Dinas PU Dumai Matangkan Pengendalian Banjir Bersama Tim Ahli dan BWSS 3

Administrator Administrator
Dinas PU Dumai Matangkan Pengendalian Banjir Bersama Tim Ahli dan BWSS 3
Dinas PU mengikuti rapat virtual bersama Tim Teknis KPA Kota Dumai membahas Kerangka Acuan Rencana Kegiatan Pengendalian Banjir Kota Dumai, Rabu (30/09/26).
Rabu (30/09/26), menjadi bukti nyata bagaimana Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum bekerja dengan dua target sekaligus. Pertama kerja tanggap menghadapi kondisi hari ini, dan kedua membuat perencanaan matang untuk 10 tahun kedepan. Hal itu dibahas melalui rapat virtual pengendalian banjir yang dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai.

KEPALA Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai, Riau Satrya Alamsyah diwakili Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai, Bambang Surianto serta Kepala Bidang Sumber Daya Air, mengikuti langsung rapat virtual bersama Tim Teknis KPA Kota Dumai yang membahas "Kerangka Acuan Rencana Kegiatan Pengendalian Banjir Kota Dumai" yang dipaparkan oleh konsultan.

Rapat virtual ini bukan rapat biasa. Ini adalah rapat yang membahas fondasi pengendalian banjir Kota Dumai ke depan. Masukan yang diberikan di antaranya pendekatan metode Amdal, terkait pengelola kawasan, mitigasi banjir, dampak positif dari terkendalinya banjir, pelaksanaan fisik yang terencana dengan baik dan data yang update serta relevan.

Dinas PU Dumai tidak hanya bicara "kita akan keruk parit". Tapi bekerja secara ilmiah, profesional, melibatkan pakar dan konsultan, serta memikirkan dampak lingkungan sebelum alat berat diturunkan. Tidak asal gali, tidak asal bangun. Semua terencana dengan baik.

Turut hadir pada kegiatan ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, Dinas Kesehatan Kota Dumai, BWSS 3, Tenaga Ahli, Pakar dan Konsultan. Kehadiran beragam pihak ini menunjukkan pengendalian banjir Dumai ditangani secara kolaboratif dan lintas sektor sesuai instruksi Walikota Dumai.

Setiap OPD teknis dan wilayah wajib memberikan upaya maksimal dalam penanganan banjir, terutama pada titik-titik rawan di Kota Dumai. Para camat dan Kepala OPD diminta memperkuat jalinan komunikasi serta kerjasamanya dengan tokoh masyarakat, RT, LPMK, dan para Lurah.

Pada sisi berbeda, di hari yang sama Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS bersama Sekda dan OPD terkait turun langsung meninjau kondisi genangan akibat hujan dan pasang air laut (rob) di Jalan Dock Yard dan Jalan Bunga Tanjung, Kelurahan Ratu Sima.

Inilah sinergi yang sempurna. Perencanaan di atas meja, dan eksekusi di lapangan dilakukan di hari yang sama.

" InsyaAllah, Pemko Dumai segera mengambil langkah penanganan. Saluran air yang tersumbat akan dibersihkan dan dikeruk dengan bantuan alat berat agar aliran air lebih lancar dan genangan dapat diminimalisir," ujar H Paisal.

Di ruang rapat Dinas PU, Kerangka Acuan Rencana Kegiatan Pengendalian Banjir sudah dibahas bersama konsultan dan BWSS 3. Artinya, pengerukan dengan alat berat yang dijanjikan walikota itu akan dilakukan berdasarkan kajian Amdal dan data yang update, bukan asal keruk.

Pada sisi lain, Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan penanggulan bencana daerah (BPBD) Dumai, Wahyu Wicaksono mengaku bahwa banjir Rob mulai melanda Dumai. Puncaknya itu sekitar tanggal 30 September 2026 hingga awal Oktober 2026.

Masyarakat di sekitar pesisir dan di bantaran Sungai Dumai atau daerah Rimba Sekampung, dihimbau waspada dan siaga terhadap dampak pasang air laut. Jika membutuhkan pertolongan saat banjir Rob bisa berkoordinasi dengan lurah atau camat, dan pihak BPBD Dumai serta di 112 Dumai Idaman.

" Saat banjir Rob waspada juga sama hewan-hewan melata, seperti ular, buaya dan lainnya," himbaunya.(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html