Kapolri Dicopot Saat Dampingi Prabowo di Lubang Buaya

Administrator Administrator
Kapolri Dicopot Saat Dampingi Prabowo di Lubang Buaya
Komjen Pol Suyudi Ario Seto salam komando bersama Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman usai mengikuti fit and proper test jabatan Kapolri. Foto: Antara
Drama pergantian pucuk pimpinan Polri terjadi di Sumur Lubang Buaya saat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti. Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Di belakang Presiden, berdiri tegak seorang jenderal bintang empat, Listyo Sigit Prabowo yang selama 5 tahun menjadi Kapolri, Kamis (01/10/26).

KAMERA Merekamnya. Dalam beberapa momen tampak Sigit ikut berdiri di belakang Prabowo saat kepala negara berdoa di depan sumur Lubang Buaya. Sigit juga tampak berbincang dengan Gibran sambil tersenyum. Tidak ada tanda-tanda akan dicopot. Wajahnya tenang. Senyumnya mengembang.

Tapi di lokasi lain, di Senayan, surat yang akan mengakhiri jabatannya sudah tiba. Tepat setelah prosesi upacara dan rangkaiannya selesai, DPR RI mengumumkan pergantian Sigit sebagai Kapolri.

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengungkap Presiden Prabowo Subianto mengirim Surat Presiden (Surpres) kepada DPR untuk memberhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

" Pagi ini pimpinan DPR mendapat Surpres kepada Ketua DPR Nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 perihal usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri," ujar Ketua Komisi III DPR Habiburokhman dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis.

Surat itu bertanggal 30 September 2026. Artinya, saat Sigit mendampingi Prabowo berdoa di Lubang Buaya pada 1 Oktober pagi, nasibnya sudah diputuskan sehari sebelumnya. Ia tetap menjalankan tugas protokoler terakhirnya sebagai Kapolri dengan sempurna, hingga upacara selesai.

Dari Kepala BNN Menuju Tribrata 1

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman mengatakan Komisi III DPR RI menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto yang saat ini menjabat Kepala BNN menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Keputusan berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang digelar di kompleks parlemen itu mendapat persetujuan dari para fraksi partai politik, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan pimpinan DPR RI, Kamis (01/10/26).

Listyo Sigit telah menjadi Kapolri sejak tahun 2021 silam. Sigit kala itu menggantikan Jenderal Idham Azis. 5 tahun memimpin Korps Bhayangkara, melewati berbagai kasus besar.

Ketua DPR Puan Maharani mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto mengirimkan Surat Presiden (Surpres) pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari kursi Kapolri. Puan menyebut, Sigit memang sudah waktunya untuk berhenti.

" Dengan terhormat, karena memang sudah waktunya," ujar Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Kalimat pendek, tapi penuh makna. "Dengan hormat" berarti tidak ada pelanggaran, tidak ada kasus. "Sudah waktunya" berarti regenerasi.

Sigit dicopot bukan karena dipecat, tapi karena purna tugas dengan kehormatan. Tepat setelah ia menunaikan tugas terakhirnya, mendampingi Presiden di tempat paling bersejarah Lubang Buaya. Itulah akhir pengabdian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, khidmat, tersenyum, dan diakhiri dengan hormat.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html