunan banyak terbuat dari kayu. Dan sesekali angin berbalik arah sehingga personel mengatur jarak dalam melakukan pemadaman khawatir bangunan roboh.

"Kami menghimbau agar masyarakat waspada terhadap bahaya kebakaran. Karena Cuaca sedang panas ekstrim akibat pengaruh El Nino yang melanda Indonesia dan Kabupaten Siak juga terkena dampaknya," tutup Irwan.***
Penulis
: Mustafa Kamal
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html